Ninja 150RR 2012, bagaimana 2-tak bisa begitu DAHSYAT?? analisa ringan saya..

Ninja 150RR 2012 mau ganti baju.. wah itu bukan luar biasa, motor lain juga banyak yang ganti baju..
Ninja 150RR sangat cepat dan legendaris!! ini juga biasa, sudah rahasia umum.
Apa yang luar biasa? menurut saya sebagai (satu2nya) mesin 2-tak yang tersisa dan bertahan cmiiw, itulah hal paling luar biasa.. setuju nggak ?

Mungkin banyak senjata NinjaRR yaitu KIPS, HSAS, catalitic converter, cilinder berpori, liquid cooled, dsb ,namun kekuatan sebenarnya pada NinjaRR imho adalah mesin 2-tak itu sendiri..

Bandingkan dengan ninja250R. 100CC dia lebih besar silinder pun dua DOHC pula, namun Power nyaris setara. Torsi bahkan kalah.. Dengan bobot  terpaut 45Kg, power to weight ratio Ninja250 jelas kalah jauh. Kencang mana? menurut perkiraan saya (yg belum coba 2-2nya) Ninja 2-tak lebih mantap.. imho cmiiw :mrgreen:

Apa Rahasia  dibalik kedahsyatan mesin 2-tak itu?
coba lihat gambar berikut ini :

Dari gambar diatas, ada 3 kelebihan Mesin 2 tak :
- Mesin 2 tak tidak memiliki katup, yang menyederhanakan konstruksi  dan menurunkan berat mesin keseluruhan.
- Mesin 2 tak disulut sekali setiap revolusi, sementara 4-T engine disulut sekali setiap revolusi lainnya (4 siklus). Ini membuat Mesin 2 tak  kekuatannya  meningkat signifikan.
- Mesin 2 tak dapat bekerja dalam orientasi (arah) apapun. Sebuah mesin 4-T standar mungkin mengalami masalah dengan aliran oli  kecuali berdiri tegak, dan untuk memecahkan masalah ini dapat menambah kompleksitas ke mesin.

Keunggulan ini membuat motor 2 tak ringan, sederhana dan lebih murah untuk diproduksi. motor 2 tak juga memiliki potensi untuk menyemburkan  daya  sekitar dua kali ke dalam ruang yang sama karena ada langkah tenaga dua kali lebih banyak per putaran. Kombinasi ringan dan dua kali tenaga memberikan motor 2 tak power-to-weight ratio yang besar dibandingkan dengan banyak motor 4 tak.

Singkatnya, keunggulan mesin 2 tak adalah :
- Ringan, sederhana, biaya produksi lebih rendah
- bisa Dua kali lipat dayanya dibanding 4 tak dg kubikasi sama
- Power to weight ratio yang masif.

Nah dengan keunggulan mesin 2-tak yg luar biasa ditambah aksesoris semacam KIPS, HSAS, dsb jadilah Ninja RR semakin jauh didepan, apalagi bila bajunya makin berkarakter, jelas makin bikin kepincut.. Barangkali kekurangannya adalh oli samping, atau teknologi 2 langkah ini mulai ditinggalkan. Namun buat para speed lover, siapa peduli hal tersebut ? :P

Demikian.. monggo (gianluigimario)

Kombinasi silinder pada mesin motor 4tak.

Anda punya pilihan.  Suara yang nyaring atau performa maksimal – tetapi Anda tidak dapat memilih duaduanya.  Silinder yang  lebih sedikit, bersuara  besar dan berkaitan dengan sikap(atitud)  pengendara motor dan budaya cruiser. Tetapi silinder yang sedikit  membatasi rpm maksimal sepeda motor.

Ini berdampak pada performa, akselerasi, power dan torsi. Namun pada putaran rendah  hanya ada sedikit untuk pilihan antara 2, 3 dan 4  silinder-.. biasanya 2 silinder memberikan torsi lebih pada putaran mesin rendah.

Semakin sedikit silinder di mesin, semakin sepeda cocok untuk Trail, off-road dan kondisi MX  (ektrim) karena kebutuhan untuk torsi lebih pada putaran rendah.

Semakin banyak Silinder yang ada, semakin sepeda cocok untuk jarak jauh di jalanan karena mesin semakin ‘halus’ . Vibrasi umumnya menurun dengan peningkatan jumlah silinder. Hal ini penting untuk touring jarak jauh. “

The Single Cylinder Motorcycle Engine:

Yang paling dasar dari desain mesin sepeda motor yaitu dengan 1 piston, 1 silinder  untuk bergerak ke atas dan ke bawah dan 1 busi. Mudah untuk memperbaiki, ringan, mudah untuk perawatan dan murah.

Terutama digunakan di sepeda motor kecil di mana torsi lebih penting dari power dan top speed.  Karena menggunakan karburator tunggal, tidak pernah ada kebutuhan untuk melakukan “sinkronisasi karburator ” dan dengan demikian menghemat biaya.

Kelemahan Engine Silinder Tunggal adalah: ketidakmampuan untuk memiliki yang lebih. Karena hanya ada satu silinder itu sangat sulit untuk membuat mesin merasa halus saat berjalan dan karena tunggal memiliki getaran yang tinggi.

The In-Line Motorcycle Engine:

Konfigurasi di mana semua silinder dalam satu baris. Sebuah Paralel-Twin adalah sebuah mesin yang memiliki dua silinder ditempatkan sejajar satu sama lain dan vertikal. Sebuah Triple adalah mesin sepeda motor 3-silinder. Tata letak mesin di mana silinder tersebut diatur dalam sebaris, dan in-line dengan roda mesin.

In-Line Parallel Twin

In-Line Parallel Twin mesin motor dua silinder desain sejajar satu sama lain . Saat ini, mesin Twin paralel adalah tidak sepopuler dulu, tapi menghasilkan torsi seperti tunggal, namun  ringan dan menghasilkan hampir dua kali lipat RPM dan memiliki tenaga kuda  dan topspeed yang baik. Motor yang menggunakan desain ini memiliki keuntungan ringan, cepat, dan gesit. Karena mereka memiliki komponen hampir dua kali dan menggunakan karburator laras ganda  pemeliharaannya lebih tinggi tapi tidak setinggi mesin In-line yang lain . Berkat memiliki dua piston dan dengan penggunaan counter balancers untuk melawan efek dari kekuatan piston mesin kembar paralel jauh lebih halus daripada tunggal.

Kelemahan dari kembar In-line Paralel adalah getaran lebih, RPM lebih rendah dan tenaga kuda lebih rendah dari mesin In-line  lainnya.

In-Line Triple Cylinder :

mesin In-LineCylinder Triple  semakin sulit ditemukan saat ini. Keuntungan dari Triple Inline adalah: Mereka mampu menghasilkan RPM jauh lebih tinggi  dan memiliki torsi lebih seperti desain In-Line four. Bobot lebih ringan dari   In-Line four dan menggunakan part lebih sedikit. Selain itu getarannya berkurang karena piston dapat lebih mudah seimbang.

Kekurangan konfigurasi ini adalah part yang lebih mahal karena “kelangkaan” nya.

In-Line Four Cylinder :

mesin raja kecepatan hari ini untuk tenaga kuda atas, kehalusan dan kecepatan tertinggi. Banyak sepeda menawarkan mesin ini karena fitur-fitur seperti ZX1200R, CB900F, GSXR750. The In-Line four diperkenalkan pada tahun 1968 pada CB750 Honda dan tidak ada mesin lain yang bisa menyamai itu pada saat pada strip drag. Sebagian besar ditemukan dalam  kapasitas lebih besar dari 500cc karena ada kompleksitas dan ukuran piston diperlukan.


Kelemahan dari gaya ini adalah berat, kompleksitas, kurangnya torsi pada rentang RPM yang lebih rendah. Karena sebagian besar mesin in-line four  menggunakan empat bank karburator biaya pemeliharaannya tertinggi untuk mesin in-line. Kehalusan mesin  sangat bagus meski tidak sebagus gaya mesin Boxer.

In-Line Six Cylinder :

Sebuah mesin yang sangat kompleks diproduksi terutama pada akhir 70 dan awal 80-an. The In-line six dirancang baik dalam perang tenaga kuda, ukuran dan multi-silinder dan menjadi raja dari semua mesin. Hanya ditemukan dalam  sepeda motor cc terbesar  (seperti Z1300, CBX1000) dan menawarkan kecepatan akhir lebih besar, tenaga kuda dan kehalusan  dari in-line four.

Sayangnya kelemahannya melebihi  sebagian besar  keuntungannya : Terlalu banyak bagian yang bergerak (moving parts), terlalu rumit untuk saat itu, terlalu mahal untuk perawatan dan terlalu berat. Sementara karburatornya sangat sulit untuk maintenance-nya. . Sayangnya, pasar tidak siap untuk mesin kompleks pada saat itu.


The V-Twin Cylinder Motorcycle Engine:

Tata letak Dua silinder  di mana silinder membentuk “V” pada suatu sudut dengan blok transmisi.

Mesin  V Twin  dirancang dalam jumlah yang berbeda derajat (diukur dari tengah setiap piston untuk piston), semakin jauh terpisahkan  sudut  mesin semakin halus daripada menjadi tanpa kehilangan keuntungan atas desain V  Kembar yang sempit. Tentu saja, semakin besar sudut V-Twin semakin panjang (dan besar) dalam ukuran (tetapi tidak semakin melebar).

Mesin V-Twin memiliki banyak keuntungan seperti: berat  rendah, kesederhanaan, torsi tinggi, dan mampu memberikan rentang RPM yang baik. V-Twin juga memiliki beberapa kelemahan juga seperti: tenaga kuda  dan kecepatan puncak lebih rendah dibandingkan dengan mesin multi-silinder lebih dari 3 , dan pada sudut V tertentu dapat memiliki vibrasi yang tinggi. Sudut 90 derajat memiliki vibrasi terendah.

V4 (Four) Cylinder Motorcycle Engines:

Sebuah kemajuan pada desain V-Twin untuk menghapus kekurangan yang melekat seperti getaran, kecepatan dan tenaga kuda. V-Empat adalah mesin yang baru dikembangkan (awal 1980-an) dan keuntungan yang ditawarkan sendiri seperti pengendaraan lebih halus, lebih banyak torsi dan tenaga kuda, dan kompleksitas sedikit daripada Line In-4/6 dan mesin Boxer.

Boxer Two Cylinder :

Dua-silinder mesin Boxer Twin menawarkan tingkat yang jauh lebih baik dari kehalusan selama mesin 45o Twin V-Twin dan Paralel, dan kompromi antara keduanya dalam hal RPM tinggi dan torsi kurang.
Kerugian adalah kedua kepala silinder menonjol di kedua sisi mesin, sehingga jarak cornering berkurang dan jauh lebih rentan terhadap kerusakan.

Boxer Four Cylinder :

Sejak tahun 1950-an, Boxer Empat adalah penerus Twin Boxer dalam kinerja dan kehalusan yang  lebih ditingkatkan. Dengan 2 silinder menentang di kedua sisi mesin desain yang jauh lebih cocok untuk touring daripada sport (karena batas-batasnya menikung) tapi digunakan untuk keduanya. Empat Boxer menawarkan banyak keuntungan dari  In-Line tetapi mengorbankan RPM yang lebih tinggi dan sempitnya desain untuk kelancaran.  Lebih kompleks, sulit untuk menemukan aftermarket parts dan mahal untuk perawatan , sehingga popularitas mereka berkurang.

Sebagian besar ditemukan pada sepeda motor BMW dan Goldwing Honda sepeda motor touring tapi sulit untuk menemukan sepeda motor baru hari ini.

Boxer Six Cylinder :

Tampaknya sejarah berulang dengan pengenalan lain mesin 6 silinder 20 tahun yang lalu (lihat Honda Inline-Enam) dan tingkat kompleksitas tinggi masih ada di mesin ini. Seperti Inline Enam, mesin ini ditujukan untuk pasar Touring (dan kapal penjelajah listrik juga), apakah konsumen akan siap untuk itu? Sejauh ini setelah 4 tahun produksi, tampaknya ya.

Saat ini produsen  yang menawarkan mesin ini adalah Honda. Jadi bagian yang mahal serta pemeliharaan  juga sangat berat. Tapi untuk tur jarak sangat panjang, Anda tidak dapat menemukan mesin yang lebih halus di pasar. Keuntungan dari Enam Boxer banyak, jumlah tinggi torsi dan tenaga kuda, rentang RPM yang baik dan kehalusan seperti’ kaca’. Mereka hanya dibuat dalam ukuran yang SANGAT besar (1500cc) sekarang. http://www.totalmotorcycle.com/

Ringkasan saya :

Berikut bagan singkat macam konfigurasi mesin :

Kelebihan dan kekurangan mesin tunggal dan multi-silinder :

Mesin Silinder tunggal :
- Sederhana
- Torsi lebih penting dari power
- Lebih ringan
Kekurangan :
- RPM terbatas
- sulit mencapai mesin yg halus
- Vibrasi besar

Mesin Inline :
- Torsi seperti tunggal, tapi RPM lebih tinggi
- Power lebih besar
- Jauh lebih halus dari tunggal
Kekurangan :
- kompleksitas
- berat
- kurang torsi pada RPM rendah

Mesin V :
- Halus
- Tidak perlu tempat luas
- Torsi tinggi pada range RPM yg luas
Kekurangan :
- Kompleks
- Vibrasi yg dipengaruhi sudut mesin

Mesin Boxer :
- kehalusan dan performa mesin terbaik (touring)
- kompromi RPM tinggi dan Torsi yg baik
Kekurangan :
- Cornering terbatas
- Mengorbankan RPM tinggi
- Kompleks dan mahal.

demikian.. (gianluigimario)

60 hari jadi blogger papan bawah..

Nggak kerasa, sejak 1 januari (pas tahun baru), hingga hari ini sudah 60 hari saya ikut2an rekan-rekan buat blog.. Alhamdulillah. Kalau bukan atas karunia Allah dan dukungan para rekan, rasanya saya nggak mungkin eksis.

Dulu sempat pesimis, dengan kemampuan saya yang lemah dan pas2an, bisakah saya membuat sesuatu yang berarti. Namun dengan mencoba dan sembari mengucap bismillah, gubuk kecil ini masih bisa berdiri.

Sejak hari pertama, topik yang saya usung itu dua :
- Mengambil hikmah/ kebaikan sesuatu, dan
- Menyalurkan hasrat menulis otomotif.
Coba kita lihat kembali hari pertama maka dua tujuan ini telah terlingkupi. Untuk tujuan hikmah, saya mencoba mengambil pelajaran dari lagu Tuhan-nya wali sebagai postingan pertama, lalu Cewek dan motorsport menjadi artikel otomotif pertama saya, juga pada hari itu.. Alhamdulillah..

Prinsip utama blog ini adalah belajar dan berbagi.
Karena yg punya warung ini masih banyak kelemahan disana dan disini, tanpa memiliki satupun keahlian yang berarti, maka untuk itulah LearningFromLives terus belajar… apa yang saya peroleh dari belajar, itu sedapatnya saya bagi..
Bila ada kekurangan dalam prosesi belajar, yang kurang berkenan mohon dimaafkan.. :cry: Bila ada kekeliruan dalam berbagi, mohon keikhlasannya :)

Atas dukungan para sahabat blogger yang lain, saya mengucapkan banyak terimakasih karena mengingatkan, memperbaiki, menambahi, bahkan mencela.. itu membangun sekali buat kedepannya Blog ini.
Kalau tanpa atensi panjenengan, tulisan dan pendapat saya takkan banyak berarti.. :P

Dalam 2 bulan itu, LearningFromLives blog telah mencapai :
- 200 an post. (50-an otomotif /25% dari keseluruhan)
- 1500an koment (dari anda)
- 102 spam nyasar
- 27rb an views (7rb januari, 20rb februari)
- 34 follow (44 total).
Tentu catatan tersebut hanya kecil saja, bukan luarbiasa namun tak membuat saya lupa berterima kasih kepada yang telah memberi apresiasi buat saya. Berarti sekali dukungan itu buat gubuk kecil ini, seperti apapun rupa support-nya.

Saya akan berupaya memperbaiki apa yg kurang dari blog ini, dan terus produktif  menelurkan pemikiran enteng, analisa ringan, atau prediksi ngawur saya yang semoga berguna buat semua.

Singkatnya, gubuk kecil ini memang penuh kekurangan, namun insyaAllah akan terus berkarya.
Sengawur apapun pemikiran saya, seringan apapun analisa, atau se-nggak mutu apapun komparasi saya, itu semua akan saya keluarkan dan biar sampean-sampean yang menilai.

Maturnuwun, dan semoga berguna..

Wasallam
Gianluigimario.

Komparasi P200NS dan YZFR15 V2.0 : sama-sama panas

Kalau disurvey, mungkin p200ns dan r15v2.0 merupakan motor2 yang paling diharapkan ada diindonesia. cmiiw
Oleh sebab itu gubug kecil ini ingin membandingkannya.. hehe.

Mari lihat tabel berikut :

Meski sama-sama SOHC 4valve, kubikasi keduanya terpaut 50cc. Oleh sebab itu dapat dimaklumi kalau power maupun torsi R15 jelas bukan tandingan P200ns (ato sebaliknya :) )
Power R15 hanya sekitar 70% dan torsinya 80% dari P200NS.

Melihat komposisi bore vs stroke dua mesin ini, karakternya jelas lain. P200Ns tipe ‘big bore’ yang mantap tenaganya dan R15 jenis ‘long stroke’ yg putaran bawah/ akselerasinya sip cmiiw.

Desain??? agak berbeda karena jagoan yamaha full fairing, sedangkan andalan bajaj itu naked. kalau soal mana yg bagus tentu tergantung siapa yg ditanya, alias subjektip :P

Peluangnya di indonesia gimana?
Anggap aja P200NS keluar Juni dan R15V2.0 brojol sktr Nopember (mgk dinamai berbeda). Maka faktor yg memecah konsumen barangkali adalah :
- Kalau yang mau value for power bagus -> p200
- penggemar Vixion yang mau update -> R15
- desain fresh dan tajam -> P200
- Mau keren full fairing -> R15
- Tertarik dengan revolusi bajaj ->P200
- Sudah percaya sama Yamaha -> R15
- Teknologi tiga busi yang fenomenal -> P200
- Yakin dengan Injeksi  dan mau rasain 6speed Yamaha-> R15
dsb..dsb.. blabla..blablabla.. :P

Kesimpulan singkatnya, imho meski kubikasi beda tapi pasar yg diperebutkan relatif sama, kecuali jika R15 pasang harga diatas 30jt :shock:   alamat menyasar premium.
Tapi pilihan konsumen akan tergantung apa yg diprioritaskan.
Kalau cenderung tenaga mesin dan desain baru dg harga lumayan, P200NS jawabnya. Mau merasakan more powerfull vixion, fairingan dan pake 6-speed tebus aja tuh R15.. hehe

Sampean sendiri, suka yang mana?
monggo (gianluigimario)

Lebih mungkin kalo Yamaha 250 bukan Fazer, dan nggak dibawah 30juta. Kenapa? Ini analisa ringannya

Warung ini tertarik dengan obrolan di tempat TMCblog soal Yamaha 250CC. Learning from lives telah menulis topik serupa seminggu lalu. Apalagi dengan pendapat Kang Haji soal Fazer250 yang bisa jadi akan dibawa ke Indonesia dan disebut berharga 25~26juta. Sebenarnya saya sependapat, tapi rasanya kok lebih kuat kemungkinan  kalo Mesin tersebut bukan Fazer.. dan nggak akan berharga ‘semurah semeriah’ itu..

Ini imho lho ya..

Untuk memulai diskusi, mari melihat kembali tabel dulu :

Saya berargumen dari 3 alasan :
1. Teknologi 4-stroke SOHC Fazer lumayan jadul.
2. Mesin Fazer Inferior secara power dibanding kompetitor
3. Harga nya jauh dibawah ketiga ‘calon lawannya’.

Pertama soal teknologi. Kalau Fazer 250 brojol disisni  beberapa tahun yang lalu, katakan 2006/7  misalnya, saya setuju Fazer akan mendapat tempat yang istimewa. Namun bila sekarang dia keluar, ditengah kehadiran Ninja, CBR250, atau Inazuma yang DOHC atau 2 cilinder, Fazer terlihat paling wagu..
Saya kira imho, Yamaha bakal menyamai paling tidak, atau melebihi teknologi ketiga pendahulunya, kalau memang berniat sungguh-sungguh di kelas seperempat liter. Jadi katakanlah, lebih mungkin mesin itu DOHC, atau dua silinder.. cmiiw

Dua, spek yang lumayan inferior.
Saya pernah baca bahwa prinsip yamaha itu “bukan yang pertama, tapi yang terbaik” atau “semakin didepan“.
Nah bila Fazer dikeluarkan ditengah motor 250 pabrikan lain, jelas dia bukan terbaik dan bukan terdepan, malah bisa jadi paling belakang.. Saya kurang mengetahui seperti apa politik Yamaha biasanya, namun rasanya bukan “menjadi yang biasa atau sedang saja“.
Yamaha Byson mungkin seperti ini, tapi itu karena sudah ada Vixion yang menduduki “terdepan“. imho

Jadi imho, mesin Yamaha mungkin bukan Fazer sekarang karena mesin itu nanggung.. cmiiw

Tiga, soal harga dibawah 30juta.
Saya lumayan setuju bahwa kelas 250 itu membidik pasar premium, jadi harga tentu nggak bisa rendah.. harus ada di Range tertentu, katakan diatas 40jt. kalau dibawah 30jt, pasar Yamaha bukan premium lagi cmiiw..
Imvho, Yamaha lebih pas kalau mengeluarkan mesin yang betul2 setara/melebihi pesaingnya, dengan harga yang tentunya nggak jauh pula. rasanya taktik ini lebih pas, karena kelas premium harus mengutamakan fitur/performa istimewa dengan harga premium pula, bukannya menawarkan mesin tanggung namun diskon harga. Salah kelas kalau taktik ini, imho

Tambahan, bila kita anggap bocoran soal  sudah ada mesin cc besar yg lagi trial di jepang adaalah benar, ini menguatkan perkiraan saya bahwa mesin itu bukan mesin lama.. Kalau Fazer250 yang mau dikeluarkan disini, bukankah tidak perlu trial lagi..

Akhir kata, ini hanya pendapat saya bahwa mesin Yamaha 250cc bukan Fazer 250 tetapi mungkin suatu mesin dohc, atau dua silinder hehehe. kalau nantinya keliru? maklumlah kan analisanya ringan saja :mrgreen:
Harapan saya sih modelnya nggak jauh dari Ninja atau CBR dan khas yamaha, kan kelas premium harus beridentitas!

Piye pendapat panjenengan semua? monggo (gianluigimario)