3 Hal penyebab manisnya iman

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, bila ia mencintai seseorang tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya bagaikan kebenciannya bila hendak dimasukkan ke dalam nyala api(neraka).” (Muttafaqun ‘alaih)

Kandungan:
1. Cinta Allah dan Rasul diatas segalanya.
2. Mencintai seseorang karena Allah.
3. Benci kembali pada kekafiran.

Mencintai Allah dan Rasul harus diletakkan diatas segalanya, karena Allah lah yang paling pantas kita cinta, yang tak pernah putus memberi kita rahmatNya dalam tiap hembusan nafas. Mencintai Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam juga wajib melebihi cinta kepada diri sendiri, sebab atas perantara beliau lah kita mendapatkan petunjuk dan mengetahui kebenaran.. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah seorang hamba beriman hingga aku menjadi orang yang lebih ia cintai daripada keluarganya, hartanya dan manusia semuanya.” (HR. Bukhori). |
Allah ta’ala juga berfirman: ”Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri” (QS. Al-Ahzab: 6).

Mencintai orang lain adalah manusiawi, tetapi akan menjadi ibadah dan keutamaan yang luar biasa bila kita mampu mencintai karena Allah. Hal ini hanya bisa diwujudkan bila kita terlebih dulu mencintai Allah sepenuh hati, dan tentunya atas pertolonganNya. ada sebuah hadis tentang ini:
Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya, malaikat berkata, “Kau mau ke mana?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu kepada saudaramu?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT.”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya.”(H.R Muslim)

Sedangkan membenci kekafiran dan api neraka dapat berarti selalu menjaga diri agar tak melanggar larangan Allah, agar hal tersebut tak sampai menyeret kita kepada azabNya. Hal ini pun susah dilakukan, bila kita belum mencintaiNya.
“ Siapa yang menyintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan mencegah karena Allah sesungguhnya telah sempurna imannya.” Hadis riwayat Tirmizi (2521), Abu Daud, Ahmad dan Hakim

Nah, sudahkah kita memulai mencintai Allah..?
Monggo..

About these ads

3 thoughts on “3 Hal penyebab manisnya iman

  1. sigit says:

    jazakalloh

  2. making money says:

    Simply desire to say your article is as amazing.
    The clearness to your publish is just nice and that i could suppose you’re a professional in this subject.
    Well with your permission allow me to grasp your RSS feed to stay updated with drawing close post.

    Thank you 1,000,000 and please continue the enjoyable
    work.

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s