Sebuah Renungan : apa bekal kita untuk hari akhir sudah cukup?

Seorang ustadz menceritakan sebuah hadis populer, yang mungkin pernah saya tuliskan, tentang pertanyaan sahabat kepada Rasulullah shalallahualaihi wasallam..
Ya Rasul, kapan kiamat itu datang?.. ” tanya sahabat itu
Apa yang sudah kamu persiapkan untuk hari kiamat itu? ..” Rasul balik bertanya
Sahabat tersebut terdiam sejenak, kemudian berujar  :
Ya Rasul, saya tidak punya banyak puasa, saya juga tak punya banyak shalat, namun saya sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.. “
Kamu akan bersama orang yang kau cintai.. “  jawab Beliau..

Menarik sekali jika kita pun menanyakan hal serupa kepada diri sendiri, hal apakah yang telah kita persiapkan untuk bekal nanti.. Mungkin yang dimaksudkan hadis diatas adalah tentang banyaknya puasa sunnah dan shalat nafilah, karena perkara fardu jelas wajib dikerjakan.. tanpa peduli berapa banyaknya, kecuali dengan uzur..

Kata-kata kuncinya adalah “mencintai” Allah dan Rasul telah cukup menjadi bekal persiapan. Namun ketika kita mencintai Allah, bukankah otomatis apapun yang Dia minta kita tunaikan, yang dilarang-Nya kita jauhi.. Begitu pula dengan hal cinta Rasul, rasanya nggak sempurna kalau kita abaikan sunnah beliau.

Singkatnya memang “Cinta saja sudah cukup”, namun tuntutan kata cinta itu sendiri tentu searah dengan pengabdian dan ketaatan..
Adakah pencinta yang tak peduli dengan keinginan kekasihnya???.

Mulai dengan mencinta, kemudian taat, itulah bekal yang benar..
(gianluigimario)

Berapa idealnya artikel ngeblog per hari? .. tidak ada.. (*artikel ringan)

Jika diliat sepintas, biasane blogger mapan itu 3 artkel minimal. Blogger papan bawah berapa? tidak ada (aturan/batasannya), alias bisa sak karepe dewe.. :D

Ada waktu dan ide ya nulis, nggak ada ya libur, hehe.. itulah enaknya.

Blogger seperti yang punya warung ini, kalo mau buat banyak tulisan sebenarnya sih bisa aja. sehari bikin delapan biji juga pernah, tapi seringnya sih satu aja :mrgreen: . Buat artikel sporadis percuma kalau sehari saja besuknya kehabisan bahan, hehe. Lagi pula kan ada momen dimana suatu topik cocok atau nggak diluncurkannya.

Blogger papan bawah bebas.. bikin artikel nggak dipuji, absen gak nulis pun nggak dicari,, Beda dg yang papan atas, keluar cuman sebiji aja, sudah pada rame nyari tuh. Jadi semacam “tugas” moral, :D . Enakan bisa bebas tanpa aturan dosis ya???

Buat gianluigi mario, bukan kuantitas yang penting.. asal rutin biarpun sebiji dua potong cukuplah. Gak perlu ngejar target seperti blogger papan atas, kan talenta nggak sama sarana juga lain.. hehe. Hits? biarin aja.. rame ya syukuran, sepi juga nggak rugi modal..
Keep blogging and Enjoy aja“..

Salam damai ya…
(gianluigimario)

Ngeblog harus pakai hati??? .. obrolan ringan.

Apa maksudnya ngeblog harus  pakai hati?
Nulis kan pakai tangan, hehehe..
Ngeposting juga pakai komputer..
Mikirnya juga dengan otak..wkwkw

Lha hati itu piye?

*sedikit serius..
Semua hal kan kalo menjalaninya nggak pakai hati bakal terasa berat.. Contohnya milih motor, dipilihin ortu kan makainya agak kurang sreg.. (kecuali ortu beliinnya yang mahal sekalian :) ). Atau nikah tapi dijodohkan, bukan pilihan hati sendiri kan kayak nggak pas gitu.. *hehe kecuali dijodohkan sama cewek cakep, baik, kaya, dsb.. wkwkw rejeki nomplok malahan. :mrgreen:

Begitu pula ngeblog..
mengetiknya memang memakai jari, mempublish dengan komputer, mencari ide lewat imajinasi pikiran, namun bila melakukan semua itu tidak sejalan dengan hati maka ngeblog akan dinilai berat. Bisa jalan emang beberapa lama, namun tanpa passion mungkin nggak akan bisa kontinyu..  Suatu saat akan mengalami titik antiklimaks karena setiap hari nggak sejalan dengan hati.

Hati harus seirama dengan apapun yang sedang kita geluti..

wkwkwkw..
kemampuan memang penting, adanya berita atau ide juga vital, namun menulis dengan hati itu tak kalah penting untuk kelangsungan blogging.. :P
Setuju nggak???
(gianluigimario)

Renungan malam : kita tidak tahu kapan akan mati, tapi harus tetap hati-hati dijalan…

Hari ini gianluigimario mendapat kabar sedih. Seorang mantan rekan sekantor ada yang meninggal kecelakaan di Manukan, Surabaya saat menjemput isterinya. Inna lillahi wa inna ilaihi Rajiun..  Si wanita sendiri saat ini sedang kritis. Tidak dijelaskan seperti apa detailnya, karena belum ada keterangan yang lengkap..

Saya jadi ingat kalau Allah berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُواْ يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ

Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh (QS An Nisa 4:78)

Kita tahu benar, bahwa kalau saatnya dipanggil Tuhan, itu takkan meleset sedikitpun..
Namun bukan berarti kita lantas tidak berhati-hati dijalan, atau tidak memakai alat safety untuk keselamatan..

Berhati-hati, menaati peraturan lalu lintas, memakai alat pengamanan adalah termasuk ikhtiar kita Melengkapi doa sebelum berkendara.. Setelah itu barulah kita berpasrah kepada Allah, apa yang menjadi kehendakNya.

Memang kematian kita telah ditulis, kita takkan mampu lari.. namun alangkah baiknya untuk tetap berihtiar menjaga keselamatan sembari berdoa.. Kalaupun ketetapan berkata lain, paling tidak kita sudah berupaya..
Semoga diberi kekuatan dan kesabaran..
(gianluigimario)

Ikutan ke acara Donor JATIMOTOBLOG di Malang ahh..

Emangnya mau turut serta donor darah, katanya takut jarum suntik??? :P
Hehe hanya ikut menyemarakkan saja.. boleh kan :)

Lagipula kalaupun memaksakan diri, paling ya nggak diterima karena berat badan kurang ideal.. wkwkwk.
Sing penting bisa ketemu rekan-rekan aja.
Mbah Wiro yang ramah, pak RT yang bijak ( :) ), dan yang lainnya.

gambar nyolong dari mbah wiro

Untuk itu, yang punya warung permisi mau tidur dulu ya… hehehe