” Sudah Takdir, Mas.. “

Kebanyakan orang, kalo disebut kata “Takdir”, akan merespon dg ketidaksetujuan. Ini sudah saya alami sendiri.
Saya akan dijudge pemalas, pasrah, tak usaha, ngawur, sampe terburuknya:  SESAT. (wuihh sereemm).
Takdir memang perlu pembahasan agak panjang dan berdasar, tak cukup singkat. Karena itulah, tak salah kalo takdir disebut ‘benang kusut’, meski sungguh takdir tak se-njelimet itu.

http://muslim.or.id/aqidah/memahami-takdir-ilahi.html
adalah salah satu referensi yang baik dan cukup jelas ttg takdir.

Tapi di blog singkat ini saya gak bermaksut mengurai dg mendalam, hanya mencoba memaparkan pemahaman saya sendiri.
Untuk sebagian orang bisa jadi akan berbeda pendapat, tapi bagi saya itu sah saja asal mereka punya pijakan yang ujungnya ke Quran dan Sunah. Jika pun saya keliru menurut kebanyakan, itu semata karena dangkalnya ilmu dan pemikiran saya..

Singkatnya bagi saya seperti ini.
Katakanlah ada 4 kata kunci ini: Ketentuan, doa,upaya, tawakal.

Kalo kita mengingini sesuatu, kita mulai dengan berdoa kepada Allah agar memenuhi atau memudahkan hajat kita.
Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah dalam hal yang bermanfaat bagimu. Dan minta tolonglah pada Allah dan janganlah malas. ….” (HR. Muslim)

Kemudian kita upaya sekuat tenaga (sampe tidak bisa berupaya lagi, kalau saya), untuk mewujudkan itu. saya lakukan itu untuk memenuhi kewajiban saya sebagai manusia, karena diperintah Allah.. Dalam hati saya tak lupa, upaya saya bukan sebab suatu keberhasilan, tapi keberhasilan semata karena diberi Allah, bukan kerasnya upaya saya. Bisa jadi akan ada sanggahan untuk saya, ‘upaya juga berperan dalam sukses, mas’. Saya hormati pendapat mereka dan saya terus berupaya, tapi keyakinan dihati saya tetap: Allah yang memberi.  “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. At Takwir [81]: 29).

‘mendorong’ adalah salah satu upaya untuk sampai di rumah ^_^

Berikutnya, setelah doa dan upaya telah purna, kita tinggal tawakal. Dalam bagian ini, menurut saya cabangnya ada dua, dan saya tak tahu pasti manakah yang lebih mulia. Pertama, Hadapkan hati penuh harap kepada Allah agar dipenuhi, kita sudah doa dan upaya tinggal menyerahkan urusan kepada Allah berharap akan keberhasilan. Kedua, Menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, percaya Dzat yang kita serahi urusan adalah Maha penyayang lagi bijaksana, apapun yang Dia pilihkan itu kuterima, di hati aku tak punya pilihan khusus. biar Allah yang pilihkan. “..barangsiapa bertawakal kepada Alloh, maka Dia itu cukup baginya.” (Ath Tholaq: 3)
http://mediamuslim.wordpress.com/2007/01/05/tawakal/  adalah bacaan yang baik untuk tawakal.

Terakhir adalah Ketentuan/takdir itu sendiri. Kalo putusan Allah sudah turun, akan kusambut itu dengan suka cita karena Allah. Kalau itu kemenangan, semoga aku tak lupa bersyukur dan ingat itu dari Allah. kalaupun itu adalah kekalahan, akan kususul dengan sukacita pula, mengharap diberiNya kekuatan dan mencintai pilihan itu semata karena Allah yang membuatnya.. itu amalan hatiku, di bibir akan kuucapkan “takdir”.. “Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al Hajj [22]: 70).

Itu asal muasal saya mengucap kata ‘takdir’ tadi. dan itu pemikiran di kepala saya tentang TAKDIR.
setelah itu, judge apasaja buat saya( biarpun seremm), ya tak dengar saja, tapi maaf  saya punya keyakinan sendiri..

2 thoughts on “” Sudah Takdir, Mas.. “

  1. ali says:

    sip mas bro, q dukung. q juga berkeyakinan seperti tu. mudah2 tu memang benar krn semua hanya Allah SWT yg tau. kita sebagaimana mahluknya hanya yakin yang bersandar pada al-qur’an dan al-hadist

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s