Ujub, Sum’ah dan Riya’

Kita mungkin sering mendengar tiga istilah itu, dan agak bingung dengan apa perbedaan antara ketiganya. Artikel singkat berikut ini semoga membantu..

Definisi Ujub.

Ujub mungkin dlm bahasa indonesia paling dekat dengan kata Bangga.

Sufyan Ats-Tsauri rohimahumulloh, meringkas definisi ujub sebagai berikut: “Yaitu perasaan takjub terhadap diri sendiri sehingga seolah-olah dirinyalah yang paling utama daripada yang lain. Padahal boleh jadi ia tidak dapat beramal sebagus amal saudaranya itu dan boleh jadi perkara haram lebih suci jiwanya ketimbang dirinya”

Selengkapnya

NIKMATNYA BERTAUBAT

Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (Ali-Imran [3]: ayat 135)

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan Surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.(Ali-Imran [3]: ayat 136)

Allah SWT dengan tegas menyatakan dalam ayat diatas bahwa salah satu ciri orang yang bertaqwa kepada Allah bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa dan tidak punya salah, akan tetapi, orang yang bertaqwa yaitu mereka yang apabila melakukan kesalahan, mereka kemudian mengingat Allah serta bertaubat atas segala kesalahan yang dilakukannya. Mengingat manusia adalah tempat salah dan lupa, maka Allah dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya senantiasa membuka pintu taubat dan ampunan-Nya sampai kelak matahari terbit dari arah barat, saat dimana Qiamat kubra terjadi.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan akan hal itu dalam sabdanya :

“ Sesungguhnya Allah ta’ala membentangkan tangan-Nya pada waktu malam untuk menerima taubat orang yang berdosa pada waktu siang, dan Ia membentangkan tangan-Nya pada waktu siang untuk menerima taubat orang yang berdosa pada waktu malam, sehingga matahari terbit dari arah barat   (sampai qiamat ).” ( H.R. Muslim )

Selengkapnya

Menerima Pendapat Orang Lain

Miliki mental baja untuk menjadi penulis yang tahan dari serangan kritik dan sinisme. Perkaya diri dengan mau menerima pendapat orang lain. Jangan heran bila kemudian akan menjadi penulis yang berkembang.

“Tulisan basi! Gak ada yang menarik!”
“Dari judulnya saja sudah salah. Apalagi isinya?!”
“Tulisan gak mutu!”
“Menulis ngejar target ya?!”
“Tulisan ini lahir dari orang yang memiliki pikiran yang sempit!!!”
“Pantasan aja tulisannya banyak. Gak tahunya boleh copas semua?”
“Penulis model gini. Enaknya diapain ya?!”

Itulah sebagian masukan atau mengingatkan sahabat.

Selengkapnya

Tidur Dalam Islam.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari Aisyah bahawa Nabi telah bersabda: “Jika salah seorang di antara kamu berasa mengantuk, hendaklah kamu tidur sehingga hilang rasa mengantuknya. Jika seseorang bersembahyang ketika mengantuk berkemungkinan dia membaca istighfar sedangkan sebenarnya dia sedang mencaci dirinya sendiri.”

Tidur Dan Istirahat yg cukup adalah Ibadah. Islam adalah satu agama yang seimbang. Ia mementingkan tidur dan istirahat agar ibadah dan aktiviti akan dapat dilakukan dengan baik. Dalam sebuah hadis disebutkan tentang kisah Abu Darda’ yang, di antaranya, tidak mau tidur malam karena ingin melakukan ibadah. Salman, sahabatnya, telah menegurnya dengan berkata: “Tuhanmu ada hak ke atasmu, badanmu ada hak ke atasmu dan isterimu ada hak ke atasmu. Berikan kepada semua ini haknya.” Ketika Nabi mendengar perkataan Salman, Baginda berkata: “Benarlah Salman.” (Bukhari)

Selengkapnya