Tidur Dalam Islam.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari Aisyah bahawa Nabi telah bersabda: “Jika salah seorang di antara kamu berasa mengantuk, hendaklah kamu tidur sehingga hilang rasa mengantuknya. Jika seseorang bersembahyang ketika mengantuk berkemungkinan dia membaca istighfar sedangkan sebenarnya dia sedang mencaci dirinya sendiri.”

Tidur Dan Istirahat yg cukup adalah Ibadah. Islam adalah satu agama yang seimbang. Ia mementingkan tidur dan istirahat agar ibadah dan aktiviti akan dapat dilakukan dengan baik. Dalam sebuah hadis disebutkan tentang kisah Abu Darda’ yang, di antaranya, tidak mau tidur malam karena ingin melakukan ibadah. Salman, sahabatnya, telah menegurnya dengan berkata: “Tuhanmu ada hak ke atasmu, badanmu ada hak ke atasmu dan isterimu ada hak ke atasmu. Berikan kepada semua ini haknya.” Ketika Nabi mendengar perkataan Salman, Baginda berkata: “Benarlah Salman.” (Bukhari)



Islam tidak hanya menyuruh seseorang itu tidur, malah menekankan bahawa ia adalah hak badan yang perlu ditunaikan. Dalam hadis yang lain diceritakan bahawa Baginda Nabi telah memasuki Masjid dan ternampak seutas tali yang merentangi dua tiang. Selepas bertanya, Baginda diberitahu bahawa tali itu adalah kepunyaan Zainab agar dia dapat bersandar kepadanya ketika keletihan melakukan sembahyang. Nabipun terus mengeluarkan perintah: “Buka tali ini! Hendaklah salah seorang di antara kamu bersembahyang ketika dirinya terjaga, dan ketika sudah mengantuk hendaklah tidur.” (Bukhari-Muslim)

Tidur siang pernah dianggap sebagai salah satu tanda kemalasan. Islam menganggapnya sebagai suatu kebaikan asalkan seseorang itu tidak berlebih-lebihan dengannya. Di dalam kitab ‘Misykatul Masabih’ disebutkan tentang salah satu amalan sunnah yang pernah dilakukan oleh Nabi: “Tidur yang sedikit di waktu tengahari (qailulah) tidaklah keji. Rasulullah ada melakukannya.” Imam Al Ghazali di dalam kitab ‘Ihya Ulumuddin’ telah berkata: “Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur di siang hari karena ia membantu ibadah di malam hari sebagimana sahur membantu puasa di siang hari. Sebaik-baiknya ialah bangun sebelum gelincir matahari untuk solat zuhur.”

Berapa jamkah yang diperlukan untuk tidur setiap malam? Nabi tidak menyebutkan kadar masanya secara khusus. Baginda sekadar menyebutkan: “Hendaklah salah seorang di antara kamu bersembahyang ketika dirinya terjaga.” (Bukhari-Muslim) dan di dalam riwayat yang lain, Baginda bersabda: “Hendaklah kamu tidur sehingga hilang rasa mengantuk.” (Bukhari-Muslim). Penelitian menunjukkan waktu tidur yg bagus adalah 5-8jam.

“Nabi telah melihat seorang lelaki tidur sambil meniarap, lantas Bagindapun bersabda: Inilah cara berbaring yang dibenci Allah.” (Tarmizi) “Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu hendaklah kamu mengambil wuduk seperti wuduk untuk bersembahyang. Kemudian baringlah di sebelah kanan.” (Bukhari-Muslim) Berkata ‘Abbad ibn Tamim: “Aku melihat Rasulullah di dalam masjid tidur menelentang sambil menyilangkan kaki Baginda.” (Bukhari-Muslim)

Ibn Qaiyim telah merumuskan bahawa Nabi tidak tidur dalam kekenyangan. Baginda berbaring berlandaskan bantal, mengiring ke sebelah kanan dalam keadaan berzikir kepada Allah, sehingga tidur.(At-Thib An-Nabawi oleh Ibn Qaiyim hal. 297) Dapat disimpulkan bahawa Nabi suka tidur mengiring ke sebelah kanan dan kadangkala secara menelentang. Baginda tidur berlandaskan bantal yang sesuai dan membenci tidur secara meniarap. Dalam semua keadaan, zikir tidak pernah Baginda lupakan.

Tanggapan :
* Tidur dan istirahat adalah ibadah, mengapa ? karena kita memenuhi kebutuhan badan agar dapat tetap kuat dlm melaksanakan ibadah lainnya, misalnya salat malam.
*  Tidur memiliki waktu yg ideal. Apabila kurang dr yg diperlukan badan akan berdampak buruk, demikian pula bila berlebihan berakibat kurang baik..
*  Rasul juga tidur.. tetapi tidurnya Rasul istimewa, karena dalam tidurpun beliau tetap zikir..
*  Boleh saja kita salat dlm waktu sepanjang malam,  tetapi akan sulit mendapatkan kualitas yg baik bila mengantuk.. maka Bila berniat salat malam, baiknya tidur pada siang hari. hal ini untuk memberikan hak tubuh untuk mendapatkan istirahat..

Monggo disharing..

7 thoughts on “Tidur Dalam Islam.

  1. Dr.Feelgood says:

    like this bang hehe🙂

  2. terimakasih, gue baru baca artikel nya…!!

  3. syukran.. artikelnya bermanfaat bgt..
    secara medis, limpa berguna utk produksi darah, setiap hari ada dua masa penting, yaitu jam 23.00 – 01.00 dan 11.00 – 13.00. sesuai banget dgn hadis rasul dgn menganjurkan kita tidur siang..

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s