Belajar malu dari Kucing.

Kalo sering muncul istilah “malu-malu kucing”, mungkin predikat tersebut bukanlah kebetulan disandang oleh hewan berkumis ini. Setidaknya ada dua peristiwa yang membuat kucing ‘malu’, meski secara ilmiah jelas bahwa kucing tak punya nurani.

Peristiwa pertama yaitu saat dia buang hajat. Bila diintip secara diam-diam, sebelum buang hajat  kucing bakal tolah-toleh ke segenap penjuru, memastikan situasi aman dan tidak ada yang melihat aibnya.. hehehe. Nah kalo kita pergoki ia, maka dengan malu2 ia mengurungkan niatnya dan mencari tempat rahasia yang lain. Biasanya tempat yang berpasir menjadi jujukan favoritnya.. 🙂

Peristiwa kedua yang bisa kita perhatikan adalah saat ia makan. Kucing seperti punya ‘matahati’ yang mengetahui kapan makanannya halal dan bilamana haram.
Kalo kucing makan dari ikan yang kita kasih, ia makan dengan lahap, tenterem kertoraharjo :mrgreen: , dihabiskannya jatah itu di dekat kita tanpa rasa waswas. Beda halnya bila ia menyelinap mencari makanan,  tanpa sepengetahuan kita alias mencuri. Telinganya begitu waspada, langkahnya hati-hati, dan matannya sigap celingukan ke kanan dan kiri hehe.
ketika keberadaannya diketahui,  belum diusir pun ia lari terbirit-birit.. apalagi kalo sudah mendapat ikan hasil curian, kita pandang saja sudah lari ketakutan, padahal baru kemarin ia makan dengan rasa gemah ripah loh jinawi saat kita beri makan.

Apa kucing tau halal dan haram? apa ia pernah dapat pelajaran moral? pasti tidak!
Tapi kok ia malu? darimana asalnya..

Saya jadi ingat sebuah hadis ..
Suatu saat sejumlah sahabat berkumpul di hadapan Rasulullah saw dalam sebuah majelis. Di antara mereka ada seorang laki-laki bernama Wabishah bin Ma’bad, yang ingin sekali mengajukan pertanyaan perihal kebajikan dan dosa. Menanggapi pertanyaan itu Rasulullah saw meletakkan tangan di dada orang itu dan bersabda: ”Hai Wabishah, bertanyalah kepada dirimu sendiri. Kebajikan adalah apa yang dapat membuat hati dan jiwa tenang, sedangkan dosa adalah apa yang bergejolak di dalam hati dan ketidakpastian di dalam dada, walaupun orang telah memberimu fatwa (nasihat, pertimbangan),” (Hadis Riwayat Ahmad).

Bisa jadi oleh Allah kucing pun bisa bertanya kepada dirinya, dalam bahasa yang tak kita mengerti. Atau mungkin ia memang hewan yang dibekali rasa malu .. Wallahu’alam.
Apa yg dapat kita pelajari dari sini?  Paling tidak ada dua point sederhana
* Sebagai manusia yang dipastikan dibekali malu, seharusnya kita tidak buang hajat sembarangan di tempat umum. Atau dalam kasus yang modern, membuka aurat ditempat publik.. Kucing saja malu, bukankah seharusnya kita lebih malu?
* Kalau kita tahu suatu urusan itu haram, seharusnya kita malu melakukannya. Seharusnya kita lebih malu dari kucing. Tetapi jangan disebabkan bila tak ada yang melihat lantas kita berani mencuri, karena ada Dzat yang selalu mengawasi kita, dan malaikat yang selalu mencatat..

Malu itu sebagian dari iman” (HR. Muttafaq ‘Alaih). “Sesungguhnya sebagian yang didapatkan manusia dari perkataan nabi-nabi terdahulu ialah ‘Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu!’” (HR. Bukhari).

Kalau tidak malu, maka iman kita belumlah sempurna

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ » .

Dari Abu Hurairah r.a. Nabi SAW bersabda, “Iman mempunyai lebih dari enam puluh cabang. Dan malu adalah salah satu cabang dari iman.”  Shahih Bukhari.

Nah apakah kita sudah lebih malu dari kucing?
hehe tanyakan pada diri sendiri..

Advertisements

25 thoughts on “Belajar malu dari Kucing.

  1. adam says:

    pertamak plus

  2. Aa Ikhwan says:

    Abu Hurairah rhadiallahu Anhu adalah salah satu sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang menyukai kucing dan “bersahabat” dengan kucing 😀

  3. yisha says:

    aku sayaaaang kucingku

  4. turut menyimak kang

  5. gogo says:

    kucing memang binatang yg istimewa, ulasan yg keren banget mas bro
    btw yg lg dikasih roti kucinya ente yg mas bro, keren…

  6. Dr.Feelgood says:

    mantap sekali ulasanya mas gian. saya jadi teringat beberapa bulan yg lalu pernah baca di sebuah blog tentang kucing ini, dikatakan bahwa kucing tercipta dari lubang hidung seekor singa, pada jaman nabi nuh AS. saya masih sedikit ragu tentang kebenarannya, tolong mas gian klo dapat keterangannya lebih lengkap dibahas. supaya saya yakin akan tentang penciptaan kucing ini. terima kasih mas gian.

    • hehe sy malah baru dengar dari sampean soal kekerabatan kucing dg singa.. 🙂

      • Dr.Feelgood says:

        ia mas, saya juga baru baca beberapa bulan yg lalu, entah itu bnar apa tidaknya saya juga masih ragu. klo ada waktu tolong mas cari tahu,

      • kalau bnr mmg ada kkerabatan, hal itu patut diselidiki..
        tapi kalo sama harimau kayaknya masih sepupu jauh, gak tau kl sm singa.. 🙂

    • Mohammad Shofie says:

      klo dilihat dr sudut pandang sains modern (skrg), mungkin kisah tsb bisa dipandang sbg metafor (perumpamaan) utk teori evolusi Darwinian ..

      • hahaha sampean sbg peneliti patut dapat tugas berat ini..
        betul2 bombastis diluar dugaan.. situsnya namanya apa yah 🙂

      • Mohammad Shofie says:

        itu cuma scr umum sj, dalam ilmu taksonomi (klasifikasi) singa dan kucing (termasuk harimau, macan tutul aka leopard, dan jaguar) masih tergolong satu famili: Felidae .. artinya kucing dan singa memang berkerabat, meski skrg sdh beda t4 tinggal (satu di savana, satu di rumah) .. mungkin singa jaman nabi Nuh adl nenek moyang (singa purba) utk turunan spesies Felidae yg ada sekarang .. satu lagi, menurut pendapat sy pribadi, metafor “kucing tercipta dari lubang hidung” bisa disejajarkan dengan ide sebagian mistikus timur yg menyebut bahwa Tuhan meniupkan “nafas kehidupan” ke dalam setiap ciptaanNya, yg dr nafas itulah kehidupan digerakkan (berkembang, evolusi) dari satu wujud ke wujud yg lain .. Wallahua’lam

      • wah kudu buka buku biologi pak mustofa habibi nih..
        rangkumanku dulu mgk berguna 🙂
        btw thanks pencerahannya.. 😀

      • Mohammad Shofie says:

        sama2, “masukkan jari anda ke dlm mulut kucing niscaya kucing itu akan senang” 😀

  7. Mohammad Shofie says:

    malam sebelum balik ke mlg saya sempat baca di internet via HP ttg kisah kucing Nabi namanya “Mueeza” .. bahwa Nabi sangat menyayanginya, sampai2 pas si kucing tidur di atas jubah beliau, Nabi tak mau membangunkannya tapi hanya menyobek bagian jubahnya yg ditiduri si kucing supaya tidak membangunkan si kucing (so sweet) ..

    saya jd inget sama kucing sy di rumah, kadang dia tidur sama sy di kasur, kdg tidur di atas TV (cari tempat yg anget)

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s