Ungkapan-ungkapan mengenai Sabar.

“…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d [13]:23-24)

Sabar pada hakekatnya adalah sebuah akhlak yang tertinggi di antara sekian banyak perangai jiwa. Sebuah akhlak yang berusaha untuk menghalangi seseorang melakukan tindakan tidak terpuji. Ini merupakan salah satu daya kejiwaan yang hanya dengannyalah jiwa bisa tegak dan berjalan lurus.

Sabar termasuk akhlak yang paling utama yang banyak mendapat perhatian Al-Qur’an dalam surat-suratnya. Al-Ghazali berkata, “Allah swt menyebutkan sabar di dalam al-Qur’an lebih dari 70 tempat.” Ibnul Qoyyim mengutip perkataan Imam Ahmad: “Sabar di dalam al-Qur’an terdapat di sekitar 90 tempat.”  Abu Thalib al-Makky mengutip sebagian perkataan sebagian ulama: “Adakah yang lebih utama daripada sabar, Allah telah menyebutkannya di dalam kitab-Nya lebih dari 90 tempat. Kami tidak mengetahui sesuatu yang disebutkan Allah sebanyak ini kecuali sabar.”

Sabar ada tiga macam:

  1. Sabar dengan pertolongan Allah|
    Sabar dengan pertolongan Allah: Bersabarlah, dan kesabaran itu hanya karena pertolongan Allah (An-Nahl:127).
  2. Sabar karena Allah
    Sabar karena Allah: engkau sabar karena cinta kepada Allah, mengharapkan keridhoanNya, ingin mendekat kepadaNya.
  3. Sabar bersama Allah
    Sabar bersama Allah: Hamba selalu dalam jalan Allah dalam perputaran hidupnya sehari-hari menyabarkan diri agar selalu bersamaNya berarti selalu pada jalanNya.

Al-Junaid berkata: “Berjalan meninggalkan dunia menuju akhirat adalah mudah; meninggalkan makhluk agar selalu dekat dengan Allah adalah berat; berjalan meninggalkan nafsu menuju Allah sangat sulit; dan bersabar bersama Allah adalah yang paling sulit.” Dikatakan juga “Sabar ialah tidak mengeluh.
Al-Junaid bin Muhammad pernah ditanya tentang sabar. Dia menjawab: “Perumpamaan orang sabar adalah seperti orang yang meneguk minuman pahit, akan tetapi dia tidak mengerutkan mukanya dan tidak mengeluh bahwa itu pahit.”

Dzunnun al-Mishri berkata: “Sabar adalah usaha untuk menjauhi segala larangan Allah. Sikap tenang dalam menghadapi segala macam duka cita yang membelit. Menampakkan sikap layaknya orang kaya disaat dia didera kefakiran dalam kehidupan sehari-hari.”Dikatakan: “Sabar adalah menerima segala macam cobaan dengan tenang dan tabah.” Dikatakan pula “Sabar adalah berusaha untuk bersikap layaknya orang yang tidak diterpa apa-apa ketika sedang ditimpa kesusahan. Tidak sedikit pun ada keluhan terlontar dari mulutnya.”

Abu ‘Utsman berkata: “Orang sabar adalah yang bisa membiasakan dirinya memerangi segala sesuatu yang dilarang oleh Allah.” Dikatakan: “Kesabaran adalah suasana batin seseorang ditimpa musibah dia menghadapinya dengan senang layaknya orang yang sedang mendapatkan siraman kebahagiaan.” Artinya, dia tetap beribadah kepada Allah baik di waktu ada musibah ataupun tidak. Dalam keadaan sehat, dia senantiasa bersyukur, sementara dalam kondisi sakit dia bersabar.

Pernah ditanya seorang laki-laki menghadap Al-Syibly, lalu ia bertanya “Kesabaran manakah yang paling sulit?”,
Syibly menjawab: “Kesabaran dalam mentati Allah.”,
Orang itu mengatakan “Bukan.”,
Syibly berkata “Kesabaran karena Allah.”,
orang itu berkata: “bukan.”
Syibli mengatakan lagi “Kesabaran bersama Allah.”
“Bukan” kata orang itu.
Lantas Syibli bertanya “Kalau begitu kesabaran yang mana?”
Orang itu menjawab “Bersabar ketika jauh dari Allah.”
Lantas Al-Syibly berteriak sekeras-kerasnya hingga ia hampir pingsan.

‘Amr bin ‘Utsman al-Makki berkata: “Sabar adalah sikap tegar dalam menghadapi ketentuan dari Allah. Orang yang sabar menerima segala musibah dari Allah dengan lapang dada.” Artinya, dia menerima semua bencana dari Allah dengan hati seluas samudera dan sama sekali tidak dihinggapi kesedihan ataupun kemarahan sehingga menjurus pada pemaki-makian.

Para ulama berkata “Sabar adalah sikap teguh dalam memegangi kandungan al-Qur’an dan sunnah.”
Ruwaim berkata: “Sabar adalah meninggalkan keluh kesah dan hanya mengikuti jalannya takdir.”
Para ulama lain menyatakan: “Sabar adalah meminta pertolongan kepada Allah semata.”
Abu ‘Ali berkata: “Sama dengan idiomnya, sabar bermakna menahan diri.”
‘Ali bin Abi Thalib berkata: “Sabar adalah sebuah kendaraan yang tidak akan pernah jatuh tersungkur.”
Abu Muhammad al-Jaziri berkata: “Sabar adalah tidak adanya perbedaan sikap dalam meng-hadapi musibah dan kenikmatan. Hati yang sabar akan terus bersikap tenang dalam menghadapi dua hal ini.”
Bagi saya (Ibnul Qayyim), pendapat terakhir ini walaupun benar, akan tetapi tidak semua orang bisa melakukannya serta kita tidak diperintahkan melakukan hal itu. Allah telah menetapkan bahwa tabiat kita memang akan membedakan antara musibah dengan kenikmatan sebagai dua hal berbeda. Akan tetapi yang diperintahkan Allah adalah menahan diri agar tidak mengeluh dan marah-marah, bukannya menyamakan antara dua kondisi ini.

Karena harus diakui bahwa kondisi sehat tanpa musibah lebih disukai oleh semua orang dari-pada harus bersabar. Sebagaimana Rasulullah shalallhau AlaihiWasallam juga pernah bersabda dalam sebuah do’anya: “Wahai Allah, kalau Engkau tidak marah kepadaku maka aku tidak punya keinginan apa-apa kecuali kesehatan, dan maaf dapat Engkau curahkan kepadaku seluas-luasnya.”
Ini sama sekali tidak bertentangan dengan sabda Rasulullah: “Seseorang tidak akan per-nah dilimpahi karunia yang lebih besar dan luas daripada kesabaran.”
(Dikutip dari Ibn Qayyim, Madarijus Salikin, Jilid 2, 410, Robbani Press, 1999) Jakarta.

Tanggapan :

Menurut saya, secara umum dari banyak ungkapan diatas, muncul dua hal :
menahan diri” atau “tidak mengeluh“.
Jadi, kita mendapat kan suatu ujian dan itu pasti sakit tetapi kita menahan diri dari hal yang tidak diridhai Allah, dan tidak mengeluh karena malu bahwa Dia sedang menyaksikan kita..

Sabar memang hal yang berat, tetapi kita bisa memulai melatihnya, dan mengharap pertolongannya..

Demikian, semoga berguna..

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s