Wanita Tua dan Nabi Yusuf

Konon ketika Yusuf dijual pada orang-orang Mesir, maka mereka itu memperlakukannya dengan ramah. Banyak para pembeli dan karena itu, para pedagang memberikan harga padanya senilai dengan minyak kesturi dari lima sampai sepuluh kali berat badannya.
Sementara itu, dalam kegirangan yang amat sangat, seorang wanita tua lari mendekat, dan menyelusup di antara para pembeli itu, ia pun berkata pada salah seorang bangsawan Mesir, “Biarlah kubeli orang Kanaan itu, karena aku ingin sekali memiliki orang muda itu. Aku telah memintal sepuluh kumparan benang untuk membeli dia, maka ambillah benang itu dan berikan Yusuf padaku, kemudian selesailah perkara itu.”

Para pedagang tersenyum dan berkata, “Keluguanmu telah menyesatkan dirimu. Mutiara pelik ini tidak teruntuk bagimu; orang-orang itu telah menawarnya dengan seratus barang-barang berharga. Mana mungkin kau menyaingi mereka dengan beberapa kumparan benangmu?
Selengkapnya

Allah mengajarkan Nabi Yusuf sabar.

Alkisah, setelah  Nabi Yusuf alaihissalam menafsirkan mimpi dua orang pemuda dalam penjara, beliau sempat berkata:
Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua: Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu…” ( QS Yusuf : 42. ) Ketika Yusuf berkata demikian, maka gunung-gunung pun bergoncang dan turunlah Jibril alaihissalam serta berkata:
Wahai Yusuf sesungguhnya Allah  bertanya kepadamu: Siapakah yang menjadikan rasa cinta di dalam hati Ya kub terhadapmu?
Yusuf menjawab  ” Tuhanku“.
Jibril bertanya  “Siapakah yang menyelamatkan dirimu dari tipu daya saudara- saudaramu?
Yusuf menjawab ” Tuhanku.”
“Siapakah yang telah memeliharamu di dalam perigi?
Yusuf menjawab ” Tuhanku.
Siapakah yang menjadikan rasa suka Zulaikha terhadapmu? ”
Yusuf menjawab “ Tuhanku.
Kemudian Jibril bertanya ” Siapa pula yang telah menyelamatkan dirimu dari tipu daya Zulaikha?
Yusuf menjawab “Tuhanku.

Selanjutnya Jibril berkata: “Wahai Yusuf, sesungguhnya Allah telah membuat kebaikan ini untukmu. Maka di manakah engkau melihat tidak mempunyai Allah, sehingga engkau meminta pertolongan kepada yang lain? Wahai Yusuf, dulu  Ibrahim  tidak mau meminta tolong kepada Jibril ketika ia akan dilemparkan ke dalam api oleh Namruz. Ketika itu aku berkata kepadanya: “Apakah engkau memerlukan pertolongan wahai Ibrahim? Kemudian Ibrahim menjawab: Kepadamu, aku tidak meminta pertolongan. ” Begitu pula  Ismail, ia tidak meminta pertolongan apa pun kepada ayahnya Ibrahim, ketika ia akan dikorbankan. Namun ia hanya berkata: “Insya Allah engkau akan memperolehi aku termasuk golongan orang-orang yang sabar.”Tetapi engkau wahai Yusuf baru saja tiga hari berada di dalam penjara, sudah tidak sabar, sehingga engkau minta pertolongan kepada raja.”

Selengkapnya