Wanita Tua dan Nabi Yusuf

Konon ketika Yusuf dijual pada orang-orang Mesir, maka mereka itu memperlakukannya dengan ramah. Banyak para pembeli dan karena itu, para pedagang memberikan harga padanya senilai dengan minyak kesturi dari lima sampai sepuluh kali berat badannya.
Sementara itu, dalam kegirangan yang amat sangat, seorang wanita tua lari mendekat, dan menyelusup di antara para pembeli itu, ia pun berkata pada salah seorang bangsawan Mesir, “Biarlah kubeli orang Kanaan itu, karena aku ingin sekali memiliki orang muda itu. Aku telah memintal sepuluh kumparan benang untuk membeli dia, maka ambillah benang itu dan berikan Yusuf padaku, kemudian selesailah perkara itu.”

Para pedagang tersenyum dan berkata, “Keluguanmu telah menyesatkan dirimu. Mutiara pelik ini tidak teruntuk bagimu; orang-orang itu telah menawarnya dengan seratus barang-barang berharga. Mana mungkin kau menyaingi mereka dengan beberapa kumparan benangmu?

Sambil menatap wajah mereka, wanita tua itu berkata, “Aku tahu betul bahwa kau tak akan menjualnya dengan begitu murah, tetapi cukuplah bagiku kalau kawan-kawan dan musuh-musuhku akan mengatakan ‘Wanita tua ini terrnasuk salah seorang yang ingin membeli Yusuf.’
Dalam versi yang lain, wanita tua itu mengatakan kepada Yusuf , ” Aku tahu aku tak akan mampu menebus engkau, wahai orang yang mulia, tetapi cukuplah bagiku engkau tahu aku telah berusaha dengan seluruh yang aku punya. Bila nanti kita bertemu kembali di waktu yang lain, aku akan senang bila engkau menjadi saksi atasku, ‘wanita tua ini termasuk salah seorang yang ingin memuliakanku..’

Siapa yang tak bercita-cita tak akan pernah sampai ke kerajaan tak berbatas itu. Dikuasai oleh keinginan yang mulia ini, seorang pangeran agung memandang kerajaan duniawinya sebagai debu. Ketika disadarinya betapa hampa kebangsawanannya yang bersifat sementara itu, ia pun memutuskan bahwa kebangsawanan ruhani sama harganya dengan seribu kerajaan dunia.
Dari Mantiqu’t-Thair oleh Faridu’d-Din Attar

Tanggapan :

Kisah singkat ini berisi satu pesan, yaitu ttg cita-cita atau keinginan.
” Meski suatu cita-cita tampak begitu tinggi  atau terlihat tidak mungkin, tetaplah berjuang mewujudkannya.. Kalaupun nanti kita tak berhasil, memang apa yang dicitakan tak termiliki, tetapi paling tidak kita bisa mengatakan bahwa kita telah berusaha dengan seluruh kemampuan.. “

InsyaAllah kita takkan kecewa, karena seluruh upaya telah kita curah.. Sedangkan takdir, itu hanya milik Allah.

Demikian. monggo dishare..

4 thoughts on “Wanita Tua dan Nabi Yusuf

  1. Skipz says:

    Pertamax dlu ah..,
    Yg penting kita optimis dalam hal mencari kebaikan agar Allah ridha. 🙂

  2. Dr.Feelgood says:

    setuju mas gian, memang sejatinya manusia hanya diwajibkan saja terus berikhitiar, tetapi untuk menentukan sebuah keberhasilan tetap hanya Alloh yg punya kuasa akah hal tsb.

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s