Anak kecil dan pelayan toko.

Saya pernah membaca sebuah kisah yang mengharukan yang berbahasa Inggris, tapi lupa baca dimana..hehe.
Mau tak tulis ulang biar kita semua bisa ambil hikmahnya..
Yang mau ambil pelajaran monggo, yang gak suka ya lewat aja langsung hehe 🙂

Singkat kata di warung roti ada seorang pelayan wanita yang sedang menunggui pembeli. Kemudian datanglah seorang anak kecil ke sana dan bertanya-tanya pada si pelayan. Dalam hati pelayan ragu, apa jadi beli anak ini masak punya uang dia.. 😈
Anak kecil (AK) : “Mbak, roti yg merah di atas itu harganya berapa?
Pelayan Wanita (PW) : “Itu 15 ribu dik..”
AK : “Pasti lezat sekali. favorit saya.. kalo yang hijau dibawahnya ?
PW : “12 ribu yang itu.. ”
Si AK berhenti tanya.
Dia memeriksa isi kantongnya dan mulai menghitung berapa rupiah yang ia punya. Sementara PW melihat dg setengah sinis sambil berkata dlm hati ‘ah, paling gak jadi beli..cuman tanya doank’

Tiba-tiba si AK nyeletuk,
tolong bungkuskan yang hijau itu sebuah, mbak. Lain waktu saja yang merahnya
OK dik, tunggu ya..” jawab PW cepat.
iya , saya tunggu..
Setelah selesai pesanannya, AK mengambil semua uangnya dan memberikan pada si mbak PW sambil berkata :
Ini uangnya, ambil saja kembaliannya buat mbak saya ingin ngasih tip buat sampean. Trims
Tanpa menunggu reaksi PW yang bengong, ia berlari keluar dan menghilang dengan cepat.. :mrgreen: (hampir secepat kampret)

Setelah dihitung si mbak, rupanya total uangnya 15ribu.. Jadi si anak rela tidak membeli roti favoritnya demi memberi tip 3ribu untuknya, pikir pelayan ini. Dia tertegun, dan dalam hati menyesali prasangka dan perlakuan sinisnya.

Pelajaran yang dapat diambil :
* jangan menilai buruk seseorang hanya melihat tampilannya saja..
* balaslah perbuatan kurang menyenangkan dengan akhlak mulia..
* bisa jadi anak kecil ini maqomnya sudah tinggi hehe
kok dia sudah bisa berlaku itsar meski masih muda..
* perlakukanlah tamu atau pembeli dengan baik..

hehehe .. demikian kisah ini ditutup.
ada yang punya kesimpulan lain? monggo

20 thoughts on “Anak kecil dan pelayan toko.

  1. yup kadang-kadang memang ada orang kaya tapi pakaiannya sederhana, ada juga orang biasa tapi sombongnya stengah mati hehehe

  2. Dr.Feelgood says:

    benar sekali mas, tentang hal yg tlah diceritakan diatas, kita harus selalu husnudzon (berbaik sangka) terhadap orang lain, supaya pikiran kita tdak selalu diselimuti kedengkian kpda orang yg bru dikenal. dan Inysa Alloh dengan kita berbaik sangka kepada orang, kita sebenarnya sudah mengamalkan amalan baik yg diperintahkan oleh agama.

  3. imsfly says:

    yup yup, itu bener seklia gan !!!!!!!!!!1 its true

  4. pilihan bahasa maqom dan itsar apik apik apik, golek padanane nang boso indo angel sing pas memang

  5. Dismas says:

    Wah, keren… Tapi di jaman sekarang udah jarang mas yang kayak begitu, hehehe :mrgreen:
    http://dizmaz.wordpress.com/2012/01/25/trendz-spion-tad-model-new-kosso/

  6. eraha says:

    sangat inspiratif,,,
    ijin follow yahhh ^^

  7. yahonsuwakanja says:

    itu gambaran sebagian besar masyarakat kita…
    saat pemilu milih yg ngasih uang…nggak ada uang gak dipilih…
    saat kondangan klo yg ngundang biasa2 saja isi amplop sekedarnya…
    kalo yg ngundang penganjian biasa2 saja males datang…
    silau harta dan takabur….itu adalah fakta..

    • hehe.. berarti masyarakat kudu niru yg ‘anak kecil’ yo..
      biasana kyk tokoh ‘PW’ lah yg umum dan manusiawi..
      soale yg pertama perlu berjiwa besar.. 🙂

  8. Maskur says:

    kalihatannya gampang
    tapi susah

  9. Tyo12 says:

    Kayak cerita di ”Nilai Kehidupan” .. Hehe

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s