Cerita Nenek Tua.

Alkisah, pada zaman dulu di daratan Tiongkok, diceritakan oleh seorang sastrawan besar bernama Li Bai, yang berkisah tentang pengalaman dirinya di masa kecil. Pengalaman itu mampu merubah mindset atau pola pikirnya. Inilah kisahnya…Seorang bocah kecil tinggal di sebuah desa dengan kenakalan dan kebandelannya. Anak ini sering tidak mengikuti pelajaran membaca dan menulis yang seharusnya dia ikuti. Dia lebih menyukai bermain-main, berkelana menyusuri jalanan desa dan tepian sungai.

Suatu hari di tepian sungai, dia melihat seorang nenek sedang melakukan kegiatan yang berulang-ulang dilakukan. Sampai beberapa hari dia melintas di sana, si nenek tetap melakukan kegiatan yang sama. Hal itu menimbulkan keingintahuan si anak. Maka terjadilah dialog sebagai berikut:
“Nek beberapa hari ini saya melihat nenek melakukan hal yang sama terus menerus! Sebenarnya nenek sedang melakukan apa sih?”
Sambil tersenyum, nenek pun menjawab, “Nenek sedang menggosok besi batangan ini, Nak.”

Selengkapnya

Ketawakkalan Rasulullah.

Dari Jabir bin Abdullah dia berkata; Kami berperang bersama-sama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu peperangan di daerah Nejed.
Kami jumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di sebuah lembah yang disanabanyak tumbuh pohon-pohon besar dan berduri.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berhenti di bawah sebatang pohon, lalu beliau gantungkan pedangnya pada sebatang dahan pohon.
Jabir berkata; ‘Pada saat itu, para sahabat pergi berpecar di lembah itu. Masing-masing mencari tempat bernaung di bawah pohon.
Kemudian Rasulullah mengatakan: “Tadi ketika aku sedang tidur di bawah pohon, ada seseorang yang mendatangiku seraya mengambil pedangku. Tak lama kemudian aku pun terjaga dari tidur, sedangkan ia telah berdiri di atas kepalaku. Aku telah mengetahui bahwasannya ia telah siap dengan pedang di tangannya. Dia berkata; ‘Hai Muhammad, siapakah yang dapat menghalangiku untuk membunuhmu? Dengan tegas aku menjawab; ‘Allah.’ Dia bertanya lagi; ‘Siapakah yang dapat menghalangiku untuk membunuhmu? Aku menjawab; ‘Allah.’ Akhirnya orang tersebut menyarungkan kembali pedangku itu dan inilah orangnya sedang duduk.
Ternyata Rasulullah tidak menyerang sama sekali untuk membalasnya. (Shahih Muslim No 843-13)

Tawakkalnya semut

.. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tenteranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) sehingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” Maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Katanya,“Ya Rabbi, limpahkan kepadaku kurnia untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku; kurniakan padaku hingga bisa mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh.”(An-Naml: 16-19)

Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hari Nabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut,
Wahai semut! Berapa banyak engkau peroleh rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?”
Sebesar biji gandum,” jawabnya.

Kemudian, Nabi Sulaiman memberi semut sebiji gandum lalu memeliharanya dalam sebuah botol. Setelah genap satu tahun, Sulaiman membuka botol untuk melihat nasib si semut. Namun, didapatinya si semut hanya memakan sebagian biji gandum itu.
Selengkapnya