Luqman dan keledai..

Pada suatu ketika Luqman melakukan perjalanan bersama anaknya. Luqman menaiki seekor keledai dan anaknya mengikuti dengan berjalan kaki. Ketika mereka bertemu dengan orang lain dalam perjalanan, orang itu pun berkata, “ Lihatlah orang tua itu, tidak punya perasaan. Ia menaiki keledai sedangkan anaknya dibiarkan berjalan kaki”.

Mendengar hal tersebut, kemudian Luqman turun dari keledainya dan menyuruh anaknya untuk menaikinya. Beberapa waktu kemudian mereka kembali bertemu orang, mereka berkata,” Lihatlah anak itu, kurang ajar sekali. Ia enak-enak naik keledai, sedangkan bapaknya dibiarkan berjalan kaki”.

Terkejut dengan perkataan orang, kemudian Luqman menyuruh anaknya menaiki keledai bersamanya. Kemudian mereka bertemu lagi dengan oranglain, yang berkata, “ Kejam sekali mereka, keledai sekecil itu dinaiki oleh dua orang”.

Sekali lagi mereka merubah posisi, sekarang keduanya berjalan di samping si keledai. Setelah beberapa saat, mereka kembali bertemu seseorang, “ Betapa bodohnya mereka, punya keledai tapi tidak dinaiki”.

Luqman kemudian menasehati anaknya tentang berbagai sikap manusia dan sesuatu yang diucapkannya.
“Sesungguhnya tiada terlepas seseorang itu dari percakapan manusia. Maka bagi orang yang berakal, tiadalah dia mengambil pertimbangan melainkan hanya kepada Allah saja. Barang siapa mengenal kebenaran, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam tiap-tiap masalah,” tutur Luqman kepada anaknya.

Catatan ringan :

Ada 4 posisi yang dicoba Luqman :
– Luqman naik keledai, anaknya berjalan.
– Luqman berjalan, anaknya yang naik.
– Luqman dan anaknya sama-sama naik.
– Luqman dan anaknya sama-sama berjalan.
(dalam riwayat lain malah ada keduanya menggendong keledai🙂 )

Semua yang dilihat kadang orang memang selalu menilai.. Pada dasarnya kalau kita memang memiliki alasan yang mantab untuk suatu perbuatan, apalagi amal baik lakukan saja.. mendengar masukan orang itu perlu, namun kalau kita sudah memiliki alasan yang kuat dan tidak mengganggu kepentingan mereka ya..keep going aja.

Kalau kita sudah meniatkan suatu perbuatan baik, yang kita harapkan adalah “keridaan Allah“. Asal tidak menzalimi hak orang lain, yah sudah tetapkan pendirian kita..

Pelajaran kedua adalah jangan mudah mengkritik orang lain.. alangkah baiknya diam dan meresapi sesuatu terlebih dulu, siapa tahu ada hikmah yg masih terlewat oleh kita karena terburu menyalahkan orang lain.
Belum tentu kita orang yang lebih baik dihadapan Allah..

Demikian.. monggo..(gianluigimario)

4 thoughts on “Luqman dan keledai..

  1. sang says:

    petromax ya mas….
    intinya harus punya pendirian ya

  2. Dr.Feelgood says:

    thanks mas gian setuju, saya ambil hikmahnya dari cerita diatas.

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s