Bagaimana kerja CDI : uraian sederhana..

Mungkin sudah banyak yang tahu tentang CDI yang lumayan jadul. Namun saya ingin mereview sedikit dan membuat ringkasannya. Boleh ya?

Mesin bensin memerlukan percikan pada saat yang tepat untuk membakar campuran udara / bahan bakar yang pada gilirannya mendorong piston. Salah satu caranya adalah dengan CDI (Capacitive Discharge Ingition).

Perhatikan bahwa ada beberapa koil (atau kumparan). Pada dasarnya koil  adalah kawat melilit inti besi. Prinsip singkat koil adalah : Bila ada kumparan yang dialiri listrik itu hal ini menciptakan medan magnet.  Dan sebaliknya jika magnet didekatkan  sebuah kumparan itu akan membuat aliran listrik di dalamnya.

Langsung kita mulai apa yang Coil Exciter lakukan kemudian. Lihat benda berwarna abu-abu di bawah Coil Exciter ? itu sebenarnya adalah sebuah magnet pada rotor di mesin  dan berputar di sekitar kumparan exciter lalu menimbulkan  listrik.

Jadi, hal pertama yang terjadi adalah mesin memutar magnet lalu menghasilkan  listrik untuk CDI. Seberapa kuat? lebih cepat mesin berputar tegangan diproduksi lebih besar untuk  CDI. Mungkin sekitar 100 VAC pada putaran puncak.

Pulse sensor –  satu koil kecil yang lain. Ia juga memiliki magnet yang berputar didekatnya, yang hanya melewati kumparan sekali tiap putaran, sebuah magnet yang benar-benar kecil. Ini berarti bahwa tidak ada listrik yang mengalir dalam sensor ini pada sebagian besar waktu kecuali ketika magnet melewati kumparan, maka akan dihasilkan  lonjakan kecil listrik. Ini memberitahu CDI untuk membuat spark (loncatan bunga api untuk busi).

Ada lagi 2 gulungan Koil yang jadi satu, yang berfungsi sebagai koil pengapian (Coil Ignition). Ada 2 sisi koil, koil yg disisi CDI gulungan kawatnya lebih sedikit, sedangkan koil yang terhubung ke busi gulungannya lebih banyak.

Pada dasarnya koil membutuhkan tegangan rendah dan mengubahnya menjadi tegangan tinggi. Hal ini untuk menciptakan percikan (spark). Percikan (spark) itu sebenarnya adalah listrik yang melompat melalui udara karena tegangan yang cukup tinggi.  Sebuah kompresi udara dan campuran bahan bakar membutuhkan tegangan setidaknya 10.000 volt.

CDI itu sendiri sebenarnya hanyalah sebuah saklar penguatan dengan waktu tunda.  Ia  menyimpan listrik di kapasitor , dan ketika Pulse sensor memberi inputan, CDI menunggu ‘sebentar’ dan kemudian mengeluarkan listrik yang disimpan itu kepada koil pengapian .  Dengan menunda sinyal dan menunggu Pulse sensor di tempat yang tepat, CDI dapat memastikan kapan  mesin akan  mendapatkan kurva pengapian yang benar.

CDI terhubung ke Ground / bodi supaya listrik yang dapat mengalir dan sebuah saklar “Engine Kill ” akan memutus CDI dari kerjanya , dengan demikian mesin akan berhenti.
Dari : crustyquinns .

Ringkasan kecil :

Pertama, Mesin berputar dan Coil Exciter menghasilkan Energi yang disimpan oleh CDI. Ketika pulse sensor, yg dipasang pada mesin, mengirimkan sinyal maka CDI mengeluarkan Energi listrik simpanannya ke Coil Ignition. Koil ini menguatkan tegangan dari CDI menjadi ribuan volt agar dapat membuat spark/ bunga api pada busi, sehingga bisa membakar campuran bensin dan udara yang telah dimampatkan. cmiiw

– mesin diputar, magnet dan koil exciter  menghasilkan energi listrik.
– Energi listrik disimpan CDI
– kalau ada sinyal dari sensor yg dipasang di mesin diterima CDI, maka energi listrik simpanan ini dikirim ke Koil ignition (pengapian).
– di koil pengapian, energi listrik dikuatkan beberapa ribu kali agar cukup untuk membuat percikan api di busi.
– percikan ini akan menyulut campuran bahan bakar dan udara yg sudah mampat.
– campuran yg terbakar mendorong piston dan menghasilkan energi mekanis yang akhirnya dapat memutar roda.

Sederhana ya ?.. monggo..(gianluigimario)

35 thoughts on “Bagaimana kerja CDI : uraian sederhana..

  1. ya2kzzz says:

    nice info…tapi ga ngerti blas..kalau ada masalah tanya sampeyan saja..🙂

  2. sang says:

    pencerdasan pokoknya… kemarin injecksi, sekarang cdi, lain waktu mungkin karburator atau bagian motor yang lainnya…
    jeempol 2 wes

  3. sang says:

    yang susah itu satu ini kan ilmu katon (ilmu yang keliatan) klo hanya teori agak susah memahaminya, klo barangnya ada di depan mata cdi di bongkar akan lebih cepet pahamnya, tp kembali lagi ini blok bukan bengkel atau workshop.
    bisa kok di pahami asal bacanya gak ngebut

  4. sinbe says:

    Ane pake CDI merk Be Er Te yg unlimitir ma titik pengapian maju tu bagemana mas kamsutnya?
    Yg pasti efek di mesin askelrasi nambah cpet n napas jadi panjang.😀

    • ini imho yah, soalnya ane bukan mekanik..
      1. unlimiter = tidak dibatasi berapa putaran mesinnya, jadi makin cepat rpm mesin, pengapian mengikuti cepat juga sampe batas mesinnya.
      kalo yg limiter misalnya 12 ribu : diatas itu dibatasi pengapiannya sehingga mesin tidak bisa lebih besar lagi rpmnya cmiiw
      efeknya pada nafas panjang (rpm tinggi)

      2.maju: masih imho, waktu tunda /selisih antara pulsa sensor datang dan waktu pengapian ke busi dipercepat/diperpendek. efeknya pada akselerasi, cmiiw

      itu cuman imho ane, kalo kepastiannya bisa dikonfirm ke mekanik handal😛
      ane siap revisi kalo keliru😀

      • H3 says:

        #CDI Unlimiter Harian
        Kurva / Mapping tidak jauh berbeda dengan CDI standart
        Performa sedikit diatas CDI bawaan motor, Unlimiter RPM
        Tapi belum seganas CDI Racing

        #CDI Racing
        RPM bawah, timing pengapian maju (akselerasi naik)
        RPM atas, timing mundur lagi (top speed)
        Ada yang Programable (setting sesuai kbthn)
        CDI ini didesain : Performa, RPM tinggi, gir rasio balap, kurang awet (yg penting juara)

      • wuahh ini bukan prinsip dasar lagi tapi sudah pengetahuan lanjut..
        thanks bro..😀

  5. gogo says:

    bisa dipahami.. nice infonya bro kumplit sudah ttg pengapian mesin, tinggal teknologi ap yg blm??

  6. H3 says:

    Bro Gian, biar lebih gamblang lg.
    Tampilkan juga foto masing2 part.
    Bisa di ambil di google.

    piss bro

  7. H3 says:

    Maksud ane, foto Pulser – Spul pengapian – mangkok magnet.

  8. H3 says:

    Kalo 4T magnet (basah) terendam oli mesin.er

    Mesin 2T magnet (kering) tidak terendam oli.
    Oli hanya melumasi Persneling (gerabox)

    CMIIW

  9. eraha says:

    nice info bro,,,kebetulan banget cdi ane baru aja mampus kmaren,,,
    pas banget topik sampean mbahas ttg cdi skalipun bahasanya sangat ‘teknik mesin’ abis, (ane awam betul ma permesinan,,,hehehe)

    cma mo nanya aja, apa yg bikin CDI cepet mati, kmaren si kata bengkelnya, klo musim ujan emang musimnya CDI mati juga,,,iya si, kmaren lusa abis buat ujan2 deres, mpe dipake nglewatin area banjir pula,,, ^_^

    • elektronik kalau kena air kan short circuit ato korslet..
      baiknya sebelum dialiri listrik lagi, bagian elektronik yg basah dikeringin dulu imho

      upayakan jangan terendam atau kemasukan air barang yg elektronis..🙂

  10. H3 says:

    CDI mati ada 2 kemungkinan :
    upu
    # Sudah lama / tua / lemot
    # Karena konslet.

    Saat hujan CDI konslet karena (konektor tdk rapat) & kena air.
    Bisa juga Kabel CDI >> ke COIL (pengapian) terkelupas / cacat.

    Mazbro, mumpung ganti CDI… tolong cek konektor & kabel (CDI ke COIL)

    • wahh jawaban mas herlambang sangat manteb..
      mmg tiap alat itu ada usia pemakaian (lifetime)-nya.
      kalau misalnya 2tahun, ya kira2 sudah waktunya ya diganti..🙂

  11. H3 says:

    Utk Motor / mesin injeksi hati2 saat GANTI BUSI

    Ada jenis injeksi yg memakai BUSI YANG ADA RESISTANSINYA.

    Kalo di pasang sembarangan, MEMBEBANI COIL bahkan ECU (bahkan bisa merusak nya)
    —————-
    mazbro yg pny motor injeksi… mhn hati2 (konsultasikan ke mekanik terpercaya)

  12. H3 says:

    Para bikers kalo beli busi, mending ke Bengkel Resmi (spare part asli) mahal sedikit tidak apa2.

    Di luar, banyak beredar busi PALSU / BEKAS (susah dibedakan).

    Banyak kejadian motor bongkar mesin (analisa mekanik), pdhl motor rewel gara2 GANTI BUSI BARU TAPI PALSU.

    Asumsinya ganti busi baru, mesin sehat…eh tidak ternyata tambah masalah..,, trus analisa mekanik suruh turun mesin

    WASPADALAH….WASPADALAH…

  13. H3 says:

    CDI juga ada 2 macam (berdasarkan pembangkitnya )

    1, CDI AC (Alternating Current )
    2. CDI DC (Direct Current)

  14. Dr.Feelgood says:

    wah mas gian jagonya klo soal dunia persetruman mah hehehe……:mrgreen:

  15. H3 says:

    Saya disini bukan mau pamer ilmu, tapi berbagi pengetahuan yg saya dapat dari LEARNING FROM LIVES….

    Peace…..

    • piss mas😛
      tidak ada satu kata pun dari saya yg menyatakan “pamer imu”..
      saya hanya dengan senang hati mengakui kalah jago dari sampean, dan senang bisa menambah ilmu dari pengalaman sampean🙂

      keep brotherhood😛

  16. aku mau tnya bro,klw q mau pasang NEON pake kelistrikan d bagian CDI bisa gk ya,coz klw langsung aki krang tinggi,NEON nya gk mau nyala…..!!!

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s