Komparasi P200NS dan YZFR15 V2.0 : sama-sama panas

Kalau disurvey, mungkin p200ns dan r15v2.0 merupakan motor2 yang paling diharapkan ada diindonesia. cmiiw
Oleh sebab itu gubug kecil ini ingin membandingkannya.. hehe.

Mari lihat tabel berikut :

Meski sama-sama SOHC 4valve, kubikasi keduanya terpaut 50cc. Oleh sebab itu dapat dimaklumi kalau power maupun torsi R15 jelas bukan tandingan P200ns (ato sebaliknya 🙂 )
Power R15 hanya sekitar 70% dan torsinya 80% dari P200NS.

Melihat komposisi bore vs stroke dua mesin ini, karakternya jelas lain. P200Ns tipe ‘big bore’ yang mantap tenaganya dan R15 jenis ‘long stroke’ yg putaran bawah/ akselerasinya sip cmiiw.

Desain??? agak berbeda karena jagoan yamaha full fairing, sedangkan andalan bajaj itu naked. kalau soal mana yg bagus tentu tergantung siapa yg ditanya, alias subjektip 😛

Peluangnya di indonesia gimana?
Anggap aja P200NS keluar Juni dan R15V2.0 brojol sktr Nopember (mgk dinamai berbeda). Maka faktor yg memecah konsumen barangkali adalah :
– Kalau yang mau value for power bagus -> p200
– penggemar Vixion yang mau update -> R15
– desain fresh dan tajam -> P200
– Mau keren full fairing -> R15
– Tertarik dengan revolusi bajaj ->P200
– Sudah percaya sama Yamaha -> R15
– Teknologi tiga busi yang fenomenal -> P200
– Yakin dengan Injeksi  dan mau rasain 6speed Yamaha-> R15
dsb..dsb.. blabla..blablabla.. 😛

Kesimpulan singkatnya, imho meski kubikasi beda tapi pasar yg diperebutkan relatif sama, kecuali jika R15 pasang harga diatas 30jt 😯  alamat menyasar premium.
Tapi pilihan konsumen akan tergantung apa yg diprioritaskan.
Kalau cenderung tenaga mesin dan desain baru dg harga lumayan, P200NS jawabnya. Mau merasakan more powerfull vixion, fairingan dan pake 6-speed tebus aja tuh R15.. hehe

Sampean sendiri, suka yang mana?
monggo (gianluigimario)

Lebih mungkin kalo Yamaha 250 bukan Fazer, dan nggak dibawah 30juta. Kenapa? Ini analisa ringannya

Warung ini tertarik dengan obrolan di tempat TMCblog soal Yamaha 250CC. Learning from lives telah menulis topik serupa seminggu lalu. Apalagi dengan pendapat Kang Haji soal Fazer250 yang bisa jadi akan dibawa ke Indonesia dan disebut berharga 25~26juta. Sebenarnya saya sependapat, tapi rasanya kok lebih kuat kemungkinan  kalo Mesin tersebut bukan Fazer.. dan nggak akan berharga ‘semurah semeriah’ itu..

Ini imho lho ya..

Untuk memulai diskusi, mari melihat kembali tabel dulu :

Saya berargumen dari 3 alasan :
1. Teknologi 4-stroke SOHC Fazer lumayan jadul.
2. Mesin Fazer Inferior secara power dibanding kompetitor
3. Harga nya jauh dibawah ketiga ‘calon lawannya’.

Pertama soal teknologi. Kalau Fazer 250 brojol disisni  beberapa tahun yang lalu, katakan 2006/7  misalnya, saya setuju Fazer akan mendapat tempat yang istimewa. Namun bila sekarang dia keluar, ditengah kehadiran Ninja, CBR250, atau Inazuma yang DOHC atau 2 cilinder, Fazer terlihat paling wagu..
Saya kira imho, Yamaha bakal menyamai paling tidak, atau melebihi teknologi ketiga pendahulunya, kalau memang berniat sungguh-sungguh di kelas seperempat liter. Jadi katakanlah, lebih mungkin mesin itu DOHC, atau dua silinder.. cmiiw

Dua, spek yang lumayan inferior.
Saya pernah baca bahwa prinsip yamaha itu “bukan yang pertama, tapi yang terbaik” atau “semakin didepan“.
Nah bila Fazer dikeluarkan ditengah motor 250 pabrikan lain, jelas dia bukan terbaik dan bukan terdepan, malah bisa jadi paling belakang.. Saya kurang mengetahui seperti apa politik Yamaha biasanya, namun rasanya bukan “menjadi yang biasa atau sedang saja“.
Yamaha Byson mungkin seperti ini, tapi itu karena sudah ada Vixion yang menduduki “terdepan“. imho

Jadi imho, mesin Yamaha mungkin bukan Fazer sekarang karena mesin itu nanggung.. cmiiw

Tiga, soal harga dibawah 30juta.
Saya lumayan setuju bahwa kelas 250 itu membidik pasar premium, jadi harga tentu nggak bisa rendah.. harus ada di Range tertentu, katakan diatas 40jt. kalau dibawah 30jt, pasar Yamaha bukan premium lagi cmiiw..
Imvho, Yamaha lebih pas kalau mengeluarkan mesin yang betul2 setara/melebihi pesaingnya, dengan harga yang tentunya nggak jauh pula. rasanya taktik ini lebih pas, karena kelas premium harus mengutamakan fitur/performa istimewa dengan harga premium pula, bukannya menawarkan mesin tanggung namun diskon harga. Salah kelas kalau taktik ini, imho

Tambahan, bila kita anggap bocoran soal  sudah ada mesin cc besar yg lagi trial di jepang adaalah benar, ini menguatkan perkiraan saya bahwa mesin itu bukan mesin lama.. Kalau Fazer250 yang mau dikeluarkan disini, bukankah tidak perlu trial lagi..

Akhir kata, ini hanya pendapat saya bahwa mesin Yamaha 250cc bukan Fazer 250 tetapi mungkin suatu mesin dohc, atau dua silinder hehehe. kalau nantinya keliru? maklumlah kan analisanya ringan saja :mrgreen:
Harapan saya sih modelnya nggak jauh dari Ninja atau CBR dan khas yamaha, kan kelas premium harus beridentitas!

Piye pendapat panjenengan semua? monggo (gianluigimario)