Mengenai Takabbur (khutbah jumat)

Mari memasuki menu khas warung ini : berbagi sedikit ingatan soal resensi kutbah jumat. Tema pak khatib di masjid Maspion V adalah Takabur.

Takabur itu ada didalam hati.  Takabur dapat diartikan sebagai ‘sombong’, namun menurut pengertian Rasul, takabbur itu ada2 :
– Menolak kebenaran
– Meremehkan orang lain
disebutkan bahwa orang yang punya takabur dihatinya , meski kecil, tidak dapat masuk surga.

Abdullah bin Mas’ud mengatakan bahwa Nabi Shallalahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tidaklah masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat takabur seberat zarrah atau atom”. Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shallalahu ‘alaihi wassalam, “Bagaimana dengan seorang yang senang dengan pakaian dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Mahaindah, Dia mencintai keindahan. Takabur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. (HR Muslim)

Takabur ada 3 macam :
– Takabur kepada Allah
– takabaur kepada Rasul
– Takabur sesama manusia

Tkabbur kepada Allah itu bermakna enggan beribadah dan menaati syariatnya, kebanyakan takabur ini terjadi saat mereka merasa berkecukupan, seperti disebutkan dalan Quran :

كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَ ىٰأَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,  karena dia melihat dirinya serba cukup. ( Al-Alaq 7-8)

Takabbur kepada Rasul berarti tidak mau melakukan sunnah beliau, tidak mengakui atas apa yang diturunkan kepada Beliau. Hal ini seperti keadaan kaum Quraish dahulu, yang telah datang kebenaran kepadanya namun mereka berpaling dari Rasul dan bersikap sombong..

Takabbur kepada sesama manusia terjadi bila kita merasa lebih pandai, lebih baik, lebih mulia, dsb dari orang lain , tidak mau bergaul dengan mereka.
Contohlah Rasul yang selalu menerima hadiah dari siapapun, menghadiri undangan dari siapa saja bahkan terhadap orang yang miskin. Nabi memenuhi undangan orang miskin untuk jamuan yang amat sederhana. Bahkan, kata Anas bin Malik, pria bersahaja ini pernah diundang untuk sebuah jamuan roti gandum dan minyak yang sudah tengik. Nabi mendatangi undangan tersebut dan menikmatinya. Dalam memberikan perhatian, Nabi tak membedakan antara orang kaya atau miskin.

Bagaimana memerangi takabbur? salah satunya adalah dengan sering bergaul kepada orang yang kurang mampu..

catatan kecil :

– Definisi takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain
– Hendaknya kita selalu beribadah baik dalam kecukupan maupun kekurangan,
– senantiasa mengikuti sunnah Rasul
– Serta tidak mengaggap diri lebih baik dari muslim lainnya dan meremehkannya.

Monggo..(gianluigimario).

15 thoughts on “Mengenai Takabbur (khutbah jumat)

  1. sang says:

    petromax ya..
    di tempat saya mungkin temannya tentang ibadah
    intinya jangan meremehkan ibadah walaupun itu kecil sekecil dzarroh (pecahan debu) contohnya menyapa dengan senyum itu termasuk ibadah tp kita tidak merasakan klo itu ibadah, sedikit demi sedikit akan menjadi banyak. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya” (Qs Al-Zalzalah:7)
    ibadah yang pertama kali di hisab adalah sholat, bila sholat baik semua akan mudah hisabnya. maka sholat ada ibadah yang tidak bisa di tawar lagi selama nafas masih ada, contoh dalam keadaan sakit harus tetap sholat, dalam perjalan harus tetap sholat, beda dg puasa bila sakit boleh tidak puasa di ganti dg waktu yang lain, haji bila mampu.
    ringkasan:
    jangan meremehkan ibadah walau itu kecil
    sholat adalah ibadah yang wajib
    sekian mas bro, semoga bermanfaat saling berbagi sesuai dg teman blog

  2. H3 says:

    Banyak orang berpendapat, cobaan itu saat kita serba kekurangan (miskin) sehingga rajin ibadah.
    Padahal sesungguhnya, kekayaan cobaaan yg jauh lebih berat.
    Dari mana asal harta – pengeluaran harta (halal / haram), apakah ibadah masih istiqomah dibanding saat kekurangan?
    Jauh lebih besar tanggung jawabnya..

    Disaat ini orang berlomba-lomba mencari harga tanpa memikirkan hal tersebut. Mudah2an kita tetap dijalan yg ridho’i Nya…..Amin

  3. jum’ah mubarokah ya akhi, makasih tas review khutbah’a. bisa jd bhan muhasabah ni tiap minggu. 🙂

  4. Skipz says:

    Bisa menjadi renungan terutama buat Ane sndiri, Postingan yg sejuk Bro ,sangat bermanfaat 🙂

  5. Dr.Feelgood says:

    Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat takabur walaupun hanya sebesar biji sawi.”

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s