Seminggu tanpa Rem cakram depan : suka dukanya..

Terakhir pernah ngganti kampas rem cakram (depan) kira-kira setahun yang lalu.. Original Yamaha parts, harganya 70 ribuan kalo nggak keliru. Nah minggu kemarin, Cakram tersebut kampasnya kembali habis dan tinggal besi penyangga ‘asbestos’nya..

Rencananya mau beli kampas yg nggak ori, katanya sekitar 20rb.. memang lebih murah, namun terutama karena kata beberapa mekanik dan teman bilang yang asli malah ngabisin piringannya.. wuihh seremmm (kalau benar). Emang iya tah ? saya belum tahu jawabnya..

Desebabkan bengkel langganan saya orangnya lagi sakit seminggu, dan bengkel pilihan kedua rame terus (antri panjang 😦 ), maka satu pekan ini saya hampir tidak pernah memakai rem depan. Berikut suka-dukanya nggak punya rem (cakram) depan tinggal rem belakang yang teromol 🙂

Kebaikannya :
– Lebih hati-hati/pelan nggak sruntulan 😛
– lebih konsen riding

Kekurangannya (lebih dominan) :
– Nggak pakem (5 meteran baru bisa berhenti total )
– Nyaris kepeleset di jalan paving karena ban belakang sliding
– Agak sulit pas macet/parkir karena satu kaki di pedal rem
– Nyaris nabrak orang (diawal2 belum ngukur jarak hentinya)
– jarang main spido di angka 90 km/h.. , dsb

Pelajaran yang dapat diambil barangkali adalah kita menyadari betapa pentingnya rem depan (terutama cakram), ketika ia sudah nggak bisa dipakai.. bila keadaan memang terpaksa demikian, kita kudu hati-hati dan mengambil jarak aman.. 🙂

Hehe.. sampean punya pengalaman saat rem hanya tersisa teromol belakang? mungkin tak jauh beda dengan saya.. 😛 (gianluigimario)

Mungkinkah ada Vixion SE baru (spesial engine)? satu tulisan kecil..

Yamaha punya tiga varian motorsport, dan masing-masing diklaim punya ‘nilai lebih’ tersendiri.  Scorpio untuk pencari performa mesin, Byson untuk yang pengin modis dan kekar, kemudian Vixion mengunggulkan teknologi hitech-nya. Nah, mungkinkah Vixion dijadikan hebat performa mesinnya juga? kalau dari perspektif YIMM rasanya susah.. lha tren kelarisan Si Piksyen udah bagus ngapain lagi diganti-ganti mesinnya 😦

Memang bakal susah betul mengharap Vixion bakal mendapat mesin yang performanya ‘fenomenal’ karena dg keberadaannya sekarang saja  banyak dicari bak jamur dimusim hujan, Nah bagaimana  kalau ada Vixion SE baru tapi yg anyar mesinnya?
katakan mesinnya sedikit berbeda, dan bodi juga sedikit dipermak kemudian dijual YIMM ke pasaran, adakah peminatnya?
anggap saja akan ada harga khusus, (misal terpaut 5 juta-an) dan diproduksi terbatas dahulu serta menunggu reaksi pasar, apakah nggak menjanjikan buat yamaha? hehe..

Vixion sudah hitech nan canggih nan stylish (dst, dst..) Tentu bakal luar biasa kalau Vixion jadi dikenal Hitech nan powerfull wekeke..

Kira-kira apa yang bisa diupgrade?

Paling mudah katakanlah transmisi jadi 6-speed, ini nggak sulit mengingat R15 notabene sudah memakainya jadi tinggal cangkok.. hehe.

Kubikasi kalau ditambah hingga 160cc kan masih mungkin dan belum naik kelas, namun tenaga pasti naik :D. vario techno aja bisa upgrade jadi 125cc wkwkw..

berikutnya SOHC ditambah satu camshaft lagi biar jadi double camshaft , cuman ganti head saja rasanya hehehe (simpel memang kalau asal tulis :D) , namanya aja opini..

atau ECU di remapping ulang jadi berkarakter powerfull menyesuaikan part mesin baru tersebut, untuk pabrikan Yamaha rasanya tak susah, hehe.

Muffler juga diganti pakai yg lebih kompromi dengan power-flow  :P. Susah? kalau untuk mengganti Vixion sekarang jelas susah, tapi buat sekadar Spesial Edition (engine) yg limited rasanya lumayan prospektif..

Nah kalau SE yg cuma nambah tampang namun menyedot tambahan duit 2 juta-an aja bisa brojol, bukannya SE yg spesial engine biarpun terpaut 5juta-an tapi performa wuzzzz.. kan prospektif juga hehe..

Ini cuman pandangan ringan saya saja.. kalau jadi YIMM mau, saya juga mau kok buat syukuran kecil wakakaka :mrgreen: Gimana Yamaha tertarik nggak? Dibanding full/half fairing update, imho saya lebih prefer performance update 🙂

Monggo dishare pendapat sampean.. (gianluigimario)

Upgrade VarioTechno 125, seberapa potensial ?

Vario techno 125 telah diluncurkan, tinggal testride aja Banyuwangi-Bali. Nah setelah disinyalir memakai teknik mengeroyok, maka di tahun 2012 (untuk sementara) AHM tidak memakai taktik itu lagi. Kini mereka meng-upgrade “pasukan skutik”-nya.Dimulai dari si Vartech.

Tak tanggung-tanggung, skutik berambasador VJ daniel dan agnes monica ini mengusung babyak fitur baru yang menjanjikan, diantaranya yg paling shocking adalah upgrade CC, dan menempelkan teknologi injeksi. Nah kalau vario 110 aja udah tersohor irit, bisa dibayangkan kalau klaim AHM benar : vartech 125 30% lebih irit lagi.. wah jadi makin moncer tuhh. Mungkin secara pabrikan konsumsi BBM mendekati 65km/l, itu bukanlah yg teririt. Namun dg kelas yang sudah 125cc, injeksi, desain baru, dan harga yg relatif ‘good valued’, maka nyaris dipastikan serangan jagoan AHM ini bakal sangat serius..

Meski tidak menerapkan keroyokan lagi, barangkali karena telah menguasai pasar skutik khususnya, tentu langkah AHM ini patut diapresiasi lebih.. Kalau sudah berkuasa, memang lebih penting untuk memperbaiki varian yg ada, bukan menambah dg guyuran produk yg deras :). Saya pribadi lebih prefer dg  langkah ini.. imho karena AHM terkesan mau meningkatkan kualitas, lebih daripada mengedepankan kuantitas. dengan demikian konsumen tak bingung oleh bejibunnya opsi, namun semakin fokus menilai skutik favorit mereka.

memang test ride lintas pulau seberang lautan (lewat kapal tentunya :)) belum lah kelar, namun rasanya klaim irit itu takkan jauh beda dan bukan menjadi parameter utama, karena konsumen telah (kebanyakan) kenal si Vario sebelumnya. Bisa jadi malah ujicoba dan tur tersebut bakal semakin mencuatkan kelebihan-kelebihan lain.

singkatnya, taktik upgrade produk dari Honda ini imho sangat bagus, apalagi terhadap varian yg telah dikenal nama baiknya. Kedepannya ditunggu upgrede2 yg lain untuk nama-nama yg perlu didongkrak lagi, bukan hanya menambah anggota pengeroyok. Saya angkat topi untuk langkah AHM ini, dan berharap pabrikan lain pun mengambil langkah yg serupa.. kualitas dibanding kuantitas.

Demikian, monggo semoga berguna(gianluigimario).