ACG starter pada PCX dan Vario 125 : sedikit prinsipnya..

Impresi para test rider vario125 yg mencolok adalah soal starter yg begitu halus. Katanya berasal dari ACG starter.. Nah ACG ini sebelumnya merupakan fitur premium dari PCX.

PCX adalah skuter 125cc pertama yang memiliki fitur starter ACG, yang dikendalikan oleh ECU (Electronic Control Unit) dan berfungsi baik sebagai motor starter dan alternator(dinamo). Setelah dipakai start mesin, perangkat yang sama beralih fungsi sebagai alternator. ACG menghilangkan suara bising  terkait dengan startup, sehingga menjadi halus/tak terdengar. Bisa dibayangkan bahwa kalau pada motor biasa, motor starter terletak diluar blok mesin dan menggerakkan engkol melalui suatu mekanisme gigi-gigi, nah ACG ini memutar engkol tersebut langsung tanpa gigi tapi menyatu didalam sistem mesin, cmiiw

Kelebihan ACG ini diklaim ada 3 :
– Start mesin yang halus dan sangat tenang telah diwujudkann melalui ACG starter yg terkendali secara elektronis yang berfungsi baik sebagai diri starter dan dinamo.
– Kontrol elektronik meningkatkan efisiensi bahan bakar melalui pengurangan gesekan selama proses produksi power.
– Sebuah swing-back (ayunan-kembali) yang mengembalikan engkol ke posisi sebelum asupan udara secara elektronik dikontrol untuk memudahkan start, sementara mekanisme dekompresi memperkecil hambatan yg timbul dari kompresi selama start mesin.

Mungkin prinsip kerja dinamo dan motor listrik itu njelimet karena fisika banget tapi pada intinya motor listrik itu mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (putar), sedangkan alternator/dinamo sebaliknya : menkonversi energi putar (mekanis ) menjadi energi listrik. (gambar merah).

Hukum paling penting disini adalah “Jika muatan listrik mengalir melalui kawat penghantar konduktor, maka akan timbul pengaruh magnetik disekitar kawar berarus tersebut ” Dikenal dengan nama Hukum Oersted. (dari berbagai sumber)

Ringkasan kecil :
hal yg positif dari starter ini diantaranya  :
– lebih halus suaranya (meniadakan suara gemeletak gigi)
– mekanisme swing-back membuat start yg lebih mudah
– sekaligus berfungsi mengisi aki (sbg dinamo)
– memutar engkol langsung tanpa mekanisme gigi
– Brushless : tanpa perlu mengganti brushing seperti dinamo biasa
dsb :mrgreen:

Demikian sekilas penjelasan belajar fisika, eh ACG motor starter hehe
Monggo.. (gianluigimario)

Advertisements

48 thoughts on “ACG starter pada PCX dan Vario 125 : sedikit prinsipnya..

  1. smartf41z says:

    Canggih,meski tanpa brush perawatannya mahal ga jika problem?

  2. c-seratus says:

    mantap memang ACG..teknologi ini awalnya diperuntukan utk mengejar efesiensi bbm (mobil-motor) melalui sistem start-stop mesin (idling stop) scr otomatis. System idling stop ini dipangkas pd Vario 125 (menekan harga dan fitur pembeda dgn kakaknya, PCX), namun tdk membuatnya inferior..justru menjadi ‘bonus’, krn teknologi, yg lazimnya disimpan utk type motor yg lebih tinggi (mahal), skrg dpt dimiliki dgn hrg relatif ‘lebih murah’. CMIIW.

  3. GrandV says:

    ACG starter mestinya bisa menghemat harga, karena banyak komponen terpangkas. Makanya gak aneh klo Honda bisa memasang bandrol murah untuk Vario125. Yang jadi pertanyaan, kenapa bandrol PCX kok dipasang begitu mahal… sik gawe rego neng AHM ki sopo to yo…

  4. Mas bro. Apa ya yang dimaksud dengan pernyataan panjenengan bahwa, “Kontrol elektronik meningkatkan efisiensi bahan bakar melalui pengurangan gesekan selama proses produksi power.”. Apa maksudnya bisa menghemat konsumsi BBM? Dengan adanya teknologi ACG tadi? Terimakasih sebelumnya 🙂

    • itu saya adaptasi dari link honda world :
      http://world.honda.com/news/2011/2110926Engine-125cc-Scooters/index.html
      “Intelligent electronic control improves fuel efficiency through the reduction of friction during power generation. ”

      kalau tafsiran imho saya sih, sistem AGC starter itu sudah termasuk juga dengan mekanisme low friksi/gesekan salah satunya dari peniadaan gear-gear starter yg pada gilirannya BBM yg diperlukan saat menstart mesin lebih hemat..

      Kontrol elektronik oleh ECU dan angle sensor memastikan posisi mesin pada tempat yg tepat shg tidak perlu ‘sedikit’ lebih banyak fuel untuk hidup..
      imho cmiiw

  5. kacer says:

    cerdik arah pemikirannya, spul + magnet multi fungsi, pengisian aki bisa, starter juga bisa. Dinamo starter konvensional dihilangkan, mesin pun terlihat lebih ringkas. Terlihat seperti mesin tanpa elektrik starter.

  6. Dr.Feelgood says:

    ACG = Aiihh… Cucok Gan :mrgreen:

  7. Ach Zacky M says:

    motor listrik itu mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (putar), sedangkan alternator/dinamo sebaliknya : menkonversi energi putar (mekanis ) menjadi energi listrik.
    ======================================================
    opo putarannya berbalik arah mas.. atau tetap searah

    • untuk alternator, putaran yg berbalik tetap menghasilkan tegangan hanya saja polaritasnya mungkin berlawanan.. (kecuali ada semacam pengaman yg mencegah polaritas terbalik, biasanya diode)
      hal ini sudah menjadi pertimbangan wajib saat mendesain suatu kelistrikan motor..

  8. Ach Zacky M says:

    tetap searah mestine, untuk menyalankan mesin.
    klo setahu saya, cmiiw. antara menghasilkan listrik dan merubah listrik menjadi putaran, arah putarannya berbeda… kayaknya smpyan lebih paham soal ginian

    • saya juga bukan dosen kok hehehe
      cuman kalo prinsipnya sdikit bnyk inget, yaitu kalau motor dc (tipe seri biasanya yg dipake buat starter) itu putaranya tetap, dan kecepatan rotasinya dipengaruhi oleh besarnya tegangan.

      Sedangkan alternator, kan fungsinya merubah gerak (dlm hal ini engkol mesin) menjadi energi listrik yg dapat mengisi aki.. nah memang secara teori harus polaritas listrik yg dihasilkan buat aki adalah tidak terbalik. ttg kapan jadi motor starter kapan jadi alternator/dinamo mungkin ECU yang mengontrolnya imho..

      • Ach Zacky M says:

        sip.. klo lebih lanjut biarlah tukang insiyur kayak bang Doel yang memikirkan tp paling tidak kita tau prinsip kerjanya.

      • iya mas zaky, kalu menuntut penjelasan detail saya perlu pinjem textbook dulu ke profesor saya hehehe..
        tebelnya minta ampun… inggrisan pula 😀

        mending baca tafsir ibnu katsir aja 😛

  9. jidan says:

    tegangan yang harus dipasok ke acg itu, biar bisa menjadi memutar kruk as,, berapa volt,,, dan berapa fasa,, trus tegangan AC apa DC

  10. orenza says:

    tetap 12 volt kisaran 3 ampere buat muter krukas. vario 125 make 3 fasa model gulungan delta. sayang mode driver stepper nya sulit di tiru.. andai aja bisa.. pasti cb q tk mode gituan. hi hi

  11. zomzom says:

    lagi dong saiki , mantep mantep

  12. zomzom says:

    mas jika kita anggap sekker dan stang seker kita buang dan aki kita ganti 100 Amper wah kita bisa jalan berapa kilo dan menggunakan tranmisi maticnya ?

  13. zilla says:

    wah…pada ngomongin ACG starter tp gk ada yang bikin ACG sendiri..

    Aku lagi nyoba cari artikel Brushless DC motor…
    rencananya mo bikin ACG starter di motor GL Pro 96’….
    siapa yang mo bantu???

  14. Anonymous says:

    bisa buat setrom ikan juga ya….

  15. Wr pram says:

    Nah kalo Di aplikasikan pada honda CB gimana tuh ngoprek’y Hehehe

  16. putra says:

    Magnet sama flewell nempel ga?

  17. noer says:

    bisa tunjukin schematicnya ga mr green?
    thanks!

  18. toro says:

    Tegangan yg menyuplai agc itu ap tegangan 3 fase

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s