Mantapnya Honda Ulung..

Memang saya nggak pernah punya motor honda C-70 yg lebih sering disebut Honda ulung/super cub ini. Namun saudara ada yang punya, dan pas kuliah kebetulan temen satu kos ada yg punya, jadi sering memakai tuh motor.. Entah mengapa julukannya adalah “ulung” asalnya darimana, barangkali nggak cuman di Gresik saja imho, namun apapun alasannya, motor ini enak banget makainya. Bodinya unik dan mantap, nggak berat, setirnya juga lucu namun handlingnya pun tak mengecewakan..

Kalo soal mesinnya, wahh cikal bakal honda grand ini halus tarikannya.. meski topspeed memang susah buat lebih dari 90km/h.. maklum lah motor lawas 🙂 tapi sudah cukup kok meski nggak kencang amat.. memang powernya cuman 5HP dan torsi 5.6Nm, dengan kubikasi 72cc..


Motor ini retro banget.. saya suka liatnya, dan nggak peduli biarpun waktu itu kiri kanan pakai motor baru.. hehehe pede aja 😎 (meski cuma pinjem :mrgreen:). Memang pada tahun 2004an, satria Fu sudah ada namun soal body mah ulung tak kalah elegant wekeke..

Sampai sekarang pun, rasanya Honda Ulung ini banyak yg suka meski ditengah guyuran banyak motor baru. Motor ini evergreen, alias gak ade matinye.. hehe

Nah, apa sampean juga suka motor ini? (gianluigimario)

hidupku milikmu..

Ini lagu yg tadi pagi membangunkan tidur saya sehabis subuh. seorang teman saya memutar dengan keras lagu mas ebiet, saya terbangun didekatnya dan pertamanya ingin marah. Namun baru menyadari hikmahnya di tengah lagu, yaitu “Hidupku milikmu,.hanya untukmu“. Yahh soal temen saya tadi, nggak jadi marah malah harusnya berterima kasih karena mengingatkan 🙂

Berikut liriknya :

Ketika aku mencari cahayaMu menerobos lewat celah dedaunan
Besilangan semburatMu dalam kabut Aku terpaku, aku terpana,
aku larut di dalam nyanyian burung-burung Gemuruh di dadaku
sirna bersama keheningan rimba raya

Ketika aku mendengar suaraMu Bergema di ruang dalam jiwa,
mengalir sampai ke ujung jemari Aku mengepal, aku tengadah
Rindu yang aku simpan membawa aku terbang,
menjemput bayang-bayang Senyap ditelan keheningan rimba raya

Apapun t’lah aku coba dan tak henti bertanya
Setiap sudut, setiap waktu tak surut ‘ku mencari
Ke mana, di mana aku lepas dahaga? Kepada siapa aku rebah bersandar?
Tak mungkin kubuang rindu yang semakin dalam bergayut
Hidupku memang milikMu, hanya untukMu hm hm

Tujuan lagu ini jelas, yaitu munajat kepada Tuhan.
Kita berupaya mencari kedamaian dan memohonnya kepada Tuhan..
Sesungguhnya semua yg ada dialam ini kalau kita pikirkan secara benar, niscaya itu menuntun kita kepada Kekuasaan Tuhan.. dimanapun kita mencari, kemanapun itu kita mesti menemukan kasih sayangNya..

Sebenarnya tiada tempat kita memohon pertolongan, dan tempat bersandar selain kepadaNya saja, Dia yg tak pernah mengantuk lagi tidur..
Kita mungkin sering minta tolong kepada sahabat, namun tentu ia tak selalu ada untuk kita, ia juga takkan mampu memberi apa yg kita minta, Hanya Allah saja yg bisa dan senantiasa dalam kesibukan tak pernah tidur dan lalai mengurus kita makhluknya..

Permasalahannya adalah kita sering lupa itu.
entah karena sibuk bekerja, senantiasa dalam kecukupan, atau bahkan diterpa ujian hidup yang berat..
namun dalam keadaan apaun itu, sebuah syair lagu ini akan cukup menjawabnya.
“Hidupku milikMu,.hanya untukMu..”

Kita bekerja mencari bekal dunia, itu pada dasarnya untuk bekal menghadapNya.
Kita diberi kecukupan, itu juga untuk beribadah kepadaNya, semua harta kita ini milikNya
Kita luka dan kehilangan, tapi kita milik Allah, Dia juga yg akan menolong kita..

Bukankah begitu ? monggo (gianluigimario)

Sisi terkuat P200NS adalah desainnya ?

Mengintip polling sementara yg pernah saya buat, rasanya sisi paling menarik dari P200NS itu desainnya. Sekitar 45% memilihnya, 21% vote untuk mesin, 20% value-nya dan sisanya lain-lain.

Apa memang desainnya begitu fenomenal? mmg hasil jajak pendapat tersebut belum valid benar namun bisa jadi semacam ukuran bahwa P200NS secara penampakannya cukup menonjol. .

Biasanya, imho kebanyakan orang menyukai motor dari performa mesinnya sebagai prioritas. Polling saya yg lain menguatkan ini. Entah itu datang dari tenaga-torsinya, teknologinya, atau kecanggihan mesin. Sperti kita ketahui, mesin SOHC P200NS mampu menyemburkan tenaga 23,9PS di rpm 9500 dan torsi 18,3 Nm pada putaran 8000. Ini tentu sudah luar biasa mengingat Tigie, pada kubikasi +- sama “hanya” mampu menyemburkan tenaga 16.7 PS atau 70%nya saja. torsinya pun terpaut 2Nm. Bisa jadi ini dikarenakan tipe mesin si Bajaj yg mengadopsi 4valve, karekter Bore, didukung percikan 3 busi.. meskipun masih SOHC sudah begitu mantap.. 🙂

Bicara value P200NS agak susah, karena harganya belum jelas, namun bila dikisaran 23jt kebawah (menurut bocoran), tentu baik sekali nilainya. Meskipun kebanyakan voting saya mengharap harga dibawah 21jt (70%), namun harga bocoran tersebut pun cukup bisa diterima apalagi kalau keturutan polingnya yg subyektif.. hehe bakal makin meroket pastinya.

Nah sekarang intinya, yaitu Desain, yg mendapat suara terbesar. Dimana letak kelebihan itu? wah satu orang dengan orang lainnya mungkin beda jawaban namun mungkin ada satu benang merahnya : “keren, berotot, tegas, kekar, dsb 😛 ” yah semacam itulah. Mungkin pula itu hadir dari Headlampnya yg tajam, garis bodinya yang mantap, atau tampilan keseluruhan yg macho.. aalaaaahhh susah nyebutin semuanya. :mrgreen:

Bisa jadi itulah yg bikin ngangeni orang yg sekali pernah liat gambarnya, hehe kan belum coba mesinnya dan belum keluar harganya :D. Sekarang tinggal pihak BAI yg menentukan kapan bakal didatangkan atau berapa harganya, yg jelas perkara 3S pun kudu jadi perhatian. betul nggak?

Silahkan pendapat sampean, semoga berguna 🙂 (gianluigimario)