Bila harus memilih, pilih yang menentramkan hati..

Saatnya kembali merenung dan bermuhasabah, yang semoga bisa saya rutinkan tiap hari (minimal satu artikel). Ijinkan saya ambil (lagi ) lagu Letto, ” Lubang di hati”..

berikut petikan liriknya :

Ku buka mata dan ku lihat dunia ‘tlah ku terima anugerah cintanya
Tak pernah aku menyesali yang ku punya Tapi ku sadari ada lubang dalam hati
Ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
Ku menanti jawaban apa yang dikatakan hati

Apakah itu kamu apakah itu dia Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita Yang mampu melengkapi lubang dalam hati

Ku mengira hanya dialah obatnya Tapi ku sadari bukan itu yang kucari
Ku teruskan perjalanan panjang yang begitu melelahkan
Dan ku yakin kau tak ingin aku berhenti

Apakah itu kamu apakah itu dia Selama ini ku cari tanpa henti
Apakah itu cinta apakah itu cita Yang ’kan mengisi lubang dalam hati 

Berikut ini terjemahan bebas saya:

Dalam lagu ini dilukiskan bahwa kalau kita memilih sesuatu, maka pilih apa yang membuat hati tenang, bukan sekedar mengejar nikmat dunia.

Mari memulai dari kata “anugerah cintaNya”..
Setiap kita membuka mata, sungguh kita menyadari nikmat Allah selalu meliputi kita, dalam tiap hembusan nafas.. Oleh karena itu, seyogyanya kita bersukur, dan tak pernah ada rasa sesal atas apa yg dibaginya untuk kita..

Saat mencari ketenangan dan kesejukan itulah, akan selalu ada “sesuatu yg kurang” untuk melengkapi hati. Seperti halnya suatu anugerah, tak lengkap rasanya kalau belum kita syukuri, apalagi tak kita gunakan untuk beribadah dijalan Allah..
Hati yang hidup akan selalu bersuara dan mengingatkan ‘kita perlu berterimakasih’..

Seberapa jauh pun kita mencari jawabannya, akan sulit menemukan itu bila tak terlebih dulu mencari kedalam diri kita sendiri. bermuhasabah.

Ringkasan kecil :
Menurut saya isi lagu ini adalah menyiratkan tentang kuncinya ketentraman hati. Bila kita mengerti bahwa Allah senantiasa memberi anugerah buat kita, maka kita kudu mensyukuri itu.

Maka mari kita memulai mensyukuri apa yg kita punyai, salah satunya dengan tak menggunakan nikmat itu untuk bermaksiat kepadanya..

Semoga berguna.. monggo.. (gianluigimario)

Serunya perang skutik dan sedang sepinya kelas bebek..

Rasanya di kuartal awal tahun ini perang paling seru terjadi di segmen skutik ketimbang bebek. Akhir-akhir ini tren demikian terus berlanjut.

Mulai dari Yamaha yg memperbarui seri Mio nya yg lama berkuasa dengan brojolnya Mio J dan Mio Fino yang mengusung injeksi. Disinyalir hal ini belum berhenti berhenti sampai disini, beberapa varian mungkin akan dikeluarkan lagi untuk menguatkan penetrasi yamaha di kelas ini. Xeon pun mungkin akan mendapat rekan baru untuk membendung serangan pabrikan lainnya. Apa itu Nouvo SX? ahh belum tahu..hehe

Honda tak mau ketinggalan, dan bahkan terkesan lebih agresif. Vario 125 dilepas untuk menegaskan dominasi vario yg terlebih dulu populer. Dibekali mesin kubikasi baru dan ditemplokkan sistem starter canggih ala skutik premium pcx beserta fitur tambahan lainnya, jadilah varian anyar ini kandidat baru favorit konsumen. Keberadaannya melengkapi banjirnya skutik si sayap mengepak yg sudah dipenuhi oleh beat spacy skupy, maupun vario std.  PCX 150 diprediksi akan meperdalam cengkraman Honda di kelas bebek premium kalau jadi diboyong.

Suzuki pun tak kalah rame. Hayate dan Nex adalah jawaban utuk tantangan itu, setelah dinasti spin, skiwave maupun skydrive telah dikenal masyarakat. Kedua produksi suzuki tersebut tak sekedar numpang lewat. Meski masih karbu namun keiritannya dapat dibandingkan, belum lagi fitur lainya.

Lengkaplah sudah perang skutik.. Genderang sudah ditabuh lewat perang irit, untuk membius konsumen yg terbiasa dengan mindset bahwa matik itu boros. Apakah anggapan tersebut akan sirna? waktu adalah jawabnya, dan arah menuju ke situ semakin jelas..

Disisi lain, kelas bebek nyaris anteng2 saja, belum ada berita heboh soal 3 pabrikan tersebut melaunching atau merenovasi produk ini.

Apa ini tanda skutik semakin mendesak bebek? rasanya begitu.. Apa bebek akan tewas nantinya? Ngawur!!! terlalu jauh.. meski tanda kesana mulai ada hehehe.. (imho)

apa pasalnya? barangkali pemikiran konsumen sekarang itu 2 cabang: kalau mau performa lirik sport, jika memilih kemudahan nan ekonomis gamti lirik skutik. apalagi sekarang matik makin irit..
Lha bebek dimana? diantara lirikan kedua sorot mata.. hehehe.

Kita harapkan saja bebek juga menyusul untuk menelurkan inovasi barunya, jangan sepi.. paling tidak bebek sport lah hehehe

Piye pendapat sampean? monggo (gianluigimario).

Potensi Suzuki untuk fenomenal lagi..

Kalo dicermati beberapa tahun belakangan, nampaknya suzuki semakin kehilangan tajinya ditanah air. Padahal suzuki dikenal memiliki mesin yang bandel nan kuat lho.. banyak orang bilang begitu. Namun kok seakan melempem ya pabrikan ini sekarang?

Sebenarnya suzuki banyak kok menelurkan produknya, terutama di skutik. Saya masih lumayan ingat kemunculan spin, skywave yg skok kembar, skydrive, kemudian hayate dan Nex. Sekarang memang dua nama yg pertama sudah tidak produksi ya cmiiw. Meski secara penjualan tertinggal lumayan jauh dari duo Honda-Yamaha, namun saya angkat topi dg upaya suzuki yg tak henti berinovasi( disegmen skutik)..

lalu kita lihat disegmen bebek dan sport. Kecuali satria Fu, rasanya bebek suzuki yang meski secara spek jelas lumayan bagus namun kurang mendapat sambutan. Sebagai 4-tak pelopor suzuki, shogun masih eksis meski melalui berbagai perubahan2.. Smash? sekarang sudah jadi Titan tuh namanya, tapi kok penjualannya seperti sama saja. Thunder mungkin lebih miris lagi. Diawal kemunculannya yg berkubikasi 250 cukup fenomenal dan merajai, kemudian dibabat dan diganti oleh adiknya, Thunder 125. Motor ini pun imho kurang lantang bersuara di segmen sport..

Apa yg belum dilakukan suzuki yah? apanya yg keliru..
Namanya keliru jelas nggak ada lhawong jajaran petinggi dan periset suzuki tentu orang yg profesional di bidangnya, serta selalu berusah menampilakan yg terbaik.

Nah tanpa menyalahkan siapa-siapa, hanya berpendapat saja kan nggak apa hehe. Imho suzuki perlu melakukan sesuatu yg “fenomenal” lagi untuk kembali bertaring. Belajar dari satria FU dan Thunder250 yg menawarkan sensasi berbeda ketimbang lawan manapun di kelasnya, maka suzuki bisa mengulang itu. Apalagi segmen sport, suzuki (dulu) sangat kondang termasuk FXR-nya.. Saya pikir kalau suzuki mau membuat lagi beberapa produk fenomenal meski nggak persis FXR (lebih baik lagi hehe), sambutan untuk suzuki akan membaik. GW250 cukup buat penetrasi di kelas 250, namun bertarung di kelas yg populer akan baik untuk memuluhkan nama suzuki.

Saya pikir suzuki punya potensi yg besar untuk itu, terutama dari mesinnya. Ditambah sentuhan desain yg lebih dinamis, kemudian konsistensi rasanya suzuki bakal mendapat tempat lagi.

ayo suzuki, kan “inovasinya tanpa henti “..

Nah itu pendapat ringan saya, tanpa menyalahkan siapa-siapa :mrgreen:
monggo pendapat sampean.. (gianluigimario)