Jangan menghakimi orang dari penampilannya.. sebuah renungan

Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda “Banyak orang yang rambutnya kusut masai, kulitnya gelap seperti debu, dan hanya memiliki dua lembar pakaian lusuh, sama sekali tidak diperhatikan. Padahal kalau mereka bersumpah kepada Allah, Dia pasti mengabulkannya. “ HR Muslim.

catatan singkat :

kita tak perlu menghakimi seseorang itu dari penampilannya. Bisa saja seorang yang kita cela, kita anggap remeh dan diacuhkan, itu malah lebih mulia derajatnya disisi Allah..

boleh jadi  ia tak seberapa memperhatikan penampilannya, karena larut dalam mengingat Allah.

hadis ini menurut saya bukan mengharuskan kita awut-awutan, namun tidak berprasangka buruk atas penampilan orang lain. kita tidak tahu, dari bibir mana suatu doa akan dikabulkan oleh Allah..

sekian, semoga bermanfaat.. (gianluigimario)

Rasanya Tiger tidak akan mati meski Teralis brojol nanti..

Kalau teralis keluar, dimanakah keberadaan Tiger Revo yang legendaris itu?

Untuk mempresdiksi Tiger bakal disuntik mati jelas terlalu awal.. Lah teralisnya aja belum brojol, mending biar waktu saja yang bercerita nantinya..

Tapi kalau sekedar mengira-ngira seperti apa posisi macan di tengah himpitan motor sport Honda yang lain, mari analisa bersama di warung ini sekarang..

Honda Tiger memiliki basis penggemar yang sangat kuat, itu pasti! kebandelan mesinya sudah tak diragukan lagi meski sejak awal lahir hingga kini masih konvensional. Oleh sebab itu, rasanya para pecinta macan disinyalir tidak memprioritaskan teknologi atau fitur, namun lebih kepada nama besar, kehandalan, mantapnya buat turing, dan seterusnya.

Apalagi dengan desain yang kekar, maka untuk pengendara yang lumayan gemuk terlihat pass, sensasinya tentu nggak bisa digantikan bahkan oleh siteralis sekalipun.. Messin 200cc-nya dirasa telah cukup mumpuni dan terpercaya. Meski beberapa part lumayan mahal, namun ketersediaannya nggak sulit dicari.

Tiger Revo yang sekarang sudah semakin kekar dan berkarakter, citarasanya semakin kental aura turing. Sedangkan si teralis nantinya, disinyalir adalah sport harian atau perkotaan.

Dengan merujuk pada basis pengemarnya, kelas mesin 200cc, aura turing, serta nama besar yang sudah merakyat sampai ke desa-desa maka imho kemunculan Teralis 150cc tidak akan mematikan Tiger. Menciutnya penjualan itu pasti, karena memang model yang sudah lama tentu telah mengalami masa puncak emasnya. Penurunan itu lumrah.

namun kalau sampai mati, itu saya kurang percaya. Bahkan saya merasa akan ada penyegaran desain lagi untuk memperkuat imagenya.

Nah pendapat pembaca sekalian gimana? silahkan di share.. (gianluigimario)

Apakah Scorpio semakin ditinggalkan?

Ada kabar kalau Scorpio cuman terjual 6 biji tahun ini. Wahh apa memang sedemikian parah? padahal motor ini berpredikat terbaik lho di kelas 200-225 cc versi otomotif award 2012.

Secara 3 perspektif yaitu Performa, Desain maupun Price saya yakin scorpio lumayan bagus kok. mesinnya sudah tidak perlu dijelaskan lagi ketenarannya, dan walaupun di 2011 diturunkan powernya ,namun masih bengis. Apalgi penambahan fitur “push and pull” (cmiiw) yg bikin tarikannya makin enak. Desain juga mengalami facelift besar besaran dan lebih lumayan kok dibanding sebelumnya, lebih menyesuaikan tuntutan mode hehe. Harga pun termasuk bagus, meski 25cc lebih besar dari tiger revo namun masih bisa memberi nilai 1-2juta lebih murah.

Lumayan mantap lah pokoknya.. Tapi beda nasib dengan Byson yang mengalami ledakan, si Kalajengking malah melempem.. mengapa?

Mungkin ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya, imho :
– Pergeseran selera konsumen
– Semakin baiknya kualitas kelas yang lain
– Fitur dan Teknologi yang mengalami kejenuhan

Pertama, kehadiran kelas 250cc yang secara performa lebih bagus. Pasca Thunder 250, kelas 200-225 cc lumayan bergairah karena paling mantap secara performa. Nah kini dengan hadirnya Ninja 250 dan CBR 250, performa kelas itu terasa tenggelam. Dengan tambahan kubikasi 25-50cc  saja, harganya memang melejit jauh namun ini sebanding dengan kualitas premiumnya,  performa serta desain yg jauh lebih baik pula.. Alhasil pangsa scorpio pun ikut tersedot, sedikit-banyak.

Berikutnya selera konsumen menoleh mungkin melirik 150cc yang semakin ramai. Dengan keiritan yang relatif lebih baik, jika tak terlalu obsesi dengan performa, kelas 150cc menawarkan value yang bagus. Ketika performa bukan parameter utama, disini banyak sekali pilihan. Misalkan secara desain Byson lebih digemari, Vixion lebih advance teknologinya, belum lagi pabrikan Honda yg punya NMP dan CBR150. lagi-lagi pasar scorpio mengalami perpindahan..

Lalu soal Fitur dan Teknologi yang lumayan tertinggal untuk kategori zaman sekarang. Saat ini era injeksi, pendingin udara cairan, sasis yang lebih canggih, dan semacamnya seakan menjadi tren yang digemari konsumen. Belum lagi sistem 2 silinder atau dohc yang jauh lebih menjanjikan.. dibanding itu semua Scorpio 225cc seperti masih selangkah dibelakang.. imho.

Meskipun mendapat gelar terbaik, Yamaha harusnya tak jumawa karena fakta dilapangan yang berbicara. Rasanya Scorpio lumayan ditinggalkan, walaupun secara value produk ini jelas masih bagus..

Nah bagaimana menurut sampean, setuju nggak? monggo.. (gianluigimario)