Fakir dan kaya itu kendaraan..

Ibnu Mas’ud radiallahu anhu menasihati “Kefakiran dan kekayaan hanyalah sebuah kendaraan. Aku tak mau peduli mana yang akan aku naiki. Kalau aku fakir, maka aku dituntut bersabar. Dan, kalau aku kaya, maka aku harus berkorban “.  

Catatan kecil penulis :
Kisah sahabat ini memberikan sebuah pelajaran tentang Usaha dan penerimaan.
Kita berupaya mencari rezeki, kemudian :
– bila Allah menguji dg fakir atau rizki yang sedikit, kita sabar
– jika Dia menguji dengan harta yang banyak, kita mau berinfak dan bersyukur.

Singkatnya bila kita sudah bekerja keras, maka selayaknya kita menyempurnakannya sebagai IBADAH, dengan bersabar dan bersyukur..

Sudahkah kita melatih niat seperti itu? monggo… (gianluigimario)

 

Komparasi sensasi berkendara skutik dengan sport..

Beberapa hari yang lalu sempat pinjem Vario teman. Membandingkan sensasi naik skutik dan motorsport memang menyenangkan.. Sebenarnya tak patut dibandingkan, lha wong secara segementasinya aja udah lain.. hehe.

Tapi sedikit sharing soal itu rasanya nggak apa lah.. itung-itung biar dapat masukan..

Secara berat tunggangan jelas beda, bisa terpaut 30kg an tuh. Dengan entengnya massa skutik, buat mengeluarkan dari parkiran lebih gampang. Angkat sana angkat sini. motor laki mah mau ngangkat pikir pikir dulu, sedikit diseret mungkin..

Nah kalau soal keamanan saat men-starter, keduanya nyaris sama. Kalo di skutik kudu tekan rem baru bisa hidupin mesin, maka sport juga kudu memastikan di posisi netral untuk menyalakannya. Fitur sss ( standart samping pake switch) malah menambahkan ektsra safety yang bisa timbul dari standart yg masih belum dilipat. soal ini kembali matik unggul.

Kemudian ketika melaju dijalanan, beda sensasi bakal semakin kerasa. Tanpa gigi memang menambah simpel berkendara, namun rasanya pegang stir agak kurang sreg, jadi keder buat memacu speed ketimbang sport. Ringan berbelok dan mudah, namun secara feeling kurang mantap apalagi pas suasana angin kencang.

Motor sport mah lebih anteng secara handling, namun saat menekuk tikungan perlu skill khusus. Memang sedikit lebih berat, namun rasanya lebih pas dibanding skutik yang terlalu enteng. Hal ini semakin terasa saat melaju di kecepatan lumayan tinggi, kemudian melakukan pengereman. Feeling sport lebih mantap. Bisa jadi ini karena faktor kebiasaan, namun mungkin juga dipengaruhi oleh beda konfigurasi kemudi antar keduanya serta berat kendaraan.

Untuk membawa barang bawaan yang sedang2 saja, jelas skutik unggul. Taruh aja didepan kaki kemudian jepit pakai betis beres. Kalau sport mah lebih susah, taruh tangki atau dibonceng dibelakang, kayaknya tetap perlu bantuan. hehe.

Berikut ini ringkasan kecil komparasi diatas.

hehe, asyik juga kok pake skutik.. nggak heran kalo sekarang makin digemari dan menjadi tren. Asal tetep sama2 hati-hati, naik skutik maupun sport tentu bukan masalah..
monggo dikritisi.. (gianluigimario)

Vixion (lama) kemungkinan akan tumbang..

Agenda yamaha memang belum ada deadline, keluarnya jagoan baru honda aja belum. Jangankan brojol, bocoranya aja masih minim. Wujudnya masih sulit dibayangkan.

Mungkin hanya mesinnya sajAa yang pasti beraura CBR yaitu dohc. Kemudian sasis honda tersebut dikabarkan mencomot pagar teralis. sisanya? tidak ada kejelasan yg pasti. Apapun itu, bukan rahasia lagi kalo motor honda ini penuh ambisi menumbangkan Vixion, dan jelas dibekali senjata sakti yang gak sembarangan. Gambot ala tigerrevo? jelas tidak. Kental nuansa India kayak New megapro? rasanya gak akan. Bahkan kalau terelis memang disematkan, aroma motor  naked kekar layaknya ducati bakal tersaji.

Mesin yang diusung, meski ada wacana dowgrade CBR tetap saja menggemparkan. tentu strategi mencomot mentah-mentah bakal jadi nilai lebih luar biasa, namun pemilik CBR tentu akan mencak-mencak kecewa dan pasarnya CBR mungkin lebih jarang dilirik. Dengan demikian, dapat diperkirakan bahwa benag merah mesin teralis yaitu melebihi spek NMP namun masih dibawah/didiferensiasi dari CBR, seperti halnya kasus Vario 125 dan PCX.

Harga? nyaris pasti head-to head dg Vixion. selisih bisa saja, namun akan terasa riskan sebab kelas ini sensitif dengan pricing. Beda lagi dg CBR, mau kasih harga berapapun ya silahkan pasarnya memang begitu. Kalo nggak laris bisa beralasan “segmentasi yg berbeda”. Tapi teralis kasusnya lain, harus laris harus memikat konsumen maka stretegi pricing mutlak diperhatikan.

Jika motor ini keluar sekitar semester dua, saya rasa Vixion hampir pasti tumbang.. dg harga, fitur, dan desain yg fresh beraliran ala ducati monster, animo konsumen rasanya susah terbendung hanya dg Vixion lama. Belum lagi dampak serangan p200ns di PRJ nanti..

Normal saja, karena siapa yang tak berubah dia akan terlibas oleh perubahan. New Vixion kudu cukup sensasional untuk merebut kembali. Bukan begitu? silahkan dikritisi.. (gianluigimario)