Opini kecil : bagaimana meruntuhkan dominasi Honda..

Ngeliat Honda kok susah betul ya dikalahkan di segmen roda dua, apalagi di indonesia. apa nggak mungkin sekali-sekali Honda lengser?

Jawabnya mungkin aja, meski agak susah tentunya.. (opini kecil).

Memang Honda sudah demikian mengakar dan merakyat. Sampe acap dipelesetkan ketika ada yang tanya : “honda-mu merk apa?” seperti halnya sanyo pada pompa air. Kita patut angkat topi produk honda memang rata-rata terkenal bandel, irit, atau kuat. Coba saja ambil beberapa contoh seri Astrea Grand, Gl Max, Tiger dsb. Banyak tho Honda yang terkenal?

Bisa jadi beberapa opini berikut akan mampu mengganggu dominasi Honda:
– Keluarkan desain yang bagus dan fenomenal .
– Lebih dulu (first mover) di satu varian yg prospektif
– Serang dengan mesin yang sangat Good Value.
– Pencitraan dan konsistensi untuk brandnya.
– Imbangi agresifitas produksinya.

Coba kita telusuri dg memulai dari desain. Untuk hal ini kita bisa mencermati sepak terjang yamaha pada sportnya. Desain Vixion dulu terbukti mampu merebut hati banyak konsumen, dan kini Byson pun lumayan moncer dengan fitur utama tampangnya. Untuk ranah ini kata orang Yamaha jagonya, namun tentu tak menutup kemungkinan pabrikan lain juga mampu melakukan hal serupa..

Yamaha Mio bisa menjadi permisalan untuk first mover di segmen skutik. Meski secara de facto, yg pertama bissa jadi si jetmatic Kymco. tak dipungkiri di tangan garpu tala inilah matik mulai membumi. Meski awalnya dikenal boros, namun polesan dan ketertarikan konsumen menjadikan Mio raja selama bebrapa lama.. Kita tahu suzuki pun di pangssa ini tak mau ketinggalan, sebuah kompetisi yg baik..

Berikutnya mari mencomot satria FU. dengan mesin yg sangat valued (juga desainnya), kemudian dilabeli harga yang pas ayago suzuki ini susah disentuh. Bahkan hingga ssekarang.. Mesin turunan R15 di Vixion juga seperti itu. Dg menawarkan teknologi canggih dibawah pricing yang tepat, terbukti pula kedigdayaan sport honda pun termakan.. Kawasaki kita harapkan mengeluarkan produk yang serupa.

Pemantapan Image jelas penting karena citra Honda lebih dulu mentereng. Tidak ada jalan lain selain mengimbanginya. Kalau imej si sayap kepak adalah irit, Yamaha coba menancapkan imej desain yang modis, Suzuki bisa menguatkan citra mesinnya yang tangguh, Kawasaki soal kecepatannya. Bajaj pun dapat menandingi dg imej “good product with good price”, apalagi dg mendatangkan p200ns, hehe

Nah konsistensi mengimbangi agresifnya AHM juga penting. Coba kita tengok tahun 2010 cmiiw saat YIMM berhasil menemper ketat Honda dg margin 1-2% saja. Sayang kemudian Yamaha, atas beberapa pertimbangan apa yg sy nggak tahu, kemudian melunak tahun kemarin.. Jadilah Honda kembali agresif mengguyur pasar tanpa tandingan, dan mengakiri tahun 2011 dengan margin lebih dari 10 %.. Konsistensi terus berperang imho penting juga, tak hanya langkah pertama.

Jadi menurut opini kecil saya, meski basis Honda sudah sangat kuat, namun nggak mustahil dikalahkan. Tentu dengan strategi yang jitu, raja permotoran tanah air bisa beralih..

bagaimana pendapat sampean semua? silahkan dishare.. (gianluigimario)

18 thoughts on “Opini kecil : bagaimana meruntuhkan dominasi Honda..

  1. ax125 says:

    Absen

  2. Prabu Melaz says:

    Perlu beberapa generasi untuk bisa menumbangkan honda. Karena,konsumen kita termasuk tipe yg fanatisme thd merek. Karena ortunya dulu punya honda,maka anaknya jg cenderung cinta honda. Meskipun secara value ada produk kompetitor yg lebih baik.Tapi Mio laku? Karena wkt itu honda belum punya matic. Satria kan laku? Karena honda juga belum punya yg sekelas. Dan…kalopun ada produk honda yg tak di sukai,tidak berarti orang tersebut akan beralih ke produk lain. CS 1 gagal. Tapi tak berdampak thd rivalnya,Jupiter MX. Dia mending tidak beli motor. Contoh lain: Jupiter z di anggap designya bagus. Tapi orang yg fanatik honda ttp tak mau beli. Tapi begitu honda keluarin new blade yg auranya mirip2 jupiter,maka langsung laku. Satu contoh lagi,meskipun vixion paling laku,tp new mega pro juga ga jelek2 amat penjualannya. Coba saja kl dibalik. Vixion itu adalah honda. Dan mega pro itu adalah yamaha. Kira2 akan diskontinu tuch mega pro. (Ulasan saya ini mengarah pada sisi fanatisme!) Hal inilah yg membuat honda susah di tumbangkan. Dan kalopun bisa,perlu beberapa generasi! Mungkin anda berpandangan,kan masing2 ortu kita punya motor yg tak selalu honda? Benar! Tapi tetap saja mayoritas honda kan???

  3. Prabu Melaz says:

    Gareng@ Iya. Memang mungkin,tapi sangat sulit. Kecuali para kompetitor benar2 mengeluarkan produk2 yg luar biasa. Tapi pertanyaannya: “Kalo kompetitor bisa menelurkan produk2 smart,masa honda dg kapitalnya yg begitu tangguh tidak bisa mengimbangi?” Mungkin honda akan mengamuk dg membajak para insnyurnya,dg imbalan gaji yg jauh lebih tinggi. Saya terlihat pesimis ya? Hehehe….Tapi sebenarnya saya cuma mengulas apa yg telah terjadi sebelum2nya. Sebagai contoh: Berapa tahun yamaha terseok2 untuk memasarkan matic? Mulai dari Nouvo yg waktu itu kurang bersinar,lalu di teruskan dg generasi mio,yg akhirnya bisa di terima masyarakat. Dan begitu mio terlihat booming,perlu berapa th honda membalasnya??? Dengan segenap kekuatannya,honda langsung menelurkan vario,di susul beat,vartech,spacy,scoopy,lalu vario 125. Bisakah pabrikan lain yg punya kemampuan kecil mengimbangi agressivitas honda ini??? Dan perlu di ingat,salah satu hal yg membuat nouvo kurang laku adalah dimensinya yg besar. Dan…..bukankah vario itu juga berdimensi bongsor? Tapi karena ber merk HONDA,ya tetap saja laku. Yaah…..dijaman serba kapital seperti ini,mmg sangat sulit membunuh seorang raksasa. Mungkn butuh banyak keajaiban untuk mewujudkanya! ( catatan: saya bukan fbh,semua motor saya saat ini adalah yamaha. Jupiter mx dan vixi).

    Saya senang dg adanya blog ini,bisa saling berbagi uneg2 dalam dunia otomotif roda dua. Salam kenal Mas Gareng!

    • oke mas.. salam kenal juga dari saya..
      saya pun sadar, kecepatan Honda memebalas dan menggelontor itu luar biasa 🙂
      nice opinion mas.. piss

    • Gareng says:

      salam knal jg mzbro.
      memang sulit mengalahkan raksasa…tp klo kita ngliat secara teknis sbnr e g ada pabrikan yg bner2 menang mutlak dari kompetitor (smua tinggal soal branding).dan salah 1 kelemahan pabrikan besar ialah ketika pasar melambat & tdk ada 1 type yg bnar2 booming (krn produksi mrk yg besar) percuma to mroduksi bnyaak tp g keserap pasar ??? cmiiw

  4. good day says:

    Sekadar mengingat kblakang gan’ bkn NSR 150 pernah dhajar Ama ninja 150 gan?? N hebatx lgi bukAn haxa NSR yg dhajar Sma ninja saat itu’, tpi si raja suzuki RGR yg saat itu sangat berjaya pun tak berkutik bersama Rx king, n Rx-Z. lihatlh ninja skrang msh dikdaya dgn kerajaanx sendiri’ hehehe berarti bkn honda tdk mungkin dlengserkan toh??? Haxa semua betuh proses gan’ tul???

  5. good day says:

    Sekadar mengingat kblakang gan’ bkn NSR 150 pernah dhajar Ama ninja 150 gan?? N hebatx lgi bukAn haxa NSR yg dhajar Sma ninja saat itu’, tpi si raja suzuki RGR yg saat itu sangat berjaya pun tak berkutik bersama Rx king, n Rx-Z. lihatlh ninja skrang msh dikdaya dgn kerajaanx sendiri’ hehehe berarti bkn honda tdk mungkin dlengserkan toh??? Haxa semua butuh proses gan’ tul???

  6. Prabu Melaz says:

    Gareng@ Saya sependapat dg argumen anda. Bahwasanya tidak semua lini dr raksasa ahm menang mutlak,dan juga ttg analisa anda bhw raksasa yg memproduksi banyak type akan kedodoran jika pasar melemah. Hal ini sedikit banyak terbukti dg di diskontinue-nya vartec 110, karena ahm tll banyak model dikelas 110cc. Mungkin mereka merasa kerepotan jg ya akhirnya? Hehehe….Dan skrg,di segment matic 110cc,antara ahm dan yimm adalah 4 lawan 3. (Beat vs mio j,soul gt vs vario,scoopy vs fino. Hanya spacy yg lolos tanpa lawan. Tp ga juga kok mas,kan ada Bajaj Bajuri? Bisa muat kambing tuch?! Qiqiqi…)

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s