Sensasi test drive Vario 125 di MPM Gresik : recomended masbro..

Sore ini gianluigi merio berkesempatan mengunjungi MPM Gresik. main dealer Honda untuk kota Pudak.. Rencana mau mengantarkan seorang teman yg berniat membeli Vario 125, sebagai pengganti satria FUnya yang mau di lego.. hehe.

Meski suasana sudah beranjak senja, sambutan para awak dealer masih hangat, hehe.. bersama minuman yang tersaji, mulailah saya menanyakan motor yang dimaksud.


Vario 125 non cbs dibanderol 15,7jt masbro (OTR Gresik) sedangkan yang CBS terpaut satu jeti. Rencana temen saya mau bawa pulang sebiji yang warna oranye, sayangnya ora ready stock.. :(. Varian ini kudu inden satu bulan mas, kata Erlin, mbak sales yang ramah tersebut. Waduuuwww kok lama ya??? barangkali karena keran produksi varian gres ini masih belum normal dan belum mampu mengimbangi permintaan yg datang. bisa jadi.. Kalo mau inden, kudu ninggal DP 800ribu mas, tambahnya.. wihhh.

Yawes gak bisa bawa pulang nih motor.. tapi masih bisa nyoba kok. Sip lumayan lah, kenapa nggak kita tes aja sekalian. hehehe. Kami hampiri tuh yang warna oranye, trus coba nyalakan mesin.. Byuuuhhh ediyan, hampir seketika menyala, tampa bunyi gemeletak khas varian pendahulu.. keren juga tuh improve dari AHM. ACG starter pancen jozzzz..

Coba akselerasi ahhh.. behhh rupanya enteng banget mas bro, tersa lebih mantep dari Vario lama yang pernah gianluigi mario coba. Namun vario 110, imho masih lebih responsippp, barangkali pengaruh karbu nya, namun saya pikir kalo si 125 ini diseting ulang bukan mustahil akan seresponsif yang lawas. Topspeed nggak sempat nyoba, karena jalanan yang disediakan hanya seputaran area dealer 😦 nggak apa lahhh lain waktu aja kalo sudah dikirim diuji ulang 😛

Secara handling, Vario 125 kayaknya masih 11-12 sama yg 110cc mas bro, lebih mantepan dikit karena bobot yang makin endut, hehe. Inget si Vixion, jelas beda banget lahhh 🙂 kan memang beda kelas.. Sambil berakselerasi, saya coba pengereman depan.. Hasilnya cukup pakem khas disk brake. Untuk rem belakang, meski masih teromol, sudah lumayan mencukupi kok.. Hasil detailnya akan lebih kentara kalau sudah dipakai kecepatan tinggi nanti. ditunggu aja mas bro..

SEcara umum, menurut saya motor ini patut diapresiasi dan menjadi pertimbangan utama untuk yang mau membeli matik dengan budget 15-16jt. Recomennded lahh. Kalo pingin lebih yakin, coba aja sendiri ke showroom dijamin bakal kepincut.. Bisa-bisa mallah kepincut salesnya pisan, wakakakaka.

Ada yang tertarik? silahkan datang ke MPM gresik.. atau dealer terdekat di kota anda :mrgreen:(gianluigimario)

Kalau P200NS dikomparasi dg Scorpio, siapa yang menang???

beberapa hari terakhir, P200NS seperti tak ada habisnya diberitakan oleh awak media.. soal harganya, spyshootnya, soal riau, dsb.

Iseng aja saya pengin membandingkannya dengan si kalajengking, sang ujung tombak dari YIMM yang memiliki kubikasi dan performa teratas.

Saya sajikan sebuah tabel kecil untuk memulai komparasi ini..

Jika kita melihat sisi performa mesin, jelas sudah siapa pemenang mutlaknya : P200NS. Power yang dihasilkannya meninggalkan Scorpio jauh dibelakang sebesar 5PS lebih..Secara torsi Scorpio masih dipaksa bertekuk lutut, meski kalah tipis kurang dari satu Nm. Transmisi P200 yang sudah 6speed semakin menegaskan keunggulan ini. Barangkali ada tiga hal yang bisa kita cermati dari komposisi mesin keduanya, yaitu :
– bore vs stroke
– rpm range
– 4v lawan 2V

Mesin P200NS, meski masih 200cc namun power maupun torsi lebih bengis bisa jadi karena Borenya sedikit lebih besar, sehingga unggul di rpm atas. Performa puncak jagoan Bajaj ini didapat pada putaran mesin 1500 rpm lebih tinggi dari si kalajengking. Hal ini ditambah dengan kuantitas valve P200 yang berjumlah 4 biji, yang jelas lebih dominan ketimbang milik Scorpio (2biji).

Meskipun masih sama memakai karbu, namun Mesin P200 telah memakai teknologi pendingin cairan yang secara pendinginan pasti lebih sip. Aplikasi sistem pengapian 3-busi semakin menegaskan keunggulan teknologi dari sang kompetitor. Ini bisa kita maklumi jika menilik bahwa mesin scorpio sekitar 10tahun lebih dulu hadir (cmiiw).. saat itu teknologi seperti ini rasanya belum ada..

Secara handling, meski belum pernah di perbandingkan secara nyata, namun disinyalir Deltabox akan lebih stabil ketimbang sistem konvensional (diamond) milik Scorpio. Hampir pasti, disisi ini kembali P200NS lebih baik.

Nah beralih ke ranah desain.. P200NS yang dirancang oleh kang Heinrich jebolan BMW sudah banyak mendapat pujian. Kekar, gagah, artistik, mutakhir, dan semacamnya. Menurut penulis, garis desain motor ini terkesan sangat tegas dan berkarakter.


Scorpio, setelah melalui revolusi desain yang terakhir menurut gianluigi mario memang terlihat lebih cakep dan keren. Sayangnya beberapa suara minor tentang lampu depan, atau tangki yang wagu membuat sambutan untuk varian ini kurang menggembirakan..

Harga? jauhhh.. (4-5jt). Jika scorpio berada di segmen 25jt-an, P200NS memngambil harga psikologis 20-21jt. Dengan keunggulan di nyaris semua sisi baik performa, handling , maupun desain, jelas value P200 lebih menjanjikan..

Barangakali yang merupakan kekuatan Scorpio adalah produsennya serta sisi historis. Karena Yamaha lebih dikenal masyarakat indonesia, maka Scorpio yg merupakan produk dari Yamaha tentu tak perlu diragukan lagi.. apalagi motor ini sudah lama mengaspal di tanah air dan memiliki komunitas yang jelas telah membuktikan sepak terjangnya..

Singkatnya, secara teknis P200NS lebih unggul dari Scorpio.  Kecuali bendera pabrikan dan Historinya, rasanya si kalajengking masih kalah dari produk baru BAI ini..

Mungkin segemntasi marketing kedua varian ini tidak sama persis, namun jika melihat kelebihan-kelebihan P200NS, tak mustahil sedikit banyak pasarnya akan memakan Scorpio, dengan kubikasi yang nyaris sama..

Hasil akhir pertarungan ini??? biar waktu saja yang menjawab :mrgreen: (gianluigimario)