Satria FU kompresi 10,2 :1 , Vixion 10,4 : 1 sama-sama boleh pake premium..

Satu lagi artikel ringan dari warung ini, soal bbm..

Adalah suatu fakta yang menarik, saya sering dengar rekomendasi Vixion untuk pake Pertamax disisi lain satria FU yang rasio kompresinya hampir sama jarang disarankan. Apa pengaruh injeksi pada Vixion yang membuat diskriminasi?

Diskusi aja yuk, kan sama-sama nggak tahu.. Buat para ahli ya diharapkan meluruskan atau ngasih tambahan knowledge aja.. 🙂

Kalau dianalisa secara ringan (versi newbie), maka tidak diharuskan bagi keduanya pake pertamax kok. Mungkin ada beberapa referensi bahwa rasio 10 keatas diharapkan menenggak pertamax, bukan premium, namun saya pikir buat Vixion atau FU yang masuk kategori tersebut sah-sah saja tetep pake premium.. Banyak temen yang punya FU tapi jarang banget yang ngisinya pake pertamax-pertamax plus..
Kecuali yang sayang banget motornya, dan penghasilannya mapan. Jadi buat motor kelas premium yang harganya wahh ya nggak masalah beli bbm-nya semahal apapun.. hehe imho.

Kabarnya Vixion kalau nggak pertamax suara mesinnya ngelitik? wah, maaf saja gianluigimario nggak pernah merasakan gejala tersebut meski cuman dua-tiga kali saja belinya pertamax.. Yang pake FU? saya kira juga nggak ada masalah.. Soal Injektornya Vixion? bisa dibersihkan dengan injektor cleaner cmiiw. Yang jadi masalah kan kalau pake bebsin oplosan ngawur.. bukan bensin premium itu sendiri..

Jadiii?..
Yah, sependapat dengan opini bahwa jenis BBM nggak selalu dipatok dari kompresi, namun juga dipengaruhi daya beli konsumen. Selama pake bensin saja nggak ditemui masalah, ya tidak ada keharusan pakai pertamax.. Yang bergaji besar trus penginnya langganan bensin non subsidi? malah bagus kok recomennded banget buat ngurangi beban negara.. 🙂

 Apakah ada efek jangka panjang untuk pembakaran kompresi tinggi dengan premium terus menerus? wah silahkan ditambahi aja buat yang sudah mapan ilmu mesinnya 😀
(gianluigimario)

Berita ngeblog mustahil memenuhi semua tuntutan pengunjung.. :)

weleh-weleh, baca TMCblog pagi ini saya tersenyum sendiri. Bukan hanya karena update berita yg fresh, namun juga kenyataan bahwa Blog sebesar warung ijo juga ngalamin ‘diprotes’ pengunjung setia yang merasa jenuh..

Tak pikir cuman di warung papan bawah aja ada kejadian begituan.. komplain adanya pemberitaan yang monoton dan dianggap kurang berisi, kurang kerjaan, kurang berita, dsb.. 😛

Saya setuju dengan kang taufik, bahwa nggak mungkin seorang blogger (atau singlefighter) bisa memenuhi tuntutan seluruh pengunjung yang bisa mencapai ratusan atau ribuan. Mesti ada yang kurang puas, dan mustahil merata 100% tanpa ada ganjalan. Itu hanya ada di dunia teori alias ideal..

Padahal imho, warung ijo sudah berupaya memberi variasi yang bejibun, entah itu jas hujan, balapan, event2, ulasan minerva, dsb, masih juga mendapatkan keluhan bahwa berita soal bocoran (teralis atau New Vixion) itu terlalu monoton. Tanpa mengurangi respek terhadap ppara komenter yang kontra dengan frekuensi berita HOT tersebut, saya yakin bahwa prosentase terbesar pengunjung adalah sebaliknya yakni menunggu update berita dengan antusias, apapun rupa beritanya..

Biarpun cuman secuil..

Ada hal yang tak bisa kita lupakan, bahwa kalau bukan dari TMCblog atau kang IWB, dari mana lagi sumber berita rahasia atau teliksandi tersebut??? Apalagi niatnya pun bagus, ada berita terbaru apapun maunya dishare agar semua juga pada tahu.. 😀

Solusinya? jelas nggak ada solusi kongkrit..hehe
Cari aja gampangnya : kalau mau baca silahkan, jenuh atau bosan ya tinggalkan aja, masih banyak pembaca lain yang menantikan berita tersebut.. Kalau gianluigimarioBlog yang kena komplain ya masukannya diterima, berita distop untuk sementara..
Namun sayang kalau berita “eksklusif” dari blog papan atas dihentikan.. gak enek tunggale masbro 🙂

Masukan apapun, tentu saja bagus buat pengembangan kedepannya, oleh sebab itu yang mau ngomplain ya silahkan saja.. bebas. InsaAllah akan selalu didengar..
Namun harap dimaklumi bila masih ada ketidakpuasan, karena “nggak mungkin sempurna bisa sesuai harapan semua orang…” hehe. Monggo.. artkel santai nih..
(gianluigimario)

Wew, ditawari CBR250 seken oleh sales resmi… hehe

Unik juga pengalaman kemarin. Dealer dan sales resmi  kan biasanya jual motor baru ya, apa nggak jualan yang seken?

Maunya ngecek, apa ada motor bekas yang dijual di Dealer resmi??? nyeleneh tho.. tapi siapa tahu aja jawabannya diluar dugaan.

Gianluigi mario sih niatnya tanya soal CBR series. kan kayaknya salah seorang rekan blogger ada yang pernah beli CBR bekas di dealer, dan kabarnya sang bos biasa menyimpannya.  Nggak ada salahnya ditanyain nih..
Eh mbak, kok yang ditawarin baru semua. Nggak jual yang bekas tah?
Wah ya nggak ada mas.. nyari bekas kok didealer..hehe” Jawab salesnya sambil senyum simpul

Emang ada dealer yang jualan motor bekas??? Kayaknya nggak mungkin deh. Tapi terus bertanya kan sah-sah saja :mrgreen:
Lha siapa tahu dealer besar kayak sampean nyimpen, barangkali aja nggak seperti dealer biasa “ saya tetep ngeyel..
Wah ditempat saya nggak ada, tapi biasanya di dealer anu dan anu kadang ada. Coba aja tanya kesana..
Sip nih infonya..tapi saya penginnya beli ditempat sampean 🙂 “.. masih ngeyel
Ooo..kapan lalu teman saya ada yang mau jual CBR250, mau?? ” mbaknya menawarkan.
Ahh nggak deh, mahal.. yawes makasih infonya mbak.. ” saya tutup aja pembicaraan tersebut sambil pamitan pulang.

Emangnya nanyain terus mau beli??? nggak sih cuman cari info aja. Dengan semakin banyaknya info kan makin lengkap referensi yang kita punya. Kalau nggak tanya, mungkin saya belum tahu kalau ada satu-dua dealer istimewa yang transaksinya nggak cuman motor baru???

Jadi nggak beli CBR250??? walahhh mahhaall…(juga nggak pantes, hehe). Kapan-kapan aja lah.. 😀
(gianluigimario)

Bentuk tangki.. apakah sangat mempengaruhi pembelian suatu motor?

 

Byuhh.. seharian nggak buka internet, sekali online beritanya yang hot kok tangki. Tangki bocor? bukan lahh kan sudah nggak hot lagi.. hehe. Yup bener, tangki teralis dan New Vixion..

Apa desain tangki memang begitu penting?

Yang pasti secara fungsional fuel tank jelas sangat penting. Sebagai penyimpanan bahan bakar, jika perangkat ini nggak berfungsi maksimal, kita pun akan mengalami kesulitan. Meski begitu, dalam keadaan darurat, fungsi tangki masih bisa digantikan botol air mineral. Beberapa kali saya jumpai konstruksi kayak gitu dijalanan.
Selain kurang safety, jelas nggak mboys dipandang dan kapasitas penyimpanannya jelas jauh lebih terbatas..

Namun bila tangki kita kaitkan dari segi desain, bukan lagi fungsinya, maka peranannya tak kalah penting. Biasanya tampilan suatu motor disukai atau tidak, dimulai dengan melihat tangkinya. Banyak teman gianluigi mario yang beropini demikian.
” walahh.. tangkinya kok aneh ya?”
” terlalu mbedunduk bentuknya…”
” kayaknya tangki nggak pantes sama keseluruhan bodinya ya?”
dsb.

Tangki yang nggak sreg di benak calon pembeli, bisa bikin urung buat memilikinya..Namun sebaliknya desain yang sippp bisa menjadi senjata utama penetrasi segi desain.
Sebuah lekuk desain yang bagus dari tangki, artistik maupun futuristik asalkan mengena di hati, dijamin bakal mengangkat nilai produk tersebut.

Sayangnya kriteria seperti apa tangki yang bagus dan yang kurang apik itu nggak simpel. Perlu melihat lekuk bodo secara keseluruhan beserta bleger-nya untuk mendesain sebuah tangki yang cocok. Tangki yang terlihant mantap disatu motor, nggak mesti pas buat motor lainnya toh??? bisa menjadi blunder kalo masangnya nggak semestinya..

Secara singkat imho bagi saya “tangki” itu ibarat masterpiece dalam suatu desain sepeda motor. Selain kudu apik bentuknya, sisi kecocokan dengan desain keseluruhan itu tak kalah pentingnya.. Nggak percaya?  ambil saja contoh kasus Byson dengan New Scorpio.. 🙂
(gianluigimario)

Jadi blogger perlu karakter??? masak iya sih… :D (*guyonan ringan)

Untuk menyegarkan suasana, ada baiknya dibuat guyonan-guyonan kecil. Meski bakat ngelawak gianluigimario tak semasif Kartolo atau Kirun CS, ya buat artikel kecil2an apa susahnya.. hehe. Apalagi warung beberapa hari ini sedikit idle karena ditinggal pemiliknya ke kota dingin, liat hiruk pikuk Malang Tempo Doeloe.. Pulang dari MTD langsung masuk kerja 3hari berturut-turut..

Perlu refreshment nih..

Balik ke laptop ya.. 🙂 Apa bener ngeblog perlu karakter?? hehe.

Jawabnya enteng aja : kalau mau jadi blogger serius atau pengin hits besar ya perlu. Bila sekedar numpang saja, kayak warung ini misalnya, atau satu artikel saja per hari, walahh.. buat apa karakter tetek bengek itu.. :mrgreen:

Menurut imho saya, blogger level premium biasanya punya karakter yang kuat dan kharismatik.
Misalnya adalah :
– Karakter berita rahasia/bocoran yg kuat
– Karakter pemilihan kalimat dalam artikel yang enak bacanya
– Karakter teknisnya ahli banget
– Karakter pengetahuan mobil/motor seken
– Karakter produksi artikel yang aktif dan banyak, variatif
– dsb..dsb..dsb
(contoh blognya sebutin sendiri ya? :P)

Kenapa blogger papan atas rata-rata memiliki satu karakter khas? karena dengannya lah pembaca mengingat ingat dan berkunjung. Misalnya pengin berita bocor alus, kita sudah apal blog mana yang karakternya gitu. Pengin tanya seken, kita bisa ke kang Bonsai, (eits keceplosan) . Mau langganan artikel variatif, dijamin Ridertua mampu memenuhinya, hehehe.

Perlukah karakter untuk warung ini?

Karena warung ini masih blogger papan bawah dan nggak punya karakter kuat alias angin2an, maka untuk saat ini, Tidak perlu…
Namun jika pembaca suka artikel yang menganalisa dengan karakter ngawur, boleh kok diskusi disini. Kalau banyak salah disana-sini mohon dimaafkan, namanya aja masih blogger gurem… hehehe.

Monggo…
(gianluigimario)

Cepat atau lambat, Yamaha pasti akan ikutan produksi 250CC..

Pernah suatu ketika saya tulis dikertas semua produksi empat pabrikan besar untuk kelas sport. Hasilnya adalah munculnya 2 tanda tanya dibenak gianluigimario. Satunya soal Suzuki, dan berikutnya tentang Yamaha.

Yamaha tidak punya wakil untuk 250CC (tiga pabrikan lain punya), sedangkan Suzuki nekat bermain di kelas 125cc yang notabene tiga pabrikan lain sudah nggak tertarik..

Walaaahh.. kalau berbicara tren, tampaknya Yamaha cepat atau lambat akan ikutan bermain, saya cukup yakin dengan asumsi itu. Berita TMCblog sehari yang lalu pun semakin bikin terang opini tersebut..

Memang kalau suatu brand itu tidak memproduksi sebuah mesin kelas tertentu, itu bisa saja dipengaruhi dua faktor :
– Memang dari strategi atau kebijakannya
– Tidak memiliki mesinnya atau prototypenya.

Kalau Yamaha bersikeras untuk menetapkan strategi tidak meramaikan sport seperempat liter ini,saya pikir itu takkan bertahan lama. Mengapa? karena kelas tersebut semakin hari tambah diminati dan memiliki prestise yang sangat tinggi meski secara prosentase masih jauh lebih kecil dari kelas umum, namun perkembangan segemnnya sendiri terus bergulir.. tahun demi tahun..

Nah kalau soal permesinan, meski untuk saat ini YIMM tidak punya, namun Yamaha Global pernah mengeluarkan varian-varian 250cc, misalnya Zeal, atau bahkan Fazer. Tentu buat pabikan sekelas Yamaha tak sulit buat mesin beginian, kalau mereka mau..apalagi kalau histori sudah mencatat mereka pernah menelurkan kapasitas tersebut.. Tinggal mengembangkan saja, kan sudah ada pondasinya.. hehe

Pada intinya dengan berasumsi simultan bahwa Yamaha akan tertarik ikut 250cc dan fakta bahwa membikin mesin kapasitas tersebut tidak sukar buat mereka, maka gianluigi mario yakin, cepat/lambat deretan motorsport 250liter akan menyertakan nama pabrikan garputala ini..


Segera? Rasanya tidak.. karena Yamaha kalau mempersiapkan sesuatu biasanya nggak main-main dan nggak keburu, melainkan merisetnya selama beberapa lama. Kalau kang taufik bilang 2014, itu artinya 2taunan lagi.. :).

Spyshot-nya kapan ya? nggak sabar nihh :mrgreen:
(gianluigimario)

Logis nggak kalau mesin baru Honda nanti bisa murah???

Kalau New Megapro bisa murah, kita faham.. si macan tembus 26jt, juga masih dimaklumi kan sudah tenar dan 200cc pula. Lha kalau mesin DOHC yang lazimnya dihargai Honda, 33juta rupiah kok bisa ditekan jadi 23-24jt, aneh sekali ya???

Mesin bermekanisme sama, bendera pabrikan sama, tapi harga selisih dua digit.. Darimana asalnya?

Waladalahh..timbul tanda tanya besar bagi gianluigimario dan beberapa pengunjung warung..Secara sepintas memang terlihat mustahil, mesin Honda nantinya bisa semurah itu. Tapi mari coba kita utak-atik bersama.. (sedikit ngawur boleh lah..). Bisa jadi, konsekuensi yang datang dari murah itu hampir pasti “kualitasnya inferior”.. Ya nggak? logisnya begitu. Kalau ada orang yang nawarin satu barang, harganya jauh dibawah pasaran patut kita pertanyakan rupa barang tersebut.

Sayangnya belum ada gambar yang dapat menjelaskan  hal tersebut..

Atau bisa jadi dirakit CKD  part-nya? Kalau ini lumayan masuk akal juga. Apalagi kalau beberapa bagian diproduksi secara domestik, seperti disiratkan mas IWB. Dengan membuat sendiri beberapa komponen yang kalau diimpor mahal harganya, tentu biaya akhir bisa ditekan.

Namun biasanya part yang produksi lokal dengan “ori” dari negara asalnya, itu punya selisih mutu..cmiiw.

Terakhir, bisa juga kita terpaku CBR mahal, melupakan value dari fairing itu sendiri sebagai pembeda harganya. Jika saja  ada CBR tanpa fairing misalnya, saya cukup yakin kalau harganya nggak semahal sekarang, bisa selisih  3-5 jeti imho. Karena motor baru Honda gak pake baju full , tentu saja biaya produksi juga jauh lebih kecil, hehehe..

Singkatnya adalah memang sulit diterima kalau mesin sport baru Honda nanti sudah DOHC tapi harganya murah..namun jika dipikir pikir ke arah pembuatan sendiri beberapa komponen, kan mungkin saja suatu biaya produksi bisa turun.. Unfortunately, kalau nantinya kualitas juga turun ya jangan kaget. ono rego ono rupo.. :P. Fakta yg sedikit ” menghibur” adalah jika absenya full fairing pada varian terbaru AHM itu bisa menimbulkan selisih yang signifikan. Ini bisa diartikan : kualitas hampir sama, hanya saja tanpa full fairing kan bisa lumayan murah..

Yahhh.. apapun alasannya, kurang logis memang jika mesin sama dengan CBR banderolnya 20jt-an, maka dari itu  jangan kecewa kalau nantinya hampir pasti ada penurunan pada kuaitasnya. *analisa ngawur..
Inilaah rumitnya kalau pengin semua barang bisa semurah-murahnya :mrgreen:
(gianluigimario)

Stripping dan variasi headlamp FU : meninggalkan kesan feminim..

Momentum tengah tahun rupanya banyak dimanfaatkan buat facelift bebrapa pabrikan. Setelah Tiger, next facelift itu Satria FU. Sama-sama merubah tampilan headlamp juga ya..

Sebetulnya minor change pada FU ini mengena nggak ya???..

Imho, edisi terakhir jagoan suzuki sebelum facelift ini termasuk payah.. Entah kenapa motif stripingnya mengesankan gambar cewek, padahal yang ditonjolkan oleh varian ini kan kenceng-nya..nggak cocok dehh.. Apakah untuk merangkul segmen kaum hawa juga biar kepincut? Entahlah….

Nah dengan perubahan striping yang makin garang, jelas bakal menambah bagusnya pamor FU nanti, sekaligus meninggalkan kesan striping feminim itu.. Jadi perasaan kurang sreg karena gambar motif, yang dialami beberapa teman saya, setidaknya tidak akan terulang kembali. Tambahan permainan warna kisi udara pada sektor lampu depan juga patut diapresiasi sebagai nilai lebih FU yang baru. Mungkin nanti akan timbul, pro-kontra seperti biasanya namun imho lama-lama juga bakalan diterima kok.. apalagi itu nggak mengubah signifikan, cukup mengena buat refreshment model tampilan headlamp Satria yang sudah cukup lama stagnan.

Nomer 99 artinya apa??? walahhh nggak tahu.. ngapain juga dipikir emang penting? bisa jadi cuman menguatkan tampilan racing bernuansa motoGP hehe. Pake nomer apapun biarin aja lah.. nggak suka ya tutup skotlet ae 🙂

Memang cocoknya motif stiping FU  itu ya Racing, pokoknya nggak feminim.. hehe. Piye pendapat sampean?
(gianluigimario)

Kalau Jupiter Z aja sudah (mau) FI, tentunya Jupiter MX pun nggak lama lagi.. *analisa ringan

Beberapa hari yang lalu dikabarkan di satu warung papan atas, kalau Yamaha bakal menyuntikkan teknologi injeksi kepada varian New Jupiter Z. Mengapa MX tidak?

Jawaban pastinya nggak tahu, tapi sebagaimana warung papan bawah bebas menganalisa, maka coba saja kita urai secara ringan..

Mungkin jawabannya adalah Yamaha akan menginjeksikan varian bebeknya dimulai dari Jupiter Z, karena tetangga sebelah yang punya HSX 125 sudah ada versi PGM-FI. Secara head-to-head jupiter Z lah lawan terdekat untuk jagoan pabrikan sayap kepak tersebut. Persaingan dimulai dengan melihat musuh “sekelas”nya terlebih dulu.

Kok nggak MX aja?

Jupiter MX nyaris barusan aja alami total facelift besar-besaran bahkan mesin pun turut kena reformasi, tentu kurang lazim kalau sekarang di rubah lagi. Apalagi sambutan terhadapnya cukup bagus.. Pesaing satu segmen dengannya, misalnya satria FU dan CS1 pun masih mengandalkan karbu..

Jiaaahh.. apakah MX bakal menunggu lama buat jadi Injeksi???
Belum tentu.. Kalau antusiasme terhadap Jupiter Z FI nanti ternyata sesuai harapan YMKI, alias laris manis tentu nasib varian yang lain memiliki kans serupa untuk mengikuti jejaknya. apalagi 2014 kan pabrikan garpu tala ini menargetkan semua lini sudah injeksi..
Ini hanya masalah waktu.. Bisa jadi akhir tahun ini atau tahun depan lah paling lambat buat si MX*prediksi ngawur. 🙂

Jika jupiter MX yang notabene masih bebek sudah Injeksi, 5-speed, liquid cooled, 4 valve, dan sudah dibekali RDB.. maka hampir pasti Vixion yang baru akan naik kelas ke 6-speed. Lha logikanya bebeknya aja mesinnya sudah sama canggihnya (selisih kubikasi saja), masak motor batangannya jalan ditempat alias dipersenjatai ala kadarnya? nggak mungkin toh.. ini namanya logika berantai.
Dengan demikian, selain tak lama lagi MX bakal injeksi hampir dipastikan pula varian sport terbaru Yamaha nanti akan memakai 6 percepatan dan sudah RDB.. Trust me.. 😀

Kalau nggak percaya, ya kita tunggu aja sama-sama keluarnya nanti :mrgreen:
(gianluigimario)

Sebuah Renungan : apa bekal kita untuk hari akhir sudah cukup?

Seorang ustadz menceritakan sebuah hadis populer, yang mungkin pernah saya tuliskan, tentang pertanyaan sahabat kepada Rasulullah shalallahualaihi wasallam..
Ya Rasul, kapan kiamat itu datang?.. ” tanya sahabat itu
Apa yang sudah kamu persiapkan untuk hari kiamat itu? ..” Rasul balik bertanya
Sahabat tersebut terdiam sejenak, kemudian berujar  :
Ya Rasul, saya tidak punya banyak puasa, saya juga tak punya banyak shalat, namun saya sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya.. “
Kamu akan bersama orang yang kau cintai.. “  jawab Beliau..

Menarik sekali jika kita pun menanyakan hal serupa kepada diri sendiri, hal apakah yang telah kita persiapkan untuk bekal nanti.. Mungkin yang dimaksudkan hadis diatas adalah tentang banyaknya puasa sunnah dan shalat nafilah, karena perkara fardu jelas wajib dikerjakan.. tanpa peduli berapa banyaknya, kecuali dengan uzur..

Kata-kata kuncinya adalah “mencintai” Allah dan Rasul telah cukup menjadi bekal persiapan. Namun ketika kita mencintai Allah, bukankah otomatis apapun yang Dia minta kita tunaikan, yang dilarang-Nya kita jauhi.. Begitu pula dengan hal cinta Rasul, rasanya nggak sempurna kalau kita abaikan sunnah beliau.

Singkatnya memang “Cinta saja sudah cukup”, namun tuntutan kata cinta itu sendiri tentu searah dengan pengabdian dan ketaatan..
Adakah pencinta yang tak peduli dengan keinginan kekasihnya???.

Mulai dengan mencinta, kemudian taat, itulah bekal yang benar..
(gianluigimario)