Duuhh.. lihat TVS ada yang 160 dan 180cc, kapan ya YIMM keluarin dua versi mesin untuk Vixion???

Lagi anget pemberitaan soal TVS RTR yang 180cc nih hari ini.. kemunculan tersebut menemani adiknya yang terlebih dulu sudah beredar, si Apache 160cc.

Kapan ya Yamaha bakal mengambil strategi serupa? duet Vixion 150cc dan 180cc.. mesti bakal josss..

Soal si TVS, gianluigimario pernah berkesempatan menggeber jagoan dari Indie itu, tentu yang masih bermesin 160cc. Secara akselerasi cukup bagus, halus ketika tenaga mesinnya menyalak..meski secara bodi cukup berat, namun ketika handel gas dipelintir nggak ada gejala kalo mesinnya ngos-ngosan. Memang sih saya belum sempat menguji topspeednya, tapi secara umum engine-nya josss..
Itu masih yang 160cc, gimana  kalo ditambah 20cc lagi? pasti maknyuss. 🙂

Nah Iseng saja saya berangan, kapan ya Vixion bisa keluar dua versi kayak gitu. Power Vixion sekarang sudah lumayan meski masih SOHC, namun mekanisme rancangan Yamaha lumayan kencang. Kalau saja kubikasi itu dipermak jadi 180CC wihhh susah dibayangkan dahsyatnya !!!. Mungkin YIMM beropini kelas 180cc kurang menjanjikan, atau segmennya kurang gemuk, namun imho dengan tetap mempertahankan versi kubikasi orisinilnya Vixion (150cc) diduetkan dengan versi jumbonya, potensi market Vixion bisa makin kuat.  Yang demen motor harian irit dan sudah teruji kehandalannya bakal tetap setia, sedangkan yang ingin mencicipi citarasa Vixion yang lebih “moge” akan terpuaskan dengan tambahan 30CC tersebut.

Mungkinkah bakal jadi kenyataan? kecil emang peluangnya, namun tetep saja mungkin.. hehe. Siapa tahu brojolnya bareng sama sport baru yamaha yang 250CC itu??? 😀
diferensiasi yang jempolan nihh…
(gianluigimario)

Ngeblog, trus kerjaannya OL di depan komputer, mak nyussss…

Banyak orang kreatif di dunia maya.. tak sedikit pula yang berbakat alias talented menulis.. tapi kadangkala waktu adalah penghalang yang utama untuk menelurkan banyak karya. Iyo tah??? 🙂

Karena nggak semua bisa memiliki waktu yang lapang untuk ngeblog..

Memang sih jaman sekarang wes banyak handphone yang canggih, atau tablet yang jos dan berlayar lebar. Namun kenyamanan membikin artikel itu nggak seperti ketika berada didepan laptop atau komputer.. Dengan lebih leluasa kita dapat memainkan mouse maupun keyboard untuk mendukung sesuai keinginan..

nggak sedikit dari kita yang pelupa, maka ketika banyak ide bermunculan di kepala dan nggak segera dituangkan menjadi posting, tak lama lagi ide itu lenyap seperti dibawa angin hehe. Kok bisa lupa? ya kan ada pekerjaan rutin lain atau urusan keluarga yang lebih penting.. mafhum laahhh.. Kok nggak dicatat dulu? ahh ribett..hehe.

Hal yang berbeda kalau pekerjaan kita didepan komputer, dan terhubung internet alias online.. Punya kesempatan yang cukup, tentu nggak kesulitan untuk mewujudkannya dalam bentuk artikel. (kalau pekerjaan selesai atau nggak diawasin bos lho ya. 🙂 ). Nggak heran kalau sobat kita yang seperti ini cenderung lebih berpotensi produktif dalam blogging..

Dalam analisa ngawur saya, orang yang artkelnya rutin dan 3-4 biji perhari atau lebih itu dimungkinkan oleh dua hal : berita dan waktu online. Untuk kategori pertama relatif lebih gampang, karena kalau banyak info yang masuk redaksi, logikanya nggak susah dibikin banyak tulisan bermutu. Tapi kalaupun sampean nggak punya berita namun punya banyak waktu online karena pekerjaannya gitu misalnya, masih bisa kok produktif.. didukung niat tentunya :D.

Nahhh, jika nggak punya dua-duanya yaitu berita maupun waktu online banyak, imho cukup susah ngeblog yang produktif dan multi artikel..
Sampean punya pendapat lain? monggo..
(gianluigimario)