Megapro itu juga kendaraannya ibu-ibu di daerah pedesaan ..

Siapa bilang Megapro cuman milik anak muda atau bapak-bapak? Tak hanya di kota saja motor produksi Honda ini merakyat, namun juga di daerah pedesaan.. Ibu-ibu dari kampung didaerah rumah gianluigi mario pun ada yang menjadikannya sebagai motor harian.

Satu Megapro lawas lansiran 2001 warna merah digambar ini dipakai untuk berbelanja, atau menjemput suaminya pulang kerja. Ibu ini, entah siapa namanya, hampir tiap hari selalu melewati depan rumah.. Dia berusia sekitar 30 tahunan, dan sudah mulai mengendarai Megapro sejak beberapa tahun silam..

Ibu-ibu Megapro rider   lainnya sedikit lebih tua, dan pernah terlihat beberapakali berbisnis dengan tetangga samping rumah.  Barang dagangannya seputaran gorden dan sprei yang dititipkan ke sepupu saya. Gorden dan kain-kain tersebut, terkadang juga gantungan kain yang dari besi, biasa di angkut dengan Megapro miliknya.
Ibu satunya lagi, dengan rambut potongan pendek dan usia sekitar 40an malah lebih ekstrim. Motorsport Honda itu digunakan pulang-pergi menemani anaknya yang masih balita sekolah, dan melintasi lalu-lalangnya jalan raya tanpa memakai helm, hanya berbekal sebuah topi.. Ckckckc, biarpun sudah tua masih macho dan berjiwa muda ibu ini..

Singkatnya, Honda Megapro termasuk motor yang populer semenjak beberapa tahun yang lalu, baik didesa maupun kota. Lekuk bodi yang lansiran lawas itu imut, dan joknya tidak terlalu tinggi serta mudah di pendekkan shock-nya. Tak mengherankan bila ibu-ibu nyaman memakainya.. Maka dari itu tak heran pula varian ini sempat jadi buruan pembeli motor bekas.

Saya yakin, nggak hanya di daerah gianluigi mario aja Megapro disamping tunggangan kawula muda juga jadi kendaraannya ibu-ibu.  dikawasan lain pun serupa..
Apa di tempat masbro juga begitu? monggo dishare..
(gianluigimario)

Bahan renungan : apakah puasa kita telah mengantarkan kepada Taqwa?

Puasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi kaum muslim, dengan tujuan menjadikan orang yang bertaqwa. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun bernasihat dalam sabdanya, bahwa orang yang berpuasa dan qiyamullail di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan akan diampuni dosanya, seperti baru keluar dari rahim ibu.

Nah, tujuan puasa jelaslah takwa.. namun apakah berulang kali kita melewati Ramadhan setiap tahunnya telah mengantar kita ke derajat taqwa??? tentu hanya kita sendiri yang paling tahu jawabannya..namun ciri-ciri orang bertaqwa ini mungkin dapat kita jadikan renungan.

Dalam Al-Imran 133-134 Allah menyebutkan beberapa ciri orang yang bertaqwa, yaitu :
1. Dermawan..
Orang yang bertaqwa selalu berinfaq dan sedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Rasulullah pernah ditanya, shadaqah apa yang paling Utama? jawab beliau adalah “shadaqah di bulan Ramadhan”.. Oleh sebab itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak infak dan sedekah di bulan puasa..

2. Penyabar..
Orang yang bertaqwa mampu mengendalikan nafsu amarahnya.. Orang yang kuat, kata Nabi, bukan orang yang mampu mengangkat beban berat atau semacamnya, namun ialah orang yang “mampu menahan nafsu dan amarahnya..”
Makanya, puasa tidak hanya menahan lapar maupun dahaga, tetapi yang tak kalah penting adalah menahan nafsu dan amarah..

3.Pemaaf.
Orang yang taqwa suka memaafkan orang lain. Adalah sebuah hal yang hebat, manakala seorang mampu membalas ketika dizalimi namun dia malah memberinya maaf., tidak sembarangan derajat orang seperti ini. Dan Rasul pun berpesan, jika ada orang yang menantangmu berkelahi atau berdebat katakanlah “aku sedang berpuasa..”

4. Berbuat baik.
Allah mencintai orang-orang yang suka berbuat kebaikan.. oleh karenanya sangat dianjurkan untuk memnuhi bulan Ramadhan dengan amal-amal dan perbuatan yang baik..

5. Ingat Allah ketika berbuat kesalahan.
Sebagai manusia yang tempatnya salah serta lupa, tentulah setiap orang pernah melakukan namanya kesalahan. Tetapi bedanya adalah, orang yang bertakwa seketika melakukan kesalahan, baik itu berbuat yang keji atau menzalimi diri sndiri, ia segera ingat kepada Allah. Lalu meminta ampun, serta tak mengulangi kesalahannya lagi.
Dibulan puasa yang penuh ampunan ini, sangatlah pantas jika kita disunnahkan memperbanyak memohon ampunan atas dosa-dosa kita..

Apakah pertanda orang taqwa itu telah kita miliki? Kalau belum mungkin ada yang kurang sempurna dari puasa kita, tentu kita jualah yang paling tahu dan mampu memperbaikinya..

Semoga bermanfaat..
(gianluigimario)