” Suzuki Smash itu mesinnya bandel..” , benarkah?

Ada sebuah fenomena menarik mengenai tetangga samping rumah.. SMASH addict!!!
Bayangkan saja, tiga suzuki smash (beda tahun ) ada di satu keluarga. Emang apa ya yang bikin Smash begitu dicintai tetangga saya itu?

Sebut saja namanya Kang Taslim, seorang pedagang basho keliling. Sudah beberapa tahun terakhir setia dengan Smash warna biru keluaran pertama sebagai kendaraannya sehari-hari. Beli bahan baku bakso, berangkat ke sawah, tak pernah Smash tercintanya ditinggal meski motor baru bejibun pilihan..

Rupanya loyalitas itu menurun ke anak pertama, Bang Idur.. Pemilik warung kopi yang selalu ramai tiap malam ini memilih Smash warna silver untuk mobilitas keluarga dan juga transportasi bisnis, selain sebuah mobil pikap lansiran lawas.. Belakangan sih Bang idur beli lagi matik Yamaha Mio, namun itu buat anak perempuannya yang mulai dewasa.. Smash nggak bakalan dilego..hehe

Nggak cukup itu aja, menantu kang Taslim pun tidak mau kalah. New Smash warna merah pun dibelinya sebagai motor untuk aktifitas harian, yakni mengantar tabung elpiji kepada pelanggan setianya. Nah kalau sang menantu ini saya sempat tanya alasan dia pilih Smash..
Smash itu mesinnya kuat banget dan aluss.. biarpun murah harganya dan nggak banyak orang suka, itu tak mengurangi kenyataan kalau mesinnya betul-betul bandel !!! ,“ jelasnya penuh semangat.
buktinya meski pakai bertahun tahun buat ngangkut barang berat, seluruh daleman mesin masih orisinil..

Weleh-weleh rupanya gitu reason mereka menjadikan Smash sebagai varian favorit..

Smash si gesit irit, memang cukup banyak tetangga kampung yang punya motor ini, nyaris tiap gang ada.. Emang harganya terjangkau dan dapet kualitas yang lumayan, meski beberapa orang masih mencibirnya.. Salah satu kekurangan utama motor ini imho adalah Harga jual yang cukup jatuh.. Bisa jadi, ini alasan “kesetiaan” dari pemilik Smash selain faktor bandelnya mesin..
Daripada dijual murah mending dipakai terus sepuasnya‘.. begitu estimasi saya tentang apa yang ada dibenak mereka..
Ada dua teman kantor pemilik Smash, dan itulah salah satu alasan terkuat mereka tetap pakai motor itu sampai lama…

Nah, di tempat mas bro semua apa ada juga yang “Smash-addict” kayak keluarga kang Taslim?
Coba tanya alasan nya, barangkali hrga jual dan faktor mesin yang akan menjadi jawabnya.. 😀
(gianluigimario)

Mozilla dan WordPress ternyata (masih) bikin komputer lemot sampai sekarang..

Aneh bin heran.. sudah 40 hari lebih berlalu sejak pertama kali komputer lemot disebabkan Mozilla dan WP yang ‘berantem’.. Namun barusan aja nyobak buka WP lewat firefox, ealah kok masih bikin komputer macet???
Apakah nggak ada solusi perbaikan atau jalan damai kedua petinggi situs tersebut? Apa selamanya bakal lemot begini? ckckc (apa ini terjadi hanya di komputer saya? 😦 ) ..

Padahal saya kadung suka dan terbiasa browsing pake Firefox..nyaman dan enjoy. Google krome pancen joss, namun terlanjur kebiasaan pake mozilla sejak sepuluh tahun silam bikin susah pindah kelain hati 😦

Untuk saat ini solusi komprominya adalah : buat artikel dan balas koment WP lewat Chrome, sedangkan untuk browsing dan gogling balik lagi ke mozilla..  loncat-loncat tiap hari..hehe

Akankah suatu hari nanti Mozilla kembali rujuk dengan WordPress? harapan kita adalah itu terjadi nggk lama lagi 😀
Siapa saja dari sampean yang cinta mati Firefox kayak saya? ayo dukung perdamaian antara keduanya :mrgreen:

Budaya “nitip jemuran” apakah efektif mendongkrak HITS??? .. monggo kalau mau nitip :)

Ngeblog itu banyak liku-likunya..  Selain produktif bikin tulisan, juga kudu menjaga konsistensi semangat agar tetap eksis.. Salah satu yg bikin semangat bisa jadi adalah HITS, atau jumlah kunjungan per hari.

Kalau enggak keliru, kata Ridertua HIts bisa di pengaruhi banyak hal misalnya gambar populer, pemilihan kata kunci yang pas, optimasi search engine, atau link dari blog lain alias “nitip jemuran”. Bahkan item terakhir menurut estimasi pentolan jatimotoblog itu  bisa berkontribusi 10% hits..
Mossoookkk??? 😀

Awal ngeblog dulu jelas gianluigimario selalu nitip jemuran disana-sini. Berkunjung, koment, atau bahkan sekedar nge-like cuman kadang-kadang saja namun copas link jemuran hampir nggak pernah lupa. Maklum determinasi ngeblog masih tinggi..
Setelah beberapa lama waktu berlalu, saya sudah hampir nggak pernah nitip jemuran lagi. Apakah karena merasa hebat? Insya Allah nggak demikian, namun semata merasa cukup dengan jumlah pengunjung yang sekarang, jarang punya kesempatan blog walking, dan perasaan sungkan kepada Empu-nya blog yang dititipi (takut dia marah) :mrgreen: ..

Warung kecil ini nggak pasang target muluk-muluk karena sadar diri, hehehe.. jadi apa yang dirasa sekarang cukuplah..  disyukuri aja.

Meski begitu, bagi rekan blogger yang pengin nitip jemuran atau tukar link sangat saya persilahkan. Alasannya saya juga dulu pernah selalu nitip link disana-sini,  dari link yang sampean sertakan itulah jalan instan saya untuk mampir ke warung sampean semua..
Kalau seluruh (ratusan) link dikunjungi, jelas perlu berjam-jam di depan komputer..

Monggo menjaga persaudaraan selalu, baik sesama bloger maupun komentator.. nggak ada diskriminasi. Nitip jemuran pun monggo kalau mau, saya nggak keberatan sama-sekali. Siapa tahu saya jadi perantara supaya Blog sampean bisa jadi Warung papan atas..hehe (jangan lupa syukuran kalo sukses :))
Keep blogging and keep brotherhood..
(gianluigimario)