Kisah sajadah Ma’ruf yang dicuri ..

Suatu kali Ma’ruf al Kharkhi ke tepi sungai Tigris untuk berwudhu, meninggalkan Alquran dan sajadahnya di masjid. Seorang wanita tua mencurinya. Ma’ruf pun mengejarnya.

Ketika menyusul wanita itu, ia berkata sambil menundukkan pandangan agar matanya tidak melihat wajah wanita itu, “ Apakah anda punya anak lelaki yang dapat membaca Alquran?
Tidak,” jawab wanita itu.
Kalau begitu kembalikan Alquranku. Anda boleh mengambil sajadahku,” ujar Ma’ruf.
Wanita itu takjub akan kemurahan hati Ma’ruf, lalu mengembalikan Alquran dan sajadahnya.

Tidak, ambillah sajadah ini,” kata Ma’ruf. “Sajadah ini telah halal bagimu.”
Wanita itu pun cepat-cepat berlalu dengan perasaan malu dan bingung.

Catatan kecil :
Ada sebuah hikmah yang dapat diambil dari cerita sajadah ini, yakni tentang ibadah dan muamalah.
Ma’ruf menghalalkan sajadah kepada wanita itu agar dapat dimanfaatkan untuk keperluannya namun jika Alquran itu memang tidak diperlukan si pencuri, maka ia memintanya agar masih bisa menggunakannya untuk ibadah..

Ibadah kepada Tuhan adalah kewajiban, namun menolong sesama yang memerlukan jangan sampai diacuhkan.. Semoga bermanfaat.
(gianluigimario)