Kelas bebek sport kurang serius di garap pabrikan selain Suzuki???.. *opini ringan

Wooww.. Suzuki mau bikin ayago lagi.. Kalau desas-desus ini benar, maka ada dua point yang muncul di benak saya :
– Suzuki yang agresif bikin ayago (terilhami kesuksesan Satria), atau
– Pabrikan lain mana, kok diam aja? nggak tertarik berkompetisi atau memang nggak mampu menyaingi Satria?

Coba kita analisa satu-satu, dengan santai atau minum teh hangat :mrgreen:

Jika kita urai faktor pertama, ada sebiuah kenyataan menarik.. Suzuki kurang begitu menggigit dipasaran meski secara kualitas produk nggak kalah sama pabrikan yang lebih laris. Namun Satria FU adalah pengecualian. Meski produk dan nama Suzuki  kurang dapat sambutan semestinya, FU melesat menjadi primadona anak muda, sebagai ujung tombak penjualan.
Mungkin saja Suzuki melihat, image yang paling menggambarkan kapasitas mereka ada pada sosok FU maka motor ini pun di kloning dengan harapan sanggup menambah cengkraman di blantika roda dua tanah air. Shogun berulangkali alami daur ulang malah tenggelam, Smash pun demikian. Di kelas matik pun cukup agresif, namun kalah dominasi. Sport? Thunder makin menyedihkan.. Tinggal Satria FU aja yang betul-betul berkibar.

“Adik”nya FU nanti apa berkibar juga, atau senasib dengan Shogun dan Smash?

Saya cukup heran dengan pabrikan lain, dan terbersit beberapa tanda tanya
– apa kelas bebek sport kurang menjanjikan sehingga kesannya kurang serius berkompetisi?
– segmen ini diacuhkan karena  matik dan bebek lebih prospektif?
– atau belum ada hasil dari departemen RnD untuk menyaingi dominasi FU?
Tampaknya dalam perspektif kita Honda maupun Yamaha sebagai dua besar lebih memilih sport untuk mengembangkan teknologi atau model anyar, dan mungkin hal itu menyebabkan nasib bebek sport  mereka jadi ‘tak menggigit’..

Yamaha sebagai contohnya, malah menelurkan Jupiter Z1. Secara sales mungkin lebih masif, namun tetap saja secara kepopuleran performa bukan bandingan FU.. Jupiter MX? Setelah edisi transmisi 5 speed masih terkesan stagnan developmentnya..

Nah saya lebih cenderung beropini bahwa para desainer dan enginer masih menggodok produk baru. terutama pabrikan sayap kepak. Jadi, belum muncul pesaing FU bukan berarti selamanya bakal tanpa saingan namun masih dipersiapkan (meski agak terlalu lama) sematang-matangnya..
Terlalu lama memang bisa disalip produsen lain di tikungan, namun tampaknya  mereka memutuskan nggak terburu-buru..

Lawan satu Satria aja sudah kewalahan, apalagi kalau ada ‘dua’???
Apakah bebek sport benar-benar dianggap kurang penting?
Monggo beropini masbro.. 😀
(gianluigimario)