Kisah keyakinan yang kuat dari seorang tukang cukur..

Aku belajar keyakinan yang tulus dari seorang pemangkas rambut,” kenang Junaid, dan ia pun menceritakan kisah berikut ini.

Suatu kali saat aku ada di makkah, seorang pemangkas rambut tengah mencukur rambut seorang lelaki terhormat. Aku berkata kepadanya, “ Demi Allah, dapatkah engkau memangkas rambutku?
Ya, tentu saja,” katanya sambil mencucurkan airmata, ia tidak menyelesaikan pekerjaannya terhadap lelaki terhormat itu.

Berdirilah,” katanya. “  Saat nama Allah diucapkan, yang lain harus menunggu.

Ia pun mendudukkanku, mencium kepalaku, dan mencukur rambutku, Lalu ia memberikanku sebuah bungkusan kertas yang berisi sejumlah koin kecil.
Belanjakanlah uang ini untuk keperluanmu,” katanya.

Aku pun berketetapan hati untuk memberikan padanya hadiah pertama yang kuterima. Tidak berapa lama, aku dihadiahi sejumlah emas dari Bashrah. Aku membawa emas itu ke si tukang cukur.
Apa ini,” tanyanya.
Aku menjelaskan,” Aku telah berketatapan hati bahwa hadiah pertama yang aku terima, akan aku berikan kepadamu. Aku baru saja mendapatkan ini.

Saudaraku,” tukasnya, “tidakkah engkau malu pada Allah? engkau berkata kepadaku “Demi Allah pangkaslah rambutku.” Lalu engkau memberiku hadiah. Apakah engkau pernah mendengar ada seseorang melakukan sesuatu karena Allah, lalu meminta bayaran?

catatan singkat :
Cerita pendek ini menyiratkan mengenai keyakinan yang kuat dan tulus, sebuah level yang sangat sulit dicapai.
Si tukang cukur begitu tersentuh saat disebut nama Allah, hingga mengecilkan hal selain itu.
“  Saat nama Allah diucapkan, yang lain harus menunggu.
Ia bercucuran airmata, dan bersedekah kepada orang yang menyebut nama Allah tersebut. Junaid pun memiliki keyakinan yang tinggi akan rezeki Allah. Ia yakin Allah akan mengirimkan orang yang memberinya hadiah, untuk si tukang cukur yang tulus. Allah akan membalas kebaikan dengan berlipat lipat..

Tapi rupanya tukang cukur tak menerima hadiah dan bayaran, semata karena Allah. Ketulusannya bersumber dari Allah.. seperti kalimatnya :
“apa ada  seorang yang melakukan sesuatu karena Allah lalu minta bayaran?”..

Semoga berguna..
(gianluigimario)