Review singkat busi platinum CPR6-GP9 di Yamaha Vixion..

 Busi jelas salah satu komponen paling penting dalam mesin motor, layaknya korek api buat para perokok.. Busi ngadat merupakan hal yang sering bikin motor mogok..bisa diumpamakan orang yang ngerokok tapi api korek nggak menyala..hehe

Busi Vixion bawaan pabrikan sebenarnya sudah sip banget. Gianluigi mario memakainya selama sekitar 35Ribu KM masih maknyus. Kemudian tiba waktunya di servis bengkel Yamaha, ehh disaranin ganti busi anyar. Pemantik api mesin yang orisinil pun lengser disubtitusi dengan busi anyar..
Sayang nggak bertahan lama. baru 10ribu KM berlalu, Vixion sudah mbrebet (di putaran atas ) yang menjadi sinyal busi nggak normal. Terbersit ide pingin coba busi iridium, saya pun sedia uang seratus ribu 🙂

Tapi beli ditoko langganan yang jualan giliran cewek sehingga kurang mengerti ‘iridium’. Setelah menghubungi pemilik toko, dia menyodorkan sebuah produk dari NGK, namanya “busi platinum” CPR6-GP9.. kata empunya toko diseberang sana, ini umum dipakai buat Vixon.
Cewek itu pun berspekulasi, “mungkin yang dimaksud iridium ya busi ini mas…
Mario cuman menyangkal dalam hati, “kalau irisium ya tulisannya iridium, nggak ditulisi platinum kayak gini..” Udah ah biarin lumayan buat coba-coba ketimbang bertahan busi lama yang mbrebet, lagi pula cuman 25 ribu rupiah saja..

Browsing internet soal “platinum”, ada sumber yang menjelaskan spek busi tipe ini ada diantara busi standar dan busi iridium.. elektrodenya agak runcing dan mengandung bahan platinum sehingga percikan api lebih mantap. Secara penghantar listrik,  platinum ada di urutan kedua.. Iridium memang terbaik, tapi cocoknya buat mesin balap aatau yang korekan (gitu katanya).. hehe. Ayo.. istilah teknis belakangan yang penting di uji duluuuu…

Hasilnya?
Pastinya gejala mbrebet ilang!!!
Kemudian performa mesin ‘sedikit’ lebih meningkat terasa saat digeber, tarikannya lebih maknyuss..kalau soal topspeed mah hampir sama. Untuk mengoptimalkan khasiatnya, maka  kudu diimbangi seting injeksi/karbu, dan cleaning air filter  agar pasokan bahan bakar lebih mantap..

Sebenarnya dalam hati ada rasa kurang sreg, karena kode busi tersebut CPR6xxx, padahal tipe buat Vixion kan sebaiknya CPR8xx atau 9xx.  Ini dipertegas seorang mekanik bengkel yang berpendapat CPR6 itu aslinya diperuntukkan buat jupiter MX, tapi masih bisa dipakai buat Vixion.. Haduuuh, busi MX di mesin Vixion 😦
Biarin aja untuk sementara buat nyoba, nati aja kalau mati ganti beli yang CPR9.. hehe

Bershalawat akan memudahkan urusan seseorang…

Diceritakan dari sebuah kitab tentang seorang anak dan ayahnya yang sedang dalam perjalanan haji ke Baitullah. Sebelum sampai di tujuan, sang ayah meninggal dan wajahnya berubah menjadi hitam legam. Anak itu pun sangat bersedih hingga tak memiliki tenaga untuk melanjutkan pengembaraanya.

Ayahnya memang semasa muda sangat sering bermaksiat, mencuri, merampok, dan semacamnya sehingga datanglah ketentuan Allah dikala ajal menjemput, wajahnya yang semasa hidup cerah berseri menjadi hitam pekat.
Memikirkan kesedihan itu sang anak pun tertidur..
Dalam tidurnya ia bermimpi didatangi seorang berbaju serba putih yang mengusap wajah ayahnya, dan ajaib.. wajah sang ayah pun kembali seperti sediakala. Si anak pun berterimakasih dan bertanya,
Siapakah anda, alangkah hebatnya kemampuan yang anda punyai?
Aku lah Muhammad bin Abdullah..”, jawab orang itu.
Ya Rasulallah, bagaimana mungkin terjadi hingga baginda sendiri datang menolong ayahku, padahal ia dulunya banyak berbuat kejahatan,” sahut si anak seakan tak percaya.
Aku datang untuk membelanya, karena ayahmu telah banyak bershalawat kepadaku sebelum akhir hayatnya,” jelas Rasulallah shalallahu alaihi wasallam.

Dan ia pun terbangun, didapatinya wajah sang ayah tlah kembali bersih.
Setelah menguburkan ayahnya, ia pun memperbanyak shalawat hingga sampai ke Tanah suci dan menunaikan ibadah haji..

Pesan hikmah :
Dari kisah singkat ini, dapat kita tarik kesimpulan akan kehebatan shalawat kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam..
Bila seorang banyak mengamalkan shalawat kepada beliau, maka Beliau akan menjadi pembela baginya ketika ia dalam kesulitan hingga dimudahkan oleh Allah..
Semoga kita termasuk pula yang mendapat kemudahan lantaran banyak bershalawat..

Foto cewek dan Honda Beat merah..

Iseng-iseng duduk mainan kamera pinjaman di pinggir jalan, eh nggak ada salahnya kalo disambi memotret gambar unik pengguna jalan diKawasan kampus  daerah Keputih Surabaya..   Ini dia hasilnya. Yang pertama muncullah cewek berjilbab dengan Beat merah dengan alat safety yang cukup bagus, sebuah helm standart (sayang pengancing helm nggak dipakai )..   Berikutnya, nggak sampai 10 detik di jengkal tanah yang sama, muncullah Beat merah lagi.. Kali ini cukup unik, karena penumpangnya 3 orang cewek dengan posisi duduk yang berbeda-beda namun memiliki kesamaan : nggak pakai Helm!!!.. Sambil berdiskusi dengan asyik tentunya :mrgreen: Ehhh, kira-kira mbak yang paling belakang dengerin nggak ya hasil diskusinya? Hebat juga ya nggak pegangan di motor tapi terlihat tenang dan tenteram tanpa takut  terjatuh..

Baru 2km numpak jupiter Z milik teman, tangan sudah kesemutan..

Jupiter Z memang gesit dan lincah.. cuman nggak puas ama topspeednya aja hingga motor gianluigi mario tiga tahun lalu pun dilego. Kalo soal kualitas sih termasuk bagus..

Nah herannya setelah sekitar tiga tahun membesut Vixion dan ganti haluan ke motor batangan, ketika ada kesempatan mencoba bernostalgia lagi dengan si jupie milik seorang teman berasa nggak nyaman banget.
karena faktor kebiasaan, atau emang motor yang ini saja kebetulan ‘rusak’ parah?

Faktor terakhir lah kayaknya yang menjadi jawaban paling tepat..
Secara mesin, Jupiter teman saya ini masih original banget. Tapi mario mencatat paling tidak ada dua kondisi yang nggak standart lagi. Pertama saoal suspensinya. Baik shock depan maupun buritan sama-sama dipendekkan yang berakibat posisi riding /ergonomi menjadi kurang nyaman terutama pegas depan yang terkesan terlalu ‘lentur’..

Catatan kedua adalah setang kemudi. Motor yang tak naiki ini kurang stabil, seperti ada gejala oleng kekanan maupun kiri di sepanjang perjalanan. Dan ketika melahap polisi tidur, muncul suara aneh yang lazimnya merupakan pertanda komstir mengalami kerusakan..
walahh nggak cuman Vixion aja rupanya kerentanan pada komstir terjadi 🙂

Mungkin dua point diatas yang berujung pada ketidaknyamanan Jupiter. Masak baru dipakai 2 kilometer aja pundak sudah kerasa sakit dan tangan kesemutan.. padahal belum melahap lintasan luar kota ratusan km..hehe.
Soal akselerasi mesin, generasi Jupiter saya akui sip banget..

CBR150 motor premium tanpa saingan.. apa karena nanggung?

Mau bikin artikel ngawur lagi ahh.. kali ini soal salah satu jagoan Honda yang lumayan tersohor, dan mulai agak terlupakan CBR150R. (salah satu favorit saya nih) 🙂

Motor ini dari mulai keluarnya selalu menawarkan sesuatu yang berbeda dan nggak terpengaruh dengan kompetitor lainnya. Fitur andalan tentu saja mesin dohc 4 tak liquid cooled, yang setahun lalu disempurnakan dengan injeksi. Harga juga spesial, nggak ikutan perang diskon dan sebagainya buat menjaring pembeli..

Tentu masih segar dalam ingatan, sempat muncul si biru FXR yang menyaingi sekaligus mengancam reputasi CBR150. Tapi nggak lama kemudian, si biru mati suri.. Kan ada Ninja RR yang harganya mirip? tapi kan konfigurasi mesin beda.. anggap wae bukan saingan karena beda tujuan hehe..
Kalau D-tracker 150? wahh malah lebih jauh lagi bedanya..

Yamaha adem ayem nggak mau ikutan menyaingi si cbr150 malahan..

Kalau dipikir-pikir secara ringan, mungkin kondisi “tanpa saingan” itu sebabnya adalah CBR150 berada pada posisi yang wagu/tanggung.. Mau cepat masih lebih kencang 2-tak kawasaki.. Mau prestise motor canggih, ada banyak pilihan dikelas 250cc (kalau punya tambahan dana).. Mau motor yang dipakai harian ke kantor? nggak perlu mahal, di kelas mid-end banyak pilihan tuh.. bejibunn..

lumayan tanggung kan? 😀

Mungkin itulah penyebab tanpa saingan, dan Honda pun tetap mempertahankan karena target motor itu nggak muluk-muluk.. Bisa jadi, kebanyakan pemilik motor itu, bukanlah  CBR150 motor impian namun Ninja 250, CBR250, atau malah ER6, bahkan ducati Monster.. 🙂
Mangkanya motor premium 250CC banyak saingan, juga kelas mid-end 150CC selalu nggak pernah damai saling sikut..

Haha, ini cuman artikel ringan aja.. monggo dikomen bersama 🙂

Ini akibat mau nyebrang nggak tolah-toleh, disambarr motor lain..

Sekitar 3 jam yang lalu ada sebuah pemandangan yang singkat tapi cukup menyita perhatian di depan kampung Gianluigi Mario yang tenang, di cerme..
Sebuah Mio lansiran lawas tabrakan dengan Honda Supra X, juga keluaran lawas..

Kejadiannya cukup cepat, hanya dalam hitungan detik saja.

Saat itu Gianluigimario bareng seorang teman baru saja dari pusat kota bermaksud pulang karena kegiatan sudah kelar, sekitar pukul 19.30. Nah tepat ketika mau belok, terlihat seorang laki-laki berusia sekitar 30an mengendarai Mio bermaksud keluar dari desa menuju jalan raya. Di belakang Vixion saya, ada Honda Supra menuju arah yang sama dengan Mio ..

Tanpa melihat kondisi, pengendara Mio langsung memotong jalur, tanpa menyadari ada Supra dibelakangnya.. Tak ayal si Supra pun ‘menyambar’ Mio karena jarak begitu dekat dan nggak memungkinkan banting setir.
Sepersekian detik kemudian, Mio pun terseret beberapa meter oleh bebek Honda tersebut.. Suaranya cukup kencang memecah kesunyian malam. Beberapa orang pun keluar rumah dan bermaksud menolong, tak ketinggalan juga Gianluigi mario berhenti sejenak melihat situasi..

Di mana posisi pengendara Mio???
Terjengkang ditengah jalan sembari mengaduh kesakitan, sementara motornya diseret oleh Supra (yang ajaibnya nggak terjatuh)! Tapi sejurus kemudian ia pun bangun. Padahal saya sudah bersiap ke tengah jalan menolongnya minggir agar tak ditabrak pengguna jalan lain..

Klimaks pun usai, karena lelaki itu terlihat berbincang dengan pemakai Supra, tanpa ada tanda-tanda akan terjadi kekerasan. Memang dalam opini mario sebagai saksi, si cowok supra itu nggak keliru karena ia hanya terkejut tiba-tiba ada Mio nyelonong. Lagi pula dia nggak melaju kencang, paling cuman 40kpj aja..

Pelajarannya??? Kalau nggak mau pinggul nyeri terjengkang dijalan dan motor terseret kendaraan lain,  mau nyebrang lihat-lihat dulu apakah kondisi aman atau belum.. Masih mujur tadi ketika terduduk di tengah jalan nggak dicium mobil! .. Hati-hati mas bro

Vega ZR duluan yang dapet Injeksi.. MX kapan?? ***opini ringan

Setelah Z1 meluncur sebagai bebek pertama Yamaha dengan teknologi injeksi, tampaknya varian lain yang menyusul adalah Vega ZR.. Eh kenapa juga ya kok bukan Jupie MX??

Mungkin karena Vega ZR merupakan produk entry level yang cukup menjanjikan buat Yamaha, dan merupakan segmen yang menyumbang sales paling besar.. Hal ini serupa dengan strategi pabrikan garpu tala pada kelas skutik. Lihat saja, Mio J dan Soul GT lebih diprioritaskan, sementara Xeon ada pada antrian paling buncit..

Atau ada hubungannya dengan peluncuran New Vixion?
Haha, jelas ngawur ini.. tapi bisa saja Vega ZR memang pilihan termudah karena basis mesin ‘tinggal comot’ dari Jupiter Z lalu didowngrade beberapa part.. Kalau MX mah relatif lebih sulit.. Mungkin dengan peluncuran New Vixion dan (rumor) diskontinyu dari old Vixion, maka nantinya motor 135cc ini bakal dapat warisan teknologi dari mesin Vixion lama itu.. Nyambung nggak?

Bisa jadi pula, MX sedang disimpan untuk mengantisipasi keluarnya ayago baru dari Honda maupun Suzuki, jadi sekalian ngintip kompetitor.. Kalau lawan sudah keluar, MX pun dipermak habis dan dibekali Injeksi terkini..

Memang untuk saat ini, yang paling tepat dapat suntikan YMJET FI ya Vega ZR.. (sekian opini ringan kali ini :))
Monggo..

Duhh.. susahnya bikin posting atau balas koment kalau internet trobel..

Dua-tiga hari terakhir modem Gianluigi mario sering ngadat..
kadang bisa, kadang macet.. huff

Mau bikin tulisan kecil aja susahnya minta ampun.. padahal normalnya hanya butuh 30menit langsung jadi. Sekarang perlu 2-3 jam dan sedikit faktor keberuntungan agar bisa tetep aktif ngeblog..

Untuk koment yang belum ter-respon, mohon maaf.. secepatnya bakal segera ditindak lanjuti ketika situasi aman terkendali.. :mrgreen:
Salam brotherhood dan tetap semangat.. 🙂

Cukup sering melihat mesin Beat atau Mio susah dihidupkan..

Dua varian ini jelaslah merupakan bestseller di kelas Matik se-indonesia. Mio bahkan baru saja meraih award untuk bestbrand 2012…

Tentu faktor dimensi imut serta harga menjadi senjata utama meraup penjualan terbesar, namun bagaimana dengan kualitas mesin?
Hehe, gianluigi mario sendiri nggak punya dua-duanya makanya nggak bisa memberi testimoni. Khusus Mio, sekedar pakai pinjam punya teman sih sering 🙂

Tapi entah mengapa, kadangkala terdengar keluhan teman-teman soal sulitnya menghidupkan mesin Mio maupun Beat.. Apa karena kurang perawatan, atau emang sifat mesinnya begitu kalau kondisi dingin?
Seorang rekan kantor pengguna mio mengeluhkan hal itu. Dia bercerita bahwa tatkala pagi hari mesin motornya susah banget hidup. Di parkiran kantor pula, gianluigi mario pernah dimintai tolong seorang ibu yang Mio-nya ngadat.. Belum lagi di jalan sering menjumpai matik entry level Yamaha itu mengalami problem dan macet..

Kemudian beat pun begitu. Hari ini pas disurabaya, mario memergoki matik warna merahmuda milik seorang cewek yang sedang bermasalah. si cewek minta tolong dua orang pemuda untuk menghidupkan mesinnya yang mogok. Beberapa waktu sebelumnya,  di Gresik sendiri ada pemandangan yang serupa..
Padahal tetangga pemilik Vario nggak pernah mengalami hal serupa..

Mungkin hanya kurang rutinnya perawatan mesin, ataukah kedua varian itu memang cukup rentan masalah? hehe.. bisa jadi jawabnya adalah dua-duanya benar.. 🙂 Semoga New beat nantinya nggak begitu..

Kenapa Yamaha bersikeras New Vixion masih SOHC? *opini ringan..

Vixion memang motor laris, sekarang sudah menjamur tanpa kendali..

Kalau dipikir-pikir, aura karakter Vixion lebih mendekati sportbike harian. Cocok buat aktivitas dalam kota yang nggak jauh-jauh amat, atau stop and go track. Disini mesin sohc Yamaha terasa pas banget menyusuri padatnya perkotaan, dan maneuver Vixion lumayan mantap untuk melibas tikungan-tikungan atau gang-gang kecil..
Sport bike yang ekonomis berbekal tarikan SOHC yang cukup josss..

Jika dipakai luar kota atau trek yang jauh, mungkin ‘karakter’ Vixion kurang pas alias bukan habitat terbaiknya, meskipun masih bisa melibasnya dengan cukup lancar. Coba aja pakai buat turing, atau naik gunung, niscaya posisi ridingnya relatif kurang nyaman.
Apalagi kalau ketemu jalur lurus panjang yang banyak dijumpai diluar kota.. geber gas poll paling ya “hanya” 125-130 kpj( kondisi std).  Kerasa limit powernya.

Apakah Vixion banyak kekurangan? Imho, memang genre dia sendiri bukan untuk betot gas pol atau menyusuri perjalanan jauh.. Itu mah habitatnya DOHC atau motor lain yang dipenruntukkan turing. Dari posisi riding atau ergonomis kan berbeda..

Lha nantinya apakah New Vixion masih mewarisi karakter Vixion? Hampir pasti iya..

Kalau keran sales sport yamaha terbesar ada di dalam kota, mengapa harus ‘bertaruh’ mengubah strategi menuju luar kota.. Permintaan DOHC pastilah banyak, namun untuk Vixion rasanya nyaris nggak mungkin diubah, karena memang desainnya tidak ditujukan buat geber speed, balapan, dsb..
Suara yang masuk untuk dobel kem mesti masih lantang, namun imho YIMM bakal tetap bersikeras mempertahankan gen lawas..

New Vixion masih SOHC??? Sudahlah, terima aja.. pancen segementasinya memang bukan mengejar kencang atau powerfull, namun meneruskan prestasi Vixion old yang stop and go ..
(gianluigi mario) *opini ringan