Nyaris masuk selokan karena cewek FU alay??

Sekitar tiga hari yang lalu Gianluigi mario mengantar bro Ariyanto, seorang teman untuk melamar kerja di Surabaya. Kebetulan acara itu diadakan di sebuah kampus didaerah Metropolis.

Saat akan keluar parkiran dari kampus dan menuju jalan raya, bersamaan ada  seorang mahasiswi yang cukup ngebut naik Ef-Yu.. Posisi motor bro Arianto ada di depan cewek FU itu, karena lebih duluan keluar dari tempat parkir.

Nah tatkala mau nyebrang ke jalan besar, tiba-tiba cewek yang disinyalir terburu-buru itu sudah ada disamping motor. Temen saya  sempat melirik rider itu, sambil bersiap menyebrang. Namun dengan cepatnya FU telah berada di  depan motor Arianto, padahal ia sudah mulai melaju..
Agar tak menabrak kendaraan didepanya itu, dia pun memilih menarik rem depan dalam-dalam sambil banting setir nyaris masuk selokan. Cewek FU itu ngacir tanpa merasa keliru sedikitpun.

Haha..dalam hal ini tampaknya insiden tersebut adalah akibat dari dua hal yang saling berkaitan : sikap alay si cewek, dan hilangnya konsentrasi dari teman saya karena melirik kesamping momen sebelum menyeberang..
Jadi kalau pun tetap masuk got itu andil dari kelalaian bro Arianto, selain juga sikap ugal-ugalan cewek FU 😀
Makanya..harus tetep waspada..

Istiqomah itu luar biasa sulit..

Suatu hari saya melihat Nabi Shalallahu alaihi wasallam dalam mimpi,” cerita Ali Asy-Syabawi,” lalu saya bertanya kepada beliau,

Diceritakan dari Tuan kalau Tuan pernah berkata: surat Hud menjadikan rambutku beruban. Apakah yang menjadikan rambut tuan beruban? Apakah kisah-kisah para nabi ataukah kerusakan umat?

Kemudian beliau menjawab : ‘Bukan itu, akan tetapi firmanNya yang berbunyi :
Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu‘ (QS. HUD:112)”

catatan :
Istikamah merupakan sesuatu yang amat penting dalam ibadah sekaligus hal yang sangat berat.. Bahkan dikatakan bahwa orang yang tidak bisa menetapi sifat baiknya, maka dia tidak bisa memperbaiki dan meningkat dari satu maqam ke maqam (derajat) berikutnya..

Bila Rasulullah saja menjadi beruban karena agungnya perintah istiqomah, apalagi bagi kita manusia biasa.. Namun mari memulainya dengan beristikamah pada hal-hal yang kecil terlebih dulu.