Suzuki Lets apa punya peluang meraih sukses?

Meski di segmen sport adem-ayem, suzuki ternyata masih produktif menelurkan produk baru. Varian matik yang diberi tajuk Lets pun turun meramaikan otomotif tanah air, mengais tempat antara dua kompetitor Mio Fino dan Scoopy.

Sebetulnya kalau soal engine, durabilitas maupun kualitas Suzuki adalah jempolan, tanpa perlu diragukan lagi. Seperti halnya ketika gianluigi mario bertanya ke seorang mekanik bengkel langganan soal mesin Matik apa yang paling jos menurutnya, dengan tegas dia jawap :suzuki spin! hehe.. tentu saja ini pendapat subjektif, namun memang ketangguhan suzuki layak mendapat apresiasi.. Yang lebih perlu mendapat perbaikan ialah sisi bodinya yang terkesan cukup ‘ringkih’, baik karena gampang pecah atau warna yang cepat memudar.

Bila mengaca dari sepak terjang  Nex, nampaknya sambutan untuk matik dari pabrikan ini belum bisa melakukan penetrasi yang signifikan. Tentu hal ini dapat dimaklumi karena yang menjadi lawan adalah Honda Beat dan Yamaha Mio, dua besar matik Indonesia. Nah kalau peluang di segmen retro gimana?
Pangsa kelas ini memang tidak terlalu gemuk, makanya cukup susah mengharapkan raihan angka yang besar. Seusai dimonopoli oleh Scoopy, yamaha pun ikut terjun dengan Mio Fino meski imho kurang begitu sukses..

Namun dengan senjata mesin dan sistem injeksi, Suzuki pun percaya diri menyongsong para pesaingnya.. Model yang lebih fresh juga menjadi nilai tambah yang cukup bagus. Secara keseluruhan kualitas varian ini layak menjadi pertimnbangan kalau masbro akan meminang skutik Retro. Mengenai seberapa dalam suksesnya, itu bakal sangat tergantung juga kepada strategi harga, karena posisi brand Suzuki kurang begitu kuat maka price yang terlalu wah bisa jadi merupakan faktor yang memberatkan..

Selamat datang untuk suzuki Lets..