Catatan perjalanan dari Pantai Delegan dan Bukit Surowiti, wisata alam kota Gresik..

Saatnya untuk menjelajah rumah sendiri alias kota Gresik. Kurang pantas rasanya kalau berulang kali mengunjungi kampung orang namun belum mencicipi objek wisata di ranah sendiri..**** FOTO menyusul 😀

Gresik memang bukan kota wisata, namun bukan berarti nggak punya jujukan melancong.. Kebanyakan didominasi oleh wisata reliji, namun demikian ada juga beberapa tempat selain itu. Kali ini pantai Delegan menjadi tujuan saya dan 4 orang teman kantor. Sebagai tambahan, dipilihlah bukit Surowiti tak jauh dari situ.

Jika diukur dari Alun-alun Gresik, maka Delegan yang termasuk kecamatan Panceng berjarak sekitar 40km di arah barat laut, dan dekat dengan perbatasan lamongan. Kota pudak memang tidak punya banyak wisata pantai, maka nggak heran begitu banyak pengunjung yang mayoritas turis domestik ngelurug kesana. Kalau secara keindahan tentu saja bukan bandingan Papuma atau Tanah lot atau Parangtritis, namun itu tak mengurangi antusiasme masyarakat, terutama di hari libur.

delegan

Berangkat pagi sekitar pukul 8.00WIB, dengan menggunakan 3 buah motor dan kecepatan sedang, kami sampai disana sekitar 45 menit kemudian. Seusai masuk dan membeli karcis, kita berlima pun menyusuri bibir pantai yang berpasir putih itu. Kebetulan ada sebuah perusahaan lokal yang mengadakan family gathering disana sehingga suasana agak bising.. stelah puas mengekspos tepian samudera itu, sekitar 2 jam kemudian kami cabut menuju lokasi selanjutnya.


Bukit Surowiti sangat dekat dari Pantai Delegan. sekitar 5 km kearah selatan, daerah ini nggak sulit ditemukan.. Meski belum ada yang pernah kesana diantara kami berlima, cukuplah waktu 15-20 menit untuk mencapai tempat tersebut.

Objek wisata ini berada di sebuah bukit yang lumayan eksotis. Konon, tempat ini dulunya dipakai para Walisongo untuk rapat, dan sekaligus lokasi Sunan Kalijogo untuk bersemedi. beberapa goa ada disana, namun yang utama sekaligus paling besar adalah Goa Langsih. Meski sangat gelap dan berada didalam tanah, hawanya sangat sejuk. Goa ini mempunyai banyak kamar-kamar utama yang biasa disinggahi para wisatawan yang ingin melihat saksi sejarah perkembangan Islam di tanah Jawa.

Selepas tengah hari, Gianluigi Mario dan rekan pun berniat pulang. Namun sebelum itu kami tak lupa menyempatkan melihat suasana alam sekitar yang sangat asri dan alami. Kemarau panjang memang sedikit mengurangi kesan Hijau dari pemandangan, maka rasanya akan lebih pas jikalau mengunjungi bukit Ini saat musim penghujan..


Puas menjelajahi panorama, teman-teman pun bersepakat pulang. Lewat jalur yang sama dengan rute berangkat, kami tak kesulitan untuk menemukan jalan pulang.. tak lupa sebelumnya makan siang dahulu di daerah alun-alun sedayu..

Sampean tertarik kesana??? Kalau mapir di kota Gresik, gianluigi mario tak keberatan mengantar mas bro semua menyambangi lokasi itu.. monggo..