Dan khalifah Umar pun bergantian naik unta dengan pengawalnya..

Dikisahkan bahwa ketika Umar bin Khattab radiallahu anhu datang ke Syam, ia dan pengawalnya bergantian naik unta. Jika umar naik, maka pengawalnya yang memegang tali kekang unta itu. Ia berjalan sekitar 8 kilometer.

Lalu umar turun, giliran pengawalnya yang naik di atas unta. Maka Umar memegang tali kekang unta tersebut dan berjalan 8 kilometer.Tiba-tiba di tengah jalan Umar melihat air, maka belia pun mulai meneguk air itu sambil memegang tali kekang unta. Kemudian gubernur Syam saat itu, Sa’id ibn Syaddad muncul.
Ia berkata, “Wahai amirul mukminin, apa yang kau lakukan. Tidak baik bagimu, jika rakyat melihatmu dengan keadaan seperti ini.”

Umar menjawab,” Dengan islam, aku tidak akan memedulikan ocehan orang lain.

catatan kecil :
Khalifah Umar termasuk pemimpin islam ‘eksentrik’ yang menjadi suri tauladan karena ketegasan, keadilan, serta akhlaqnya. Dalam kisah ini beliau bersedia bergantian naik unta demi kemanusiaan, sekaligus tidak merasa takut hal tersebut mengurangi nama baiknya..
Sebuah  akhlaq yang luar biasa, yang menjadikan setan takut kepada beliau. Pantaslah jika suatu ketika Rasulullah pernah bersabda : “kalau saja ada Nabi lagi sesudahku, itu pastilah Umar…”

Patut dijadikan contoh kepemimpinan di masa sekarang..