Dari Tiger Revo beralih ke Vario Techno, demi keluarga…

Kalau ada skutik mania yang beralih ke motor batangan, itu banyak diantara teman gianlugi mario.. Namun bila sebaliknya setelah naik motor kopel banting setir ke mesin otomatis lebih jarang di jumpai.

Salah satunya Mas Joko, lelaki yang kesehariannya mengelola sebuah warung kopi di Kota Gresik. Tiga tahun yang lalu saya masih inget betul doi tunggangannya Tigie Revo warna item yang cocok banget sama perawakan kekar tubuhnya. Si Macan disayang banget olehnya hingga nyaris tiap kali mampir selalu terlihat kinclong.

Namun seusai mengakhiri masa lajang, ternyata sepak terjang si macan ikut berakhir.. Di lego oleh empunya dan berganti ke Vario Techno anyar. Iseng ketika saya tanya kemana si Tiger mas? Jawabnya dijual karena tuntutan kebutuhan keluarga dan usaha.. lohh?

Maksud si doi adalah dengan beralih ke matik bakalan memudahkan aktivitas harian nya beserta sang istri dan anak. Sobat kita ini mengaku kesulitan kalau membawa banyak barang dagangan dengan motor laki karena kopel manual, apalagi kalau sang anak yang masih balita turut serta. Dengan  keberadaan matik pula, istrinya bisa leluasa mengajak si buah hati jalan-jalan berbeda kondisi ketika dia nggak bisa naik Tiger..
Sebuah pilihan yang memiliki banyak nilai positif sekaligus, namun harus mengorbankan sang macan🙂

Tapi memang logis, untuk kebutuhan sekeluarga matik adalah pilihan yang terbaik..

14 thoughts on “Dari Tiger Revo beralih ke Vario Techno, demi keluarga…

  1. randy jr. says:

    ane udah hampir 3th jadi penunggang matik dan ego ane berbicara pengen naik kelas ke motor sport tapi setelah dipikir2 buat kepraktisan dan kenyamanan matik memang ga ada dua nya. secara buat angkut2 barang belanjaan and posisi boncenger yang nggak terlalu nungging jadi nilai plus dimata istri…

  2. dave says:

    beli mobil aja,, haha,, :p

  3. paedhimas says:

    biker sejati itu sebenarnya adalah yg bisa membuang egonya akan motor sport demi keluarga.. IMHO

  4. eko354 says:

    Betull, kita cari nafkah khan utamanya buat keluarga.
    Sedikt berbagi kisah saja. Saya dulu tahun 1976 pengin punya motor 200 cc. Ada teman satu kerjaan waktu itu beli Honda CB200. Berhubung nyekolahin adik2 (Bapak saya meninggal krn lever), sampe lama belum kebeli motor.
    Sampe keluarga dan punya anak 3 cowok, saya dahulukan istri dan anak2. Setelah semua anak dibelikan Honda sport, dan anak terkecil punya SIM dan saya beliin motor, alhamdulillah kebeli juga motor 225 cc buat saya.
    Dulu penginnya 200 cc, malah Allah berikan ekstra 25 cc pada 2006 (30 tahun dari awal saya pengin punya motor).
    Soale saya mengutamakan fungsi, keluarga lebih perlu motor daripada saya.

  5. wellonk says:

    akhirnya pilih mx dari vixion.. karena pertimbangan bawa anak jalan2

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s