Akhirnya rpm bawah Vixion pun nggak lagi endut-endutan …

Efek dari tarikan Piksen yang mirip motor kehabisan bensin semakin menjadi-jadi.. Beberapa bagian vital mesin pun diperiksa satu persatu, mulai dari kelistrikan , percikan busi yang masih cukup bagus, dan tak lupa pelumas mesin pun diganti sebagai langkah pamungkas.

Pemasangan busi yang kata mekanik bengkel sedikit longgar pun dikencengi hingga mantap. Proses perbaikan di bagian ini bahkan sempat bikin Vixion malah mogok selama beberapa lama. Namun akhirnya seluruh rangkaian  servis berhasil dilalui..

Apakah akselerasi putaran bawah telah kembali normal???
Sayangnya seluruh usaha diatas nggak memiliki efek positif, bahkan esok paginya ketika dipakai berboncengan, kentara benar kalau tarikan semakin payah. Dipakai ngebut masih OK, namun kala harus berjalan pelan semakin berantakan. Si embak yang mario bonceng pun terlihat kurang nyaman..

Tanpa banyak pikir, busi platinum yang belum berusia 5000rpm itu harus diganti! Meskipun terdengar aneh barang mahal kok berusia pendek, namu sudah nggak tahan lagi dengan penyakit mesin yang bikin nggak nyaman banget.
Sebagai bahan percobaan, dipilih Denso CPR9 seharga 15ribu.

Meski terbilang murah, terbukti penyakit kronis mesin langsung amblas.. Laju Vixion pun normal lagi, tanpa ada sinyal kehabisan bensin kayak sebelumnya. Rupanya busi memang komponen yang kritis. Yang jadi pertanyaan adalah, busi mahal kok malah cepat mati? tanya kenapa 😀