Yamaha semakin jauh ketinggalan..

yamaha logo

“Yang lain makin ketinggalan..”
Apa Yamaha betul-betul semakin meninggalkan kompetitor (yang lain) di belakang? Bisa jadi, kecuali produsen berlogo sayap kepak tentunya. Secara marketing, kenyataannya merekalah yang semakin diasapi, dari tahun ke tahun. Gap yang ada semakin menganga.

Apa yang salah dari si garpu tala?

Beberapa ide mencuat di benak penulis. Ide seorang newbie yang gaptek dan agaknya sok tahu. Haha
Ide pertama adalah soal capital, atau modal. Kemudian perkara mindset. Lalu berikutnya mengenai prestasi.
Ada yang tahu berapa tepatnya besar modal dari Honda guna menguasai otomotif Indonesia? Mungkin susah mendapatkan angka eksaknya, namun rasa rasa jauh melebihi Yamaha. Sinyalemen itu didapat dari kasak-kusuk para blogger senior dan melihat kenyataan dilapangan bahwa produksi motor yang diiklani Valentino Rossi ini seakan tersendat semakin menguatkan argument yang ada.

Kapital yang masif itu suatu faktor yang enggak bisa diatasi dengan instan, namun perlu waktu lama. Seiring waktu akan berkembang, dengan asumsi strategi ekonomi sudah benar, dan kalau beruntung roda kompetitor jalan ditempat Yamaha bisa menyusul..
Tapi nampaknya sang pesaing juga tak kalah agresip, dan pemikir-pemikir dibelakannya juga tak kalah cemerlang. Walhasil aksi kejar-mengejar terus tersaji tanpa jeda.

Nah Honda memiliki satu keunggulan besar dalam hal mindset pasar. Konsumen tanah air kebanyakan mengasosiasikan motor dengan Honda , boleh jadi karena saking populernya produsen ini dan telah lama mendampingi aktipitas rakyat semenjak jaman baheula. Ini mungkin saja berubah, namun butuh waktu, konsistensi, sekaligus nasib baik. Maksudnya kalau Yamaha bisa istikomah menelurkan produk-produk jempolan terus-menerus, pemikiran yang terlalu taklif tersebut akan tergerus.
Sebaliknya, kalau Yamaha yang dipaksa untuk mengakui keunggulan Honda..tentu saja hasilnya dogma diatas bakal semakin kukuh.

Apakah ada relasi antara MotoGP dengan penjualan motor tanah air? Mungkin jawabnya pro dan kontra, namun kita ambil saja pendapat pertengahan : “sedikit banyak prestasi balap mempengaruhi kondisi sales roda dua.”
Yang menang bisa menjadikan trofi juara sebagai jargon yang kuat untuk menarik minat calon konsumen. Apalagi kalau yang dibidik adalah pangsa anak muda, kecenderungan untuk memilih produsen yang bisa dibanggakan bisa jadi motivasi lebih. Masih ingat tatkala The Doctor sukses merajai balapan nomor wahid dunia? Yamaha indonesia semakin bergairah dan turut terdongkrak hingga nyaris menyamai pangsa dari AHM.

cewek

Singkatnya, banyak point yang jadi sebab Yamaha menelan pil pahit selalu jadi “produsen nomor dua”. Dan problematika itu enggak simpel. Yamaha kudu semakin menggenjot strategi, kreatifitas, dan inovasi guna terus memperpendek jarak sembari berharap keberuntungan memayungi duo Rossi-Lorenzo di MotoGP.
Menyalip sayap kepak yang sedang naik daun pasti sulit, dan kalau enggak hati-hati bisa saja di take-over pesaing lain yang telah menguntit dibelakang.

Advertisements

3 thoughts on “Yamaha semakin jauh ketinggalan..

  1. andhi_125 says:

    jero men analisa-ne 😆
    sopo sing numpak R1 iku?

  2. More Bonuses says:

    Great information. Lucky me I found your website by accident
    (stumbleupon). I’ve book marked it for later!

Please leave a comment, thanks..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s