New Vixion vs Satria FU, pilih mana?

Cukup sulit kalau harus dihadapkan pilihan dua motor ini. Sebab mereka berada dijajaran motor terlaris dan mungkin termasuk yang paling fenomenal yang pernah diproduksi dijamannya, tanpa mengecilkan jenis motor lain.

cewek fu 2

Pertama, dan seperti biasanya, mari menyandingkan angka-angka kedua motor itu dalam satu tabel :

new vixion satria Fukesimpulan singkat tabel adalah New Vixion lebih besar secara dimensi, lebih mahal, dan advance secara teknologi distribusi bahan bakar. Namun Satria FU memiliki keunggulan pada DOHC, transmisi, juga bobot yang lebih ringan.

saya adalah pemakai Vixion, yang memiliki engine hampir sama dengn NVL sekarang, selama sekitar lima tahun. juga pernah menggeber satria FU pinjaman dari teman. kalau beli FU enggak pernah :D.
Keunggulan dan kekurangan kedua varian itu tentu dapat dilihat dari tabel. Secara teknis mungkin New Vixion unggul daya maupun torsi maksimumm, namun dengan perbedaan weight 22kg, maka hasil akhir keduanya bisa jadi nyaris sama.
bicara topspeed mungkin si FU lebih unggul, karena teman-teman saya banyak yang mencoba hingga lebih dari 140 kpj, sedangkan NVL pernah ditest di tabloid otomotif sekitar 133 kpj (mengabaikan selisih kedua speedometer )  🙂

satria FU

Dengan bobot lebih besar NEw Vixion memang lebih berat sehingga kalah cepat , namun tentu lebih stabil saat berada pada kecepatan tinggi atau kondisi angin kencang (taufan badai). :mrgreen:
menilik mileage dan kapasitas tangki, maka New vixion adalah pemenang untuk segi fungsionalitas. deengan mengkonsumsi lebih irit bbm sekaligus memiliki volume tangki besar maka akan bisa menempuh jarak yang lebih jauh sekali isi bbm ke spbu.

cewek new vixion black

imho water cooled juga lebih advance dari oil cooled FU, jadi temperatur mesin lebih terjaga optimal yang akan lebih bermanffat jika dipakai perjalanan jarak jauh..

final decision? itu tergantung selera dan tujuan pemakaian, serta budget. Jangan sampai salah pilih yang berujung penyesalan 😥 hehehe itulah opini ringan saya bagi yang memerlukan. monggo

 

Battle of the table : tabel komparasi R15 – NVL

untuk melengkapi analisa ngawur sebelumnya, berikut saya sajikan tabel perbandingan dua saudara kandung : R15 vs NVL.

tabelr15nvl

secara singkat, bisa dikatakan bahwa r15 dan NVL itu memiliki banyak kesamaan, terutama soal mesin. Hanya jumlah gigi saja yang terlihat menjadi perbedaan.
Lain halnya ketika bicara soal tampilan, nyaris tanpa kesamaan. R15 adalah versi ‘mundur’ dari NVL namun diberi jubah yang bersayap, itu aja 🙂

Kalau dikomparasi, dapat dilihat kasat mata bahwa nilai lebih utama R15 dibanding saudara tuanya adalah :
– transmisi 6-speed yang menjanjikan performa pwer lebih merata,
– tampilan macho berfairing yang eye catching.
Sedangkan secara kekurangan pun ada dua:
– bodi lebih berat, ptwr tak sebaik pendahulunya
– desain kembali ke tahun saat Vixion lawas berjaya.
Ini semata opini subyektif pemilik warung.. 😀

 

Yamaha YZF R15 dan R25 di indonesia valentino rossi da lorenzo (5)

yamaha-vixion-livery-moto-gp-jayapura

Harga? 11-12 lahh.
mau tambahan fairing dan transmisi sakti jelas kudu menyiapkan mahar lebih.
Semua kembali kepada fitur mana yang lebih kita gandrungi..

Ada ‘suara aneh’ dari mesin Honda Beat FI…

Sore ini ada kesempatan buat menjajal si item ke jalanan setelah mencoba trek berbatu sebelumnya. Bersama adek yang duduk di pangkuan depan, Honda Beat pun dijajal melahap jarak sejauh 30km. Tujuan awal adalah menilik lokasi “semburan Lumpur” di daerah Benjeng, Gresik yang menggemparkan itu.. paling sekitar 20menit perjalanan dari rumah gianluigi mario.

Ada suara yang cukup janggal terasa dari mesin Beat yang masih anyar, bunyinya “srek-srek” yang nggak terlalu keras. Mulanya mario mengira bunyi itu berasal dari belt CVT yang kurang pas setelannya sehingga sempat terpikir untuk membawanya ke Ahass. Namun niat tersebut urung karena setelah sekitar 15 menit melaju, suara tersebut telah hilang..
Cukup aneh, apa kalau engine belum panas CVT bakalan sedikit gaduh?

Mileage alias konsumsi BBM dari Beat FI yang mario dapat adalah sekitar 60 km/l. Angka ini merupakan perkiraan kasar, dengan asumsi bahwa tangki diisi premium 1,1L saatjarum penunjuk bahan bakar menunjuk “empty” dan dicatat odometer 7,5 KM. Nahh setelah diapakai putar-putar dengan kecepatan lumayan konstan antara 50-60 kpj jarum kembali menunjuk “empty” saat berada pada odometer 73,5KM.

total distance = 73,5 – 7,5 = 66km
mileage = 66 km/1,1L = 60 km/l

Topspeed? masih belum karena kasihan adik yang didepan kelagepan terkena hembusan angin. Baru sampai 80 kpj, Beat pun kembali tak pelankan untuk mengurangi beban si adek yang masih kelas 3 SD itu.. hehe, lain waktu aja..

Busi platinum endut-endutan saat rpm bawah???

Sekitar dua bulan silam gianluigi mario sempat baca referensi teknis mengenai berbagai jenis busi dan pengguanaannya pada mesin roda dua. Singkatnya ada tiga macam tingkatan busi, yakni biasa, platinum dan iridium. Iridium paling mahal dan biasanya dipakai di balapan, kalau nggak ada modifikasi dibagian dapur pacu lainnya nggak seberapa ngefek.

Nah, busi platinum secara tingkatan masih dibawah iridium, namun lebih bagus ketimbang busi reguler dari kualitas percikan api serta elektrodanya lebih runcing. Busi ini mantap untuk putaran tinggi dan menengah, namun kata sumber referensi itu kelemahannya adalah pada rpm bawah.
Iseng aja gianluigi mario pengin coba satu untuk dipasang buat si Piksen..

Dibanding busi biasa, performanya terasa lebih mantap ketika digeber kecepatan tinggi..Kelemahan yang direview itu belum terbukti masih aman-aman saja.

Hingga tiga hari yang lalu, ketika si Vixion endut-endutan saat berakselerasi. Perkiraan awal hal itu mungkin muncul dari kontur jalan yang nggak merata dan bergelombang. Begitu gas dibetot kuat-kuat, gejala tersebut sirna..
Namun anehnya ketika mesin kembali turun di rpm 4-5ribu kumat lagi. Wah berarti bukan dari kondisi jalan!
Keadaan itu mirip dengan motor yang nyaris kehabisan bensin, dan semakin parah di rpm kurang dari 3 ribu..

Apa betul sifat busi platinum emang begitu, atau ada bagian mesin lain yang nggak beres??? perlu dicoba busi biasa lagi sekalian dibawa ke bengkel nih..
ada yang punya jawaban?
monggo..

Impresi pertama Honda Beat Injeksi…

Setelah sekitar sepekan indent, akhirnya datang juga ke tempat Gianluigi mario sebuah mobil pikap yang mengantar Beat CW warna hitam. Kelar menyelesaikan beberapa tahap serah terima, akhirnya sah juga dia menjadi motor anggota terbaru di rumah kita, hehe..

Nggak lama setelah shalat dhuhur, saya pun nggak sabar ingin menjajal matik terbaru Honda ini. Periksa tangki BBM,dipastikan cukup aman untuk sekadar berkeliling satu atau dua kilometer.Sekalian ajak adik dan ponakan 🙂

Putar kunci kontak, terdengarlah suara ‘engine self check’ khas mesin injeksi serupa dengan Vixion. Tarik tuas rem sebelah kiri dan pencet tombol starter, esin pun menyala dengan lancar . Suaranya memang tidak selirih ACG-nya Vario 125 namun termasuk lebih halus ketimbang Vario maupun Beat versi lama..

Putar handel gas, si Item pun mulai beraksellerasi dengan mulus. Cukup mantapp dan lembut, serasa bertenaga. Terbukti ketika kakak sepupu yang ikutan menjajal pun memiliki impresi serupa, “tarikannya alus bener ketimbang Mio-ku..” ujarnya.. Walahh emang masih inreyen..

Sengaja mario ajak adik dan ponakan serta memilih jalan berbatu di areal persawahan untuk menguji suspensi si Item yang kabarnya keras itu. Hasilnya? dua jempol. Kami bertiga merasakan sistem peredam kejut Beat yang baru lumayan sip. Bahkan bebatuan paving yang berserakan serta kontur jalan yang nggak rata pun masih dilibas Beat dengan cukup nyaman. Nggak ada gejala jok maupun shock yang keras itu.

Bicara soal kekurangan, mario menggarisbawahi performa rem cakram depan dari Beat ini sangat  jauh dari pakem. Tuas ditekan cukup dalam namun berasa piringan cakram masih belum tercengkram sempurna, perlu jarak lebih panjang untuk berhenti. Entah emang disengaja setingannya begini atau mungkin untuk kilometer awal masih penyesuaian aja..

Handling cukup sip, seperti lazimnya matik yang lain meski rasanya Yamaha Mio lansiran lawas imho lebih mantap. Namun secara umum normal-normal saja.

Tinggal Topspeed dan konsumsi BBM yang belum di test. Mungkin besuk atau lain waktu kalau sempat.. Monggo di share, semoga berguna..

Kapasitas tangki bbm Vixion dan NMP beda???

Dua motor ini sering dibandingkan, desain maupun spek-nya. Tak jarang performa pun sering disandingkan.. Nah untuk saat ini hanya sisi yang remeh saja mau dikomparasi : kapasitas tangki bahan bakar..

Kalau dilihat dari spesifikasi pabrikan, keduanya sama tercatat 12 liter baik Vixion maupun New Megapro. Mestinya nggak ada perbedaan antara kapasitas mereka. Gianluigi mario pernah sekali mengisi tangki Vixion seharga 50Ribu, yang kalau dibagi 4500 bakal ketemu 11,1 liter. Itu aja sudah mau meluap alias hampir penuh.

Nah anehnya ketika di SPBU baru-baru ini NMP disamping saya kok bisa ya mengisi premium hingga 60ribu? 13,3 Liter apa nggak oversize tuh?.. aneh tapi nyata, karena angka yang tertera di mesin SPBU memang menunjuk Rp 60.000,- dan NMP jelas jelas mengisi premium(warna kuning) .. ckckck. Apa data pabrikan kurang akurat, atau sebaliknya alat pengisi BBM itu yang ngaco? entahlah..

Hal ini diperkuat lagi oleh pengalaman rekan gianluigi mario yang nyemplak Mega Pro primus, Hadi namanya. Dia bercerita kalau motornya juga pernah mengisi premium hingga penuh 64Ribu rupiah (14,2 liter).. wah ini malah lebih ediyan lagi.. Mungkin sebelum mengisi , dia terlebi dulu mengosongkan seluruh isi tanki alias di-drain hingga abis. Vixion mah nggak mungkin segitu.. 50Ribu aja ngisinya harus memiringkan motor segala biar muat! 🙂

Apa memang kapasitas NMP dan Megapro lebih besar? wah jarak tempuhnya relatif lebih jauh kalau mileagenya hampir sama..

Cukup sering melihat mesin Beat atau Mio susah dihidupkan..

Dua varian ini jelaslah merupakan bestseller di kelas Matik se-indonesia. Mio bahkan baru saja meraih award untuk bestbrand 2012…

Tentu faktor dimensi imut serta harga menjadi senjata utama meraup penjualan terbesar, namun bagaimana dengan kualitas mesin?
Hehe, gianluigi mario sendiri nggak punya dua-duanya makanya nggak bisa memberi testimoni. Khusus Mio, sekedar pakai pinjam punya teman sih sering 🙂

Tapi entah mengapa, kadangkala terdengar keluhan teman-teman soal sulitnya menghidupkan mesin Mio maupun Beat.. Apa karena kurang perawatan, atau emang sifat mesinnya begitu kalau kondisi dingin?
Seorang rekan kantor pengguna mio mengeluhkan hal itu. Dia bercerita bahwa tatkala pagi hari mesin motornya susah banget hidup. Di parkiran kantor pula, gianluigi mario pernah dimintai tolong seorang ibu yang Mio-nya ngadat.. Belum lagi di jalan sering menjumpai matik entry level Yamaha itu mengalami problem dan macet..

Kemudian beat pun begitu. Hari ini pas disurabaya, mario memergoki matik warna merahmuda milik seorang cewek yang sedang bermasalah. si cewek minta tolong dua orang pemuda untuk menghidupkan mesinnya yang mogok. Beberapa waktu sebelumnya,  di Gresik sendiri ada pemandangan yang serupa..
Padahal tetangga pemilik Vario nggak pernah mengalami hal serupa..

Mungkin hanya kurang rutinnya perawatan mesin, ataukah kedua varian itu memang cukup rentan masalah? hehe.. bisa jadi jawabnya adalah dua-duanya benar.. 🙂 Semoga New beat nantinya nggak begitu..

Cak Eko, dari Ninja RR kepincut Ninja 250 FI..

Dua nama yang sangat identik dengan motor kencang produksi kawasaki, yakni Ninja 150RR dan Ninja 250FI yang baru aja brojol satu bulan terakhir.

Banyak yang punya  RR sangat fanatik dan nggak mau pindah ke lain hati, itu terlihat dari komentar pada artikel saya mengenai Ninja 2 tak itu..bahkan saat ditawari Ninin 250 sekalipun!!
Tapi mungkin itu hanya soal selera saja, karena secara prestise si Ninja seperempat liter jelas lebih bernilai, imho..

Contohnya teman gianluigi mario asal kota udang Sidoarjo, sebut saja namanya cak Eko. Setelah malang-melintang di jalanan Sidoarjo maupun Surabaya dengan jambakan setan si ijo Ninja RR selama dua tahun lebih doi kepincut dengan Ninja 250 FI.

Perjaka yang juga memiliki usaha jual buah-buahan ini pun tak ragu melego RR miliknya, demi naik kelas dan prestise dengan meminang Ninja 250FI teranyar. Meski kudu indent panjang terlebih dulu 2-3bulan, doi nggak mundur, si Ninin harus dimiliki.. Dan penantiannya pun akhirnya usai seminggu yang lalu.

Motor besar yang didapatnya dari Kawasaki Surabaya seharga 54jeti ini pun menjadi tunggangan baru Cak Eko. Menurut estimasinya, Si Ninin 250 itu memiliki mileage sekitar 20 KPL..wow cukup boros juga hampir sama dengan suzuki Carry hahaha.. Tapi overall, Cak Eko sangat puas dengan kendaraan baru yang menurutnya sangat keren itu..
Maklum aja, harganya juga keren : 54juta!!! 🙂

Jadi, nggak semua penyuka RR ogah pindah kelas mencicipi Ninin 250.. Ini hanya perkara selera saja, dan kesukaan tiap orang kan beda-beda? Sampean lebih suka yang mana??? monggo..

Secara psikologis, 6speed lebih unggul dari 5speed.. *opini kecil

Honda 6 speed vs Yamaha 5 speed?

Sudah berulang kali ini jadi polemik dan perdebatan mengenai mana yang lebih digdaya.. Lho bukannya gigi yang lebih banyak otomatis bakal lebih superior? Mesti bakal muncul opini-opini yang berseberangan dan saling ‘counter’ kelebihan masing-masing.
Ada klaim lebih responsif, kehalusan saat pindah gigi, power  transfer yang lebih sempurna, gigi terakhir absurd, dan sebagainya.

Memang betul pada contoh Honda Tiger, transmisi ke-6 ‘hanya’ dipakai untuk menurunkan rpm sedangkan tenaga sudah tak lagi bertambah.. Ada banyak testimoni soal si macan ini.

Tapi buat saya pribadi (imho), secara Psikologis 6-speed lebih unggul apapun teorinya dari segi teknis. Biasanya mindset kita lebih cenderung kepada ‘gigi’ yang lebih banyak, walaupun belum pasti performanya, hasil test ride, bukti dyno test, dan semacamnya..
Secara first impression, transmisi 6 percepatan “menang” selangkah..

Hehe, ini cuman pendapat ngawur saya..
monggo berbagi opini 🙂

 

 

 

Kisah Kang Cimung, dari jagoan RX King beralih ke matik mania…

Kang Cimung dulu punya motor kesayangan, sebuah RX King yang menemaninya kemana-mana..  Karena beberapa alasan, motor itu pun terpaksa dijual, meski sebelumnya ditawar banyak orang dia bersikukuh nggak jual akhirnya toh luluh juga..

Padahal si Raja jalanan itu menyimpan  sejuta kenangan.

Salah satunya ketika ketika lelaki asal kota petis Sidoarjo ini dicegat polisi karena enggak pake helm. Teman yang dia bonceng, Cak Gombloh langsung melompat turun dan hilang entah kemana keder oleh gertakan pak Polisi. Enggak dinyana, Kang Cimung bukannya nyerah, malah memilih untuk melarikan diri. Digebernya RX King sekencang kencangnya, dan diikuti seorang polantas bermotor Trail.

Gas dia putar mentok, dan kecepatan dipacu maksimum. Pak Polantas pun ketinggalan..
Setelah jarak cukup aman, Kang Cimung memilih berbelok dan sembunyi diantara kumpulan pedagang kaki lima, sambil menunggu pengejarnya lewat.. Keluarlah kang Cimung setelah melihat motor Trail yang meraung dan makin jauh.. Ia pun meneruskan perjalanannya lewat pelosok-pelosok gang.
Tiba dirumah, ternyata Cak Gombloh sudah nyampe duluan naik angkot.. hehe

Insiden yang lain juga tak kalah seru, yang tak akan terlupakan karena memaksa nya berbaring istirahat selama beberapa minggu.
Ceritanya dimulai pagi-pagi benar ketika Kang Cimung mau berangkat kerja. RX King pun digeber cukup kencang, sambil menguntit di belakang pikap bermuatan sayur yang siap dia salip.

Siapa sangka mobil di depannya tersebut berhenti tiba-tiba.. Kang Cimung yang menyadari bahwa jaraknya sudah nggak memungkinkan menghentikan motor pun mengambil keputusan berani : Melompat kebelakang dari RX King yang dia tunggangi!
Kejadian selanjutnya bisa ditebak.. Motor tanpa awak tersebut menyundul buritan pikap, dan Kang Cimung sendiri terjengkang sambil memegangi pantatnya yang sakit bukan main. Untungnya nggak ada kendaraan lain yang menabraknya dari belakang.. Setelah dirawat dirumah sakit, cedera pinggulnya mengharuskan dia istirahat total beberapa lama..

Walau demikian menurut kang Cimung motor itu sangat bandel, nggak pernah rewel kecuali sekali saja ketika mogok di tengah jalan. Di engkol berulang kali nggak mau hidup padahal bensin masih utuh. Setelah dituntun sampai rumah, ketahuan kalau oli sampingnya nyaris habis. Pun begitu kata Kang Cimung mesinnya nggak mengalami masalah serius..

Setelah dilego dengan berat hati, dia pun beralih ke motor baru.. Coba tebak apa? Honda beat mas bro..
Hehe, cukup menarik juga ya..dari RX King yang kencang dan macho kok ndilalah jadi Beat mania. Maklum kang Cimung sudah menyadari usianya dan memikir keluarga agar anak ceweknya juga bisa memanfaatkan.. Masak cewek SMP harus disuruh pakai RX King??? 🙂