Sedekah yang paling utama : sebuah renungan..

Suatu hari Rasulullah shalallahualaihi wasallam ditanya, ” apakah sedekah yang paling utama? “.
Beliau menjawab, “Bila saat bersedekah engkau dalam kondisi sehat, kikir, mengharap tetap kaya, dan takut miskin. Maka jangan engkau menundanya sebelum nyawa sampai di tenggorokan.” HR Muslim bab Zakat(93).

Catatan penulis :

Seperti telah kita maklumi, manusia itu sifat bawaannya adalah kikir.. maka ketika ditanya tentang sedekah yg utama, Rasul menyebutkan 4 keadaan :
– Sehat
– Kikir
– Ingin tetap kaya
– takut miskin.

Mengapa disebut utama? bisa jadi karena melawan kodrati manusia. Orang yg bersedekah  ketika sedang pemurah dan tidak takut miskin, maka sedekah terasa lebih mudah. Amalan yang utama adalah amal yang perjuangannya lebih berat, maka ketika kita sanggup mengalahkan bisikan tamak dari dalam diri dan tetap bersedekah.. derajat pahalanya lebih besar.

Semoga kita tidak termasuk yang enggan bersedekah.. (gianluigimario)

Renungan malam : Faedah Silaturrahim..

Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi). (Shahih Muslim No.4638)

Catatan kecil penulis :
dari hadis imam muslim ini, tersirat dua faedah silaturahim :
– Memudahkan keluarnya rezeki
– memanjangkan usia

Apa yang dikabarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam disini sepatutnya selalu kita laksanakan. Kita meniatkan bersilaturahim untuk Allah dan Rasulnya, perjalanan kesana akan bernilai ibadah. Semoga dengannya Allah memperlancar rezeki serta memberi usia yang panjang dan berkah kepada Kita.

Nah, sudahkah kita banyak melangkahkan kaki menyambung silaturrahim? Mari memulainya dari keluarga terdekat..

Demikian, semogs bermanfaat.. (gianluigimario)

Sedikit dari kutbah jumat : Keluh kesah dan kikir itu sifat dasar manusia..

Khutbah jumat hari ini singkatnya tentang  sifat dasar manusia, salat, dan belajar ilmu..

Mari kita review satu-satu.

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا  .إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًاوَ. إِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا .إِلَّا الْمُصَلِّينَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَوَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَّعْلُومٌلِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.  Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya, dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta) Al-Maarij 19-25.

Dari ayat diatas ada dua sifat manusia :
– Keluh kesah
– Kikir

Bila diuji dengan kesusahan, secara fitrah tentu manusia akan mengeluh.. Nah sebaliknya ketika mendapat ujian kaya dan kebaikan maka mereka menjadi kikir.. Namun Allah memberi pengecualian, yakni kepada orang yang mendirikan salat secara istikamah dan menyisihkan sebagian hartanya untuk sedekah, baik kepada yg memintanya maupun tidak. Bila kita mampu menjaga dua hal ini, insyaAllah kita akan terjaga dan tetap ingat akan Allah disaat susah maupun lapang..

Kemudian timbul sebuah pertanyaan “apakah shalat kita sudah sesuai dg Rasulullah?”. Karena beliau pernah bersabda ‘.. akan tiba satu zaman ketika banyak orang yang shalat, namun pada hakikatnya mereka belum salat’. Jika kita tidak Ittiba’ /mengikuti shalatnya Beliau, niscaya shalat kita belumlah diterima..

Nah karena itulah kita perlu belajar dan terus mengkaji ilmu tentang bagaimana sifat sifat salatnya Nabi shalallahu alihi wasallam. jika tidak belajar dan mencari ilmunya, darimana kita tahu shalat kita telah sesuai tuntunan nabi?

Demikian, semoga berguna.. (gianluigimario)

Amal yang dicintai Allah..

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, aku bertanya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam, “Amal apa yang paling dicintai Allah Azza Wajalla?,

beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya”.

Aku bertanya, kemudian apa lagi?,

beliau menjawab, “Berbuat baik terhadap kedua orangtua”.

Aku bertanya, kemudian apa lagi?,

beliau menjawab: “Jihad fi sabilillah”.

Ia berkata, Demikian Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam mengabarkannya kepadaku, seandainya aku meminta tambahan, niscaya beliau menambahkannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Catatan kecil :

Merujuk hadis ini, tiga amal yang paling dicintai Allah adalah :
1. Shalat tepat waktu
2. Berbakti kepada orang tua
3. Jihad di jalan Allah

Shalat yg paling utama adalah shalat yang didirikan pada waktunya, dengan mengakhirkannya tanpa udzur, kita seperti memandang remeh shalat itu sendiri.. Berbakti kepada orang tua juga amalan yg dicintai Allah bahkan dalam satu hadis lain disebutkan Ridha dan Murka Allah itu tergantung pada ridha dan murka orangtua.

Bila kita mampu berjuang menegakkan agama Allah, lakukan dengan tangan, jika tak bisa maka lewat ucapan, dan bila masih tak bisa dengan hati lewat berdoa. Berjuang melawan hawa nafsu juga termasuk jihad yang besar menurut Rasul..

Semoga berguna renungan malam ini, monggo.. (gianluigimario)

Mengenai Takabbur (khutbah jumat)

Mari memasuki menu khas warung ini : berbagi sedikit ingatan soal resensi kutbah jumat. Tema pak khatib di masjid Maspion V adalah Takabur.

Takabur itu ada didalam hati.  Takabur dapat diartikan sebagai ‘sombong’, namun menurut pengertian Rasul, takabbur itu ada2 :
– Menolak kebenaran
– Meremehkan orang lain
disebutkan bahwa orang yang punya takabur dihatinya , meski kecil, tidak dapat masuk surga.

Abdullah bin Mas’ud mengatakan bahwa Nabi Shallalahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Tidaklah masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat takabur seberat zarrah atau atom”. Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Shallalahu ‘alaihi wassalam, “Bagaimana dengan seorang yang senang dengan pakaian dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Mahaindah, Dia mencintai keindahan. Takabur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain”. (HR Muslim)

Takabur ada 3 macam :
– Takabur kepada Allah
– takabaur kepada Rasul
– Takabur sesama manusia

Tkabbur kepada Allah itu bermakna enggan beribadah dan menaati syariatnya, kebanyakan takabur ini terjadi saat mereka merasa berkecukupan, seperti disebutkan dalan Quran :

كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَ ىٰأَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,  karena dia melihat dirinya serba cukup. ( Al-Alaq 7-8)

Takabbur kepada Rasul berarti tidak mau melakukan sunnah beliau, tidak mengakui atas apa yang diturunkan kepada Beliau. Hal ini seperti keadaan kaum Quraish dahulu, yang telah datang kebenaran kepadanya namun mereka berpaling dari Rasul dan bersikap sombong..

Takabbur kepada sesama manusia terjadi bila kita merasa lebih pandai, lebih baik, lebih mulia, dsb dari orang lain , tidak mau bergaul dengan mereka.
Contohlah Rasul yang selalu menerima hadiah dari siapapun, menghadiri undangan dari siapa saja bahkan terhadap orang yang miskin. Nabi memenuhi undangan orang miskin untuk jamuan yang amat sederhana. Bahkan, kata Anas bin Malik, pria bersahaja ini pernah diundang untuk sebuah jamuan roti gandum dan minyak yang sudah tengik. Nabi mendatangi undangan tersebut dan menikmatinya. Dalam memberikan perhatian, Nabi tak membedakan antara orang kaya atau miskin.

Bagaimana memerangi takabbur? salah satunya adalah dengan sering bergaul kepada orang yang kurang mampu..

catatan kecil :

– Definisi takabbur adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain
– Hendaknya kita selalu beribadah baik dalam kecukupan maupun kekurangan,
– senantiasa mengikuti sunnah Rasul
– Serta tidak mengaggap diri lebih baik dari muslim lainnya dan meremehkannya.

Monggo..(gianluigimario).

Rahmat dan Tauladan, dua tujuan Nabi (dari kutbah jumat)

Seperti biasa tiap hari jumat, gubug kecil saya, LFL-blog mau berbagi soal isi khutbah yang baru didengar. Apa saya bermaksud pamer, atau berangkat salat Jumat hanya supaya dapat menulis artikel ini? Naudzubillah.. Insya Allah saya niat bukan untuk itu, melainkan mengikuti perintah Allah dan Rasul, dan menambah ilmu dari sang khatib. Siapa mau mengambil hikmah tulisan ini silahkan, yang tidak suka pun boleh..monggo dilompati aja. 🙂

Hari ini ada satu topik, itu tentang diutusnya Rasulullah Shallalahu Alaihi wasallam. Yang di bahas oleh bapak katib ialah dua diantaranya, yaitu Rahmat dan suri tauladan.

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia(semesta alam)” (QS. Al Anbiya: 107)

Pertama, sebelum diutusnya Nabi, manusia berada pada zaman Jahiliyyah dan kehancuran, maka dengan datangnya Beliau, rahmat Allah dicurahkan untuk seluruh alam, tidak hanya bangsa arab. misalnya, Beliau mengangkat derajat wanita yang sebelumnya tiada berharga bahkan dikubur hidup-hidup menjadi bermartabat penting, dan rahmat melalui imu.

Islam sangat menghargai ilmu..bila zaman sebelum islam Galileo ditangkap karena menyatakan bumi itu bulat tidak sesuai kepercayaan saat itu bahwa bumi itu datar, maka sebaliknya Rasulullah sangat menganjurkan umat islam mencari ilmu. Ilmu difardukan bagi seluruh umat sampai mati. Maka ketika itu peradaban islam berjaya dan menjadi Rahmat bagi semuanya, contohnya yaitu Ibnu Sina (Avicenna) yg prinsip kedokterannya masih menjadi pegangan hingga kini..

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dll)

Mengapa ilmu difardhukan bagi semua?? bayangkan saja tentang salat. Bagaimana kita yakin salat diterima bila tanpa mengetahui ilmunya, syarat sahnya dan sebagainya..
Ahh saya mah yang penting ikhlash kemudian berharap diterima.. “, jangan begitu carilah ilmunya terlebih dahulu..

Islam mengajarkan pentingnya dan mulianya ilmu. Kemuliaan orang yang berilmu pun mendapat tempat yg istimewa dalam islam, yaitu diangkat derajatnya..

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang berilmu beberepa derajat ” (Al Mujaadilah 11)

Kedua, soal Uswatun hasanah (contoh yang baik). Nabi menegaskan bahwa Beliau diutus untuk menyempurnakan akhlaq, dan beliaulah contoh paling sempurna dalam berakhlaq..
Dalam kehidupan sehari-hari pun kita kudu mengikuti Nabi, itu kalau kita mengaku mencintai Allah..

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali Imran 31)

Salah satu cara pengajaran islam yang baik adalah step-by-step. Misalnya dalam pengharaman khamr (minuman keras), pertama islam berbicara “jangan dekati salat kalau mabuk“.. ini larangan lembut, jadi gampangnya kalau masih jauh dari waktu salat masih boleh (dulu) 🙂 . Kedua, Quran menyebutkan “khamr itu ada manfaatnya, namun dampak buruknya lebih besar, jauhilah.. “. Barulah setelah iman kaum muslimin telah kokoh Allah befirman “Khamr itu kotor, perbuatannya syaitan, jangan lakukan.. “. Perhatikan cara islam dalam memberi pengajaran..

Catatan kecil :

– Rasulullah diutus menjadi Rahmat bagi seluruh alam.
– Islam sangat memuliakan ilmu dan para pencarinya..
– Ilmu difardukan buat seluruh muslim tanpa kecuali.
Bagaimana kita yakin ibadah kita telah cukup dan diterima, kalau kita belum tahu ilmunya..
– Rasulullah adalah teladan bagi setiap kehidupan kita.
– Cara pengajaran yang baik adalah per langkah, tidak kaku..

Dan janganlah engkau mengucapkan sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya. (Karena) sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati (akal pikiran) semuanya itu akan ditanya” (Al Israa’ : 36)
“Barang siapa keluar dalam rangka thalabul ilmu (mencari ilmu), maka dia berada dalam sabilillah hingga kembali.” (HR. Tirmidzi).

Demikian.. monggo (gianluigimario)

Khusyuk : Bisakah ?

وآمركم بالصلاة، فإذا صليتم، فلا تلتفتوا فإن الله ينصب وجهه لوجه عبده في صلاته ما لم يلتفت ,

“..Dan aku memerintahkan kamu untuk shalat, jika kamu shalat maka janganlah kamu berpaling (menoleh) karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajah-Nya kewajah hamba tersebut dalam shalat selama dia tidak berpaling”. HR. Bukhari.

قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“..Beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” (HR Muslim)

Beberapa point penting Khusyuk dalam pandangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah :
– Tidak berpaling (pandangan maupun hati )
– Melihat kepada Allah dengan hatinya dan mengawasi-Nya,
– Hatinya dipenuhi dengan rasa cinta dan pengagungan kepada Allah
– Tentram hatinya bersama Allah
– Bisa menguasai syahwat dan hawa nafsunya

Monggo..(gianluigimario)
(tulisan singkat ini akan terus disempurnakan :mrgreen: )

Islam yang seimbang (dari khutbah jumat )

Alhamdulillah jumatan pekan ini kagak telat.. 🙂 Biarpun sejak pagi hidung meler karena flu berat, setan yang berbisik untuk absen, saya acuhkan.. Terpikir membawa dua lembar tissu, berangkatlah saya ke masjid.. bismillah.

Kalo boleh dikata, topik jumat ini sebenarnya ada 2, yaitu tentang lalai, dan islam kaffah. Mari memulai dari topik yang pertama.

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُّعْرِضُونَمَا يَأْتِيهِم مِّن ذِكْرٍ مِّن رَّبِّهِم مُّحْدَثٍ إِلَّا اسْتَمَعُوهُ وَهُمْ يَلْعَبُونَ

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main, .. ” Al Anbiya: 1-2

Manusia kebanyakan dalan keadaan lalai dan berpaling.. Lalai karena mengejar kehidupan dunia, dan berpaling dari kehidupan akhirat, padahal sudah dekat dengan waktu penghitungan amal mereka. Ayat berikutnya pun mengingatkan kita, agar tak bermain2 saat diperdengarkan Al-Quran, tetapi harus memperhatikannya dengan teliti, meyakini, dan mengamalkannya..

Topik kedua muncul dari satu pertanyaan :
Kalau ada orang yang sangat baik, suka membantu sesama, tapi tidak shalat apa ia masuk surga ?
Jawabnya tergantung surganya siapa.. Kalau surganya Allah, tentu kita masing2 tahu apa kunci dan syarat untuk masuk surga, salah satunya Shalat sebagai amal yang dihisab pertama kali.  Hal ini banyak disebutkan dalam Quran maupun Hadis Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam. Bila Allah mengampuninya dan memasukkan ke Surga? tentu itu terserah kehendak Allah.. Allah pasti Maha adil, walau demikian Dia tidak menjamin akan mengampuninya..

Sebaliknya : ” Kalau ada orang yang shalatnya bagus namun sering menzalimi manusia apa ia masuk surga?  ”
Jawabnya adalah hadis nabi tentang orang yang bangkrut.

Abu Hurairah Radhiallahu anhu  berkata, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam pernah mengajukan pertanyaan kepada sahabatnya “Apakah kalian tahu siapakah orang yang disebut bangkrut itu” sahabat menjawab “bangkrut adalah orang yang tidak memiliki uang dan kekayaan”.
Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam kemudian bersabda:“Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat nanti memiliki banyak pahala shalat, puasa, dan zakat, namun disisi lain ia suka mencela dan menfitnah orang lain, memakan harta orang lain, serta menumpahkan darah dan berbuat kerusakan kepada orang lain. Maka amal kebaikan (Pahala) orang terrebut akan diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang pernah disakitinya. Selanjutnya, jika amal kebaikan orang tersebut telah habis dibagikan kepada mereka sebelum lunas beban dosa yang harus dia pikul, maka diambillah dosa-dosa mereka, lalu ditimpakan kepada oraang tersebut hingga ia pun akhirnya dilemparkan ke dalam api neraka. ” (HR  Muslim)

Oleh sebab itu, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam mengajarkan islam yang kaffah/ seimbang. Yaitu baik dalam hablu minallah maupun hablu minannas (hubungan dengan Allah maupun manusia ). Kita lakukan Shalat dan semua amal shalil lainnya, namun tidak lupa untuk menjaga hubungan baik kepada sesama manusia..
Wallahu’alam

Catatan ringkas :

– Bila diperdengarkan AlQuran hendaknya kita tak sambil bermain-main, melainkan penuh santun dan menyimaknya.
– Meskipun kita mencari nafkah untuk kehidupan dunia, jangan sampai melalaikan sehingga terpalingkan (lupa) dari akhirat.
– Jagalah selalu shalat dan amalan baik lainnya sebagai bekal untuk masuk surga, dan disisi lain jaga pula hubungan yang baik dengan manusia, jangan menzalimi mereka karena itupun dapat menjerumuskan kita ke Neraka. Meski kita banyak Shalat, zakat, puasa, dsb.. maka hati-hatilah kepada sesama. tunaikan hak mereka.

Intinya adalah seimbang/kaffah.. Kita tidak lalai beribadah kepada Allah, namun juga tidak menzalimi manusia.
Demikian.. monggo.. (gianluigimario)

Ulat dan Semut pun bertasbih..

Siang itu, Nabi Daud alaihissalam sedang duduk di dalam mihrab. Seperti biasa, beliau membaca kitab Zabur. Ketika itulah, tanpa sengaja beliau melihat ada seekor ulat merah sedang merayap sangat perlahan.
Apa yang Allah kehendaki dengan ulat merah ini? Memangnya, ulat ini bisa apa?” ujar Nabi Daud alaihissalam dalam hati.

Atas kehendak Allah, ulat merah itu bisa berbicara.
“Ya Nabi, Allah mengilhamkan supaya aku membaca, ‘Subhaanallaahu wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar’ sebanyak 1000 kali setiap hari. Malamnya, Allah mengilhamkan supaya saya membaca, ‘Allaahumma salli ‘alaa muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa sahbihi wa sallim’ 1000 kali.“

Nabi Daud alaihissalam tercengang mendengar jawaban si ulat.
Nah, sekarang apa yang akan kamu katakan supaya aku memperoleh manfaat darimu?” lanjut si ulat merah.

Nabi Daud alaihissalam hanya terdiam dan malu mendengar perkataan si ulat. Ternyata, makhluk mungil yang ada di dekatnya ini sungguh pandai. Menyesal rasanya telah menganggap remeh ulat kecil itu. Serta-merta, beliau pun bertobat kepada Allah atas kekhilafannya.

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah Radhiallahu anhu , Rasulullah Shalallahualaihi wasallam bersabda bahawa seekor semut telah menggigit seorang Nabi. Kemudian Nabi tersebut memerintahkan supaya dibakar sarang semut tersebut. Lalu dibakar dan terbakarlah sarang sebut bersama sekalian semut di dalamnya. Maka Allah mewahyukan kepadanya, “Adakah hanya karena seekor semut menggigitmu maka engkau memusnahkan keseluruhan umat yang sentiasa bertasbih kepada Tuhannya?  Hadis Riwayat al-Bukhari, Abu Daud, An-Nasaai dan Ibn Hibban.

Catatan kecil :

InsyaAllah, kita yakin semua yang dicipta-Nya mesti ada hikmahnya. Kalaupun belum mengerti, boleh jadi semata karena ilmu yang belum memadai..
Demikian pula sesungguhnya semua ciptaanNya itu bertasbih, kita saja yang tidak mengerti bahasanya, kecuali bila Allah menghendaki seperti ulat kepada Nabi Daud alaihissalam.

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.  Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. ” Al Isra’ 44.

Mari kita menyucikan nama Allah dari semua kekurangan. Meski kita tidak tahu bahasa tasbih makhluk, namun kita yakini mereka semua bertasbih dan diciptakan debgan hikmah tertentu..

Demikian.. monggo. (gianluigimario)

4 Makna “memelihara shalat”. (dari kutbah jumat)

Hari ini telat kutbah jumat, didului oleh adzan.. Untungnya masih rejeki saya bisa mendengar pak khatib ngasih wejangan.
Kok bisa telat ya? mencuci.. kok mencuci sebelum jumatan ? ada tamu ketempat saya, baru pulang jam 11 kurang.. 😛

Intinya, isi khutbah yang saya tangkap itu seperti ini :

Dalam Quran disebutkan mengenai pentingnya memelihara shalat, Nah apa yang dimaksud memelihara shalat?
ada 4 pengertian;
Pengertian pertama, yaitu “Tidak meninggalkan shalat“.
Dalam hal ini shalat tidak boleh ditinggalkan, karena shalat merupakan amalan yang utama. Apa alasannya shalat disebut amalan utama?
– perintah shalat langsung oleh Allah kepada Nabi shalallahi alaihi wasallam
– menurut Beliau, yang membedakan antara mukmin dan kafir itu shalat.
– shalat amalan yang pertama kali dihisab. Siapa baik shalatnya, maka perhitungan amalnya akan mudah.

Pengertian kedua adalah “memelihara syarat, rukun, dan sunnah shalat“.
Hal ini mutlak diperlukan dengan cara mencontoh shalat Nabi Shalallahu alaihi wasallam. Seperti sabda beliau yang masyhur, ‘.. shollu kama roaitumunni usolli..‘ , shalatlah sebagaimana kalian melihat aku salat. Dengan demikian, mulai dari wudhu, takbiratul ikram, rukuk, sujud, sampai salam itu semuanya kudu seperti yang dicontohkan dan dimaksudkan Nabi..

Selengkapnya