Asal cinta Allah dan cinta manusia.

Dari Abul-Abbas Sahl bin Sa’d As-Sa’idi rodhiallohu ‘anhu dia berkata:
Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata,
“Wahai Rasulullah, tunjukkan aku suatu amal, jika aku lakukan aku akan dicintai Alloh dan dicintai oleh manusia.”
“Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya dicintai Alloh dan zuhud lah terhadap apa yang dimiliki orang lain, niscaya mereka akan mencintaimu”
 (HR Ibnu Majah dan imam yang lainnya dengan sanad yang shahih)

Ringkasnya :

Zuhud adalah kunci untuk dicintai Allah, juga kunci agar dicintai manusia.
Untuk mendapat cinta Allah, zuhud (menekan hasrat) terhadap kesenangan dunia.
Supaya dicintai manusia, zuhud (menekan hasrat)  terhadap apa yang mereka miliki.

Dengan demikian, zuhud penting untuk mendapatkan cinta. Wallahu’alam
Monggo..

3 Hal penyebab manisnya iman

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِى الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ. متفق عليه

“Tiga hal, bila ketiganya ada pada diri seseorang, niscaya ia merasakan manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding selain dari keduanya, bila ia mencintai seseorang tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dirinya bagaikan kebenciannya bila hendak dimasukkan ke dalam nyala api(neraka).” (Muttafaqun ‘alaih)

Kandungan:
1. Cinta Allah dan Rasul diatas segalanya.
2. Mencintai seseorang karena Allah.
3. Benci kembali pada kekafiran.

Mencintai Allah dan Rasul harus diletakkan diatas segalanya, karena Allah lah yang paling pantas kita cinta, yang tak pernah putus memberi kita rahmatNya dalam tiap hembusan nafas. Mencintai Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam juga wajib melebihi cinta kepada diri sendiri, sebab atas perantara beliau lah kita mendapatkan petunjuk dan mengetahui kebenaran.. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:”Tidaklah seorang hamba beriman hingga aku menjadi orang yang lebih ia cintai daripada keluarganya, hartanya dan manusia semuanya.” (HR. Bukhori). |
Allah ta’ala juga berfirman: ”Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri” (QS. Al-Ahzab: 6).

Mencintai orang lain adalah manusiawi, tetapi akan menjadi ibadah dan keutamaan yang luar biasa bila kita mampu mencintai karena Allah. Hal ini hanya bisa diwujudkan bila kita terlebih dulu mencintai Allah sepenuh hati, dan tentunya atas pertolonganNya. ada sebuah hadis tentang ini:
Bahwa seseorang mengunjungi saudaranya di desa lain, lalu Allah mengutus malaikat untuk membuntutinya. Tatkala malaikat menemaninya, malaikat berkata, “Kau mau ke mana?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.”
Malaikat terus bertanya, “Apakah kamu akan memberikan sesuatu kepada saudaramu?”
Ia menjawab, “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya karena Allah SWT.”
Malaikat berkata, “Sesungguhnya aku diutus Allah kepadamu, bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai orang tersebut karena-Nya.”(H.R Muslim)

Sedangkan membenci kekafiran dan api neraka dapat berarti selalu menjaga diri agar tak melanggar larangan Allah, agar hal tersebut tak sampai menyeret kita kepada azabNya. Hal ini pun susah dilakukan, bila kita belum mencintaiNya.
“ Siapa yang menyintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan mencegah karena Allah sesungguhnya telah sempurna imannya.” Hadis riwayat Tirmizi (2521), Abu Daud, Ahmad dan Hakim

Nah, sudahkah kita memulai mencintai Allah..?
Monggo..

Mardatillah

Penyanyi terfavorit saya ya Rhoma irama..
Kata teman saya lagunya ada 1000an, dan memang sy br punya 300an, tapi lmyn sering sy dengar.. Diantara banyak lagunya, salah satu yg paling bermakna mendalam itu Mardatillah

Saya belum berhasil menemukan liriknya, meskipun lumayan hafal hehehe, tapi syair yg menarik buat kita renungkan adalah :
” sering ku terjaga tiap malam selalu terbayang selalu terkenang
setiap malam..
mungkinkah kujumpa dia yg kucinta, oh mardatillah..
tak sesuatupun yg aku dambakan tak seorangpun yg aku rindukan
melebihi dia..oh mardatillah..”

– Selengkapnya>