Berpikir indah saat akan menolong orang lain..

Hidup itu tak lepas dari menolong dan ditolong, karena susah buat manusia untuk berdiri sendiri tanpaperlu bantuan..

Semua orang tentu ingin selalu mendapatpertolongan dari Allah. Sesungguhnya kita selalu memerlukanya dalam tiap keadaan. Setiap hembusan nafas pun kita membutuhkannya, baik dikala tidur ataupun terjaga.. selalu demikian…

Pada hakikatnya Allah selalu menolong, kita mintai atau tidak. Hanya saja dalam beberapa keadaan tertentu yang mendesak dan kesempitan, kita begitu tertekan hingga merasa lebih perlu pertolongan Allah dengan segera, kita bermohon dan merintih kepadaNya dengan penuh kesungguhan, berurai air mata dan penuh kerendahan hati..

Nah sekarang ada sebuah pertanyaan kecil : ‘sampai sejauh mana kita mau menolong orang lain?’.
Karena tak semua manusia bersedia membantu ketika diperlukan sesamanya, ada yang berdalih tidak bisa dan ada pula yang bahkan ‘niat ‘ dalam hati saja enggan.. Pancen bener, menolong orang itu tidak gampang memerlukan kebesaran atau keluasan jiwa.

Saya mengajak teman-teman untuk berfikir sejenak mengenai tiga hal :
Allah senantiasa menolong kita selama kita menolong orang lain
– Bahwa pertolongan Allah itu begitu dekat..
– Barang siapa berserah kepada Allah dan berbuat baik, ia berpegang pada tali yang kokoh

Salah satu hal yang mungkin membantu hati kita adalah dengan mengingat Hadis dari Rasulullah
“..Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim).
Kita ini lemah, namun dalam hal ini lemah janganlah dijadikan alasan untuk tak mau menolong, tetapi  spirit yang indah itu adalah kita lemah kita memerlukan pertolongan Allah maka sepatutnya kita senantiasa mau menolong orang lain dengan harapan Allah akan selalu menolong kita..

Didalam Alquran ada sebuah firman Allah yang inspiratif mengenai hal ini
..Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.. “ QS AlBaqarah 214.
Kebanyakan penghalang manusia untuk menolong mahluk Allah ketikan diminta  adalah terlalu berpikir tentang diri sendiri, mengkhawatirkan dirinya sendiri takut ia kekurangan kalau miliknya diberikan pada orang lain, atau kesusahan dan kerepotan kalau waktunya diperuntukkan membantu orang lain. Padahal pertolongan Allah begitu dekat kepadanya.. Dengan keyakinan yang benar dan mantap, niscaya kita takkan ragu menolong orang lain walau harus memberi milik kita karena kita sendiri dijanjikanNya pertolongan yang dekat..

Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.” QS Lukman 22.
Sebenarnya agama itu tidak rumit, kompleks, dan panjang berbelit.. Ketika kita mau menolong orang lain, berpikir simpel aja rileks tidak perlu takut atau khawatir banyak hal lainnya, karena Allah sudah meberitakan kepada kita bahwa “berserah diri dan berbuat baik” itu sudah merupakan tali yang sangat kokoh.. Berserah merpercayakan hati kita kepada Allah, sedangkan berbuat baik adalah amal shalih, termasuk menolong orang lain..

Nahh.. sudahkah kita menolong orang lain hari ini? Kalau kita sering merasa kesusahan, boleh jadi itu pertanda kita enggan menolong orang lain, hingga Allah menginginkan kita mawas diri..
(gianluigimario)

Anak kecil dan pelayan toko.

Saya pernah membaca sebuah kisah yang mengharukan yang berbahasa Inggris, tapi lupa baca dimana..hehe.
Mau tak tulis ulang biar kita semua bisa ambil hikmahnya..
Yang mau ambil pelajaran monggo, yang gak suka ya lewat aja langsung hehe 🙂

Singkat kata di warung roti ada seorang pelayan wanita yang sedang menunggui pembeli. Kemudian datanglah seorang anak kecil ke sana dan bertanya-tanya pada si pelayan. Dalam hati pelayan ragu, apa jadi beli anak ini masak punya uang dia.. 😈
Selengkapnya

Sedikit tentang itsar.

Secara bahasa itsar berarti mementingkan orang lain lebih dari diri sendiri. Dari segi fitrah setiap manusia yang masih terjaga fitrah kemanusiaannya juga dapat berbuat mulia, mementingkan orang lain dan bukan diri sendiri serta menolong orang lain tanpa memikirkan diri sendiri.

Di Inggris pernah terjadi kasus penyelamatan seorang anak yang jatuh di rel kereta api oleh seorang laki-laki. Alhamdulillah anak itu bisa diselamatkan, namun sebelah tangan laki-laki itu putus tersambar kereta api yang melaju kencang. Mungkin seumur hidupnya anak tersebut takkan bisa melupakan jasa seseorang yang rela mengorbankan sebelah tangannya untuk menyelamatkan nyawanya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengatakan bukan dari golongan kami orang yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan. Begitu pula di hadits lain “Bukan golongan kami orang yang tidak peduli pada urusan orang Islam”. Jadi sifat itsar sangat penting untuk memerangi sifat-sifat buruk seperti egois, kikir, individualis dsb serta menumbuhsuburkan sifat-sifat mulia seperti peduli, empati, pemurah dll.

Selengkapnya