Allah mengajarkan Nabi Yusuf sabar.

Alkisah, setelah  Nabi Yusuf alaihissalam menafsirkan mimpi dua orang pemuda dalam penjara, beliau sempat berkata:
Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua: Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu…” ( QS Yusuf : 42. ) Ketika Yusuf berkata demikian, maka gunung-gunung pun bergoncang dan turunlah Jibril alaihissalam serta berkata:
Wahai Yusuf sesungguhnya Allah  bertanya kepadamu: Siapakah yang menjadikan rasa cinta di dalam hati Ya kub terhadapmu?
Yusuf menjawab  ” Tuhanku“.
Jibril bertanya  “Siapakah yang menyelamatkan dirimu dari tipu daya saudara- saudaramu?
Yusuf menjawab ” Tuhanku.”
“Siapakah yang telah memeliharamu di dalam perigi?
Yusuf menjawab ” Tuhanku.
Siapakah yang menjadikan rasa suka Zulaikha terhadapmu? ”
Yusuf menjawab “ Tuhanku.
Kemudian Jibril bertanya ” Siapa pula yang telah menyelamatkan dirimu dari tipu daya Zulaikha?
Yusuf menjawab “Tuhanku.

Selanjutnya Jibril berkata: “Wahai Yusuf, sesungguhnya Allah telah membuat kebaikan ini untukmu. Maka di manakah engkau melihat tidak mempunyai Allah, sehingga engkau meminta pertolongan kepada yang lain? Wahai Yusuf, dulu  Ibrahim  tidak mau meminta tolong kepada Jibril ketika ia akan dilemparkan ke dalam api oleh Namruz. Ketika itu aku berkata kepadanya: “Apakah engkau memerlukan pertolongan wahai Ibrahim? Kemudian Ibrahim menjawab: Kepadamu, aku tidak meminta pertolongan. ” Begitu pula  Ismail, ia tidak meminta pertolongan apa pun kepada ayahnya Ibrahim, ketika ia akan dikorbankan. Namun ia hanya berkata: “Insya Allah engkau akan memperolehi aku termasuk golongan orang-orang yang sabar.”Tetapi engkau wahai Yusuf baru saja tiga hari berada di dalam penjara, sudah tidak sabar, sehingga engkau minta pertolongan kepada raja.”

Selengkapnya

KISAH KESABARAN NABI AYYUB

Nabi Ayub alaihissalam  menggambarkan sosok manusia yang paling sabar, bahkan bisa dikatakan bahwa beliau berada di puncak kesabaran. Sering orang menisbatkan kesabaran kepada Nabi Ayub. Misalnya, dikatakan: seperti sabarnya Nabi Ayub. Jadi, Nabi Ayub menjadi simbol kesabaran dan cermin kesabaran atau teladan kesabaran pada setiap bahasa, pada setiap agama, dan pada setiap budaya. Allah SWT telah memujinya dalam kitab-Nya yang berbunyi: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44)

Yang dimaksud al-Aubah ialah kembali kepada Allah SWT. Nabi Ayub adalah seseorang yang selalu kembali kepada Allah SWT dengan zikir, syukur, dan sabar. Kesabarannya menyebabkan beliau memperoleh keselamatan dan rahasia pujian Allah SWT padanya.

 Yang perlu kita perhatikan dan perlu kita pastikan adalah apa-apa yang telah disampaikan oleh Al-Qur’an berkenaan dengan cerita Nabi Ayub. Al-Qur’an adalah kitab satu-satunya yang pasti benar yang tiada kebatilan di depan dan di belakangnya.

Allah SWT berfirman:

Selengkapnya

Ungkapan-ungkapan mengenai Sabar.

“…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d [13]:23-24)

Sabar pada hakekatnya adalah sebuah akhlak yang tertinggi di antara sekian banyak perangai jiwa. Sebuah akhlak yang berusaha untuk menghalangi seseorang melakukan tindakan tidak terpuji. Ini merupakan salah satu daya kejiwaan yang hanya dengannyalah jiwa bisa tegak dan berjalan lurus.

Sabar termasuk akhlak yang paling utama yang banyak mendapat perhatian Al-Qur’an dalam surat-suratnya. Al-Ghazali berkata, “Allah swt menyebutkan sabar di dalam al-Qur’an lebih dari 70 tempat.” Ibnul Qoyyim mengutip perkataan Imam Ahmad: “Sabar di dalam al-Qur’an terdapat di sekitar 90 tempat.”  Abu Thalib al-Makky mengutip sebagian perkataan sebagian ulama: “Adakah yang lebih utama daripada sabar, Allah telah menyebutkannya di dalam kitab-Nya lebih dari 90 tempat. Kami tidak mengetahui sesuatu yang disebutkan Allah sebanyak ini kecuali sabar.”

Sabar ada tiga macam:

  1. Sabar dengan pertolongan Allah|
    Sabar dengan pertolongan Allah: Bersabarlah, dan kesabaran itu hanya karena pertolongan Allah (An-Nahl:127).
  2. Sabar karena Allah
    Sabar karena Allah: engkau sabar karena cinta kepada Allah, mengharapkan keridhoanNya, ingin mendekat kepadaNya.
  3. Sabar bersama Allah
    Sabar bersama Allah: Hamba selalu dalam jalan Allah dalam perputaran hidupnya sehari-hari menyabarkan diri agar selalu bersamaNya berarti selalu pada jalanNya.

Selengkapnya