Keheranan melihat semut.

Kisah semut begitu populer, sejak jaman dulu kala sampai saat ini. Nah kemarin saya melihat semut-semut bergerombol didekat saya cukup lama, tapi saya cuek aja. Akhirnya saya lihat juga dari dekat, karena penasaran.. 🙂
Ternyata eh ternyata minuman itu haram ‘makanan’ yang sedang mereka kerubungi itu menempel di lantai dan gak mampu mereka angkat.. Iseng tak bantu dengan melepasnya dari ubin.

Nah setelah itu beberapa peristiwa menarik membuat dahi saya berkernyit..
pertama ada 4 ekor semut yang bergotong royong, kemudian datanglah bala bantuan beberapa semut lagi..

Lalu berjalanlah gerombolan itu menuju ke markas angkatan darat sarang bersama-sama.. sampai akhirnya tak terlihat lagi..

Beberapa keheranan yang terlintas dan belum terjawab itu adalah
– Bagaimana 4 semut pertama itu bisa membagi beban dengan merata? Siapa yang memberi komando?
– Kok bisa mereka berjalan dengan arah yang lurus dengan begitu banyak semut yang berjalan? padahal tidak ada kordinator lapangan( korlap)nya? :mrgreen:
– Siapa penunjuk jalan, kok tidak tersesat ?
– Bagaimana semut lain tahu kapan mereka harus membantu dan kapan tidak ?
– bagaimana2.. kok bisa2 yang lain.. dsb

Sekarang waktunya mengira-ngira jawabannya. Mungkin secara ilmiah ada semacam enzim yang bisa menuntun jalan mereka, atau ada yang bertindak sebagai raja yang diikuti para pekerja.. Hewan ini kan hewan sosial, jadi kebanyakan aktifitasnya berkelompok. Namun dengan ukuran otak yang begitu kecil, bagaimana bisa ada pembagian serumit? Wallahu alam..

Jadi ingat ayat Quran tentang semut:
“Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).  Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”, maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu…” AnNaml 17-19.

Mungkin jawapan versi saya begini. Semut-semut tersebut berbicara dengan bahasa mereka, yang tidak kita fahami dan ada satu semut yang mengatur mereka. Allah-lah yang mengilhamkan mereka berbuat demikian, termasuk kapan mereka berjalan dan kapan mereka berhenti.. Wallahu’alam bishawab.


Dari ilmu kimia mungkin ada teori2 lain yang lebih meyakinkan, tetapi hal tersebut tak mengurangi ketakjuban saya terhadap Pencipta semut..SubhanaLlah..
Begitu menakjubkannya kerjasama para semut, dan tentu Penciptanya jauh lebih menakjubkan, yang mengatur ketelitian tersebut.
SubhanaLlah Wabihamdihi..

Tawakkalnya semut

.. Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tenteranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) sehingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tenteranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” Maka Nabi Sulaiman tersenyum dengan tertawa karena mendengar perkataan semut itu. Katanya,“Ya Rabbi, limpahkan kepadaku kurnia untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku; kurniakan padaku hingga bisa mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang soleh.”(An-Naml: 16-19)

Menurut sejumlah riwayat, pernah suatu hari Nabi Sulaiman as bertanya kepada seekor semut,
Wahai semut! Berapa banyak engkau peroleh rezeki dari Allah dalam waktu satu tahun?”
Sebesar biji gandum,” jawabnya.

Kemudian, Nabi Sulaiman memberi semut sebiji gandum lalu memeliharanya dalam sebuah botol. Setelah genap satu tahun, Sulaiman membuka botol untuk melihat nasib si semut. Namun, didapatinya si semut hanya memakan sebagian biji gandum itu.
Selengkapnya