Ada Ninja 150cc 4tak, dijamin Teralis dan Vixion bakal ketar-ketir.. menunggu kejutan kawasaki berikutnya

Kawasaki itu ibarat gunung es ..
Kok bisa? terlihat dari permukaan biasa aja, namun potensi yang dibawah dan tak terlihat rupanya tak dapat diraba-raba.. Ketika kebanyakan obrolan dan spionase diramaikan oleh Honda, Yamaha, Bajaj, atau juga minerva, Kawasaki adem ayem aja tak terendus mau bikin kejutan..
Apa luputnya hal itu karena perancangannya berlokasi diluarnegeri sehingga tak tercium awak berita tanah air? bisa saja gitu..

Memang yang paling sip ya kayak KMI : sedikit bicara banyak bekerja..hehehe
sedikit gembar-gembor, keluar langsung hasil yang ajibb..

Kalau ada suatu asa surprise berikutnya  dari Kawasaki apakah itu? tanpa pikir panjang  Gianluigi mario menunjuk Ninja 150cc 4tak !!!
Mengapa begitu? paling tidak ada beberapa alasan opini saya..
– Agar pangsa sport mid-end tak hanya diramaikan Yamaha dan Honda.
– Perlunya urgensi transformasi 2-tak menjadi 4-tak
– Supaya Kawasaki semakin merakyat di pasar indonesia.

Sejak satu dekade ini, rasanya hanya dua pabrikan yang silih berganti merajai sport tanah air. Tiger, Megapro, dan Vixion adalah lakonnya. Kadangkala dalam satu kurun waktu, dominasi sebuah varian motor begitu susah diusik sehingga berakibat minimnya pengembangan fitur dari varian tersebut.. “Kalau sudah jawara kenapa mesti diutak-atik lagi..,” barangkali itu prinsip pabrikan.
Jika kawasaki turut serta berkompetisi di segmen ini, dengan nama Ninja yang cukup disegani, tentu pasar mid-end bakal jauh lebih semarak.. Kita konsumen pun disuguhi banyak pilihan menggiurkan..

Ninja RR sudah tak terbantahkan reputasinya.. alangkah lebih sempurna kalau mekanismenya sudah 4-tak yang sesuai tren jaman sekarang. Orang bilang 2-tak sudah edan performanya, jambakan setan, dan berbagai istilah lainya.. Tapi 2-tak kan mulai ditinggalkan?
Kalaupun kawasaki sayang dengan mesin 2-tak nya, ya nggak perlu disuntik mati tetap diproduksi sembari men-tandem-kan dengan next gen-nya, yakni Ninja 150 4tak..
Pasti power bakal susut, jambakan akan berkurang, namun selama masih bisa menawarkan superioritas ketimbang kompetitor serupa, tetap saja akan dilirik konsumen. Apakah ada jaminan 2-tak bakal terus langgeng??? sampai kapan…

 Dikelas Premium, nama besar Kawasaki jadi salah satu bendera terkuat..ini fakta. Tapi bukan disana pasar yang paling gemuk, melainkan segmen mid-end lah yang paling menyedot konsumen. Bila Kawasaki membikin surprise dengan menyusup ke kelas ini, potensi untuk sukses cukup besar..tinggal keseriusan aja yang diperlukan..
Kalau sudah begini, tentu brand Kawasaki tak hanya dikenal di kalangan Elite, namun diburu oleh menengah dan bawah.. Dengan demikian peluang jadi pabrikan pemimpin pasar bakalan terbuka..

Layak dinantikan seperti apa kejutan selanjutnya dari KMI..
Ninja 150cc 4tak? dengar namanya mestilah teralis atau new Vixion bakal ketar-ketir..hehe
(gianluigimario)

Untuk beberapa lama, kayaknya Raja motor sport belum akan berubah..

Berita teralis maupun new Vixion lagi sepi… P200NS malah lebih parah!! Tahun depan… ckckck..

Biarpun YIMM masih mengembangkan varian baru sebagai pengganti raja sport, terbukti penjualan Vixion lama nggak surut malahan makin gila.. Entah karena factor nggak tahu, kebutuhannya sekarang, atau kadung cinta sama model si Vixion lama..
Yang Jelas nggak ada kata lesu buat si Piksen..

Pabrikan AHM malah adem ayem. Begitu kuat rahasia motor baru disimpan rapi, hingga nyaris nggak ada bocoran berita yang signifikan, hanya sempalan-sempalan kecil.. Meski dikabarkan memiliki engine dengan performa CBR namun harga mid-end, bukti untuk itu belum ada.. masih kabar angin..
Semakin lama ditunda, pasar sport kompetitor bakal makin merajalela..

Padahal tinggal segmen ini aja yang lepas dari penguasaan Honda..

Calon raja sport yang lainnya dari India, si p200 mana kabarnya??? melempem..
Sempat hangat beritanya karena tertangkap kamera disebar di beberapa daerah, eh malah launchingnya mengalami penundaan.. Nggak tanggung-tanggung pula lamanya..harus ganti tahun dulu! Wah antusiasme penggemarnya apa masih bakal sama di tahun berikutnya? Apalagi kalau dua kompetitor utama meraih kesan yang bagus di pasaran, wah bisa-bisa malah terancam pindah tuh calon konsumen..

Wah kalau begini ceritanya, dalam tiga-empat bulan kedepan bakalan nggak  ada pilihan baru di segmen sport. Padahal biasanya waktu seputaran lebaran adalah timing yang cukup menjanjikan untuk kemunculan varian baru.. Malah Jupiter Z1 yang jadi andalan.

Tampaknya belum akan ada Raja baru untuk segmen sport dalam beberapa lama kedepan, lhawong semua calon yang digadang-gadang saling serang malah adem-ayem tanpa jelas kelanjutannya. Yang lebih mungkin berubah, ya komposisi raja bebek atau skutik..

Apa pergantian raja itu perlu? hehe pastinya yang lebih perlu adalah peningkatan kualitas maupun variasi.. Kalo tetep itu-itu aja ya bosan.. 😦
(gianluigimario)

“Seberapa Pantas” new teralis Honda dihargai sekitar 25 juta??? analisa ringan

Meski emosi kita sering kacau karena motor baru Honda yg bergaya teralis belum ada kejelasan, namun adalah suatu berita bagus jika memang Harganya dibawah 25jt. Opo bener mas iwb?

Yah memang si Jepun yang bilang gitu kata mas iwan, tapi kita masih ingat dg bahasa CBR150 dulu “30 pas” bisa jadi 33juta pasca peluncurannya. Tentu kemungkinan ini bisa aja berulang lagi…

Jika memang harga, katakanlah 24-25 juta apakah worthed? Tentu bisa dinilai dulu tiga parameter ini sebelum dikatakan ‘bernilai ‘ :
– Mesinnya apa sudah Jozzz?
– Desainnya wagu nggak?
– Harga kompetitor yg head to head berapa?

Jika mesin pakai DOHC, trus pendingi cairan atau injeksi meski hanya downgrade dari CBR series, valuenya jelas sangat bagus untuk harga 24juta.. Engine yg ditawarkan sebanding lah dengan banderol. Namun jika cuma nggak jauh dari seri Megapro terdahulu, apalagi masih SOHC, harga bisa jadi bumerang.,

Mesin harus joss dulu, baru harga mengikuti..

Desain memainkan peranan yg tak kalah pentingnya. Biarpun mesin sudah bagus, harga sudah lumayan juga, namun kalau tampilan tanggung.. yahhhh nggak pas lah rasanya. Masak konsumen cuman mau beli mesinnya aja???

Apakah sasis teralis menjamin bakal tampan? nggak mesti bro.. desain yang dijagokan jadi ujung tombak, harus lebih dari skedar teralis atau tampan, yg penting DITERIMA dg antusias karena pas dihati.. hehe

Last but no least, harga kompetitor jelas kudu diliat dulu. Jika misalnya New Vixion 23jt trus motor ini dibandrol 25 jt kan kurang pas.. kenapa? karena saat ini Vixionlah pemimpin pasar maka lazimnya harga dia yg paling mahal.. pasang harga jauh diatasnya bakal beresiko menciptakan kelas tersendiri , semacam semi-premium lah hehe.

Harga pesaing terberat harus diperhatikan seksama..

Tapi saya pribadi sih berpendapat bahwa kalau mesin teralis berbasis dohc injeksi liquid cooled (masiyo cuma turunan CBR) dijual 25juta-an, asal desain nggak mengecewakan, SABETTT aja.. imho produk ini bakal lumayan lariss.. hehe

Nah silahkan beropini santai atau sambil nyeruput kopi..hehe (gianluigimario)

Komparasi CBR, Vixion, dan R15 : celah New Vixion menyalip si teralis…

Kalau memang mesin teralis Honda nantinya mengusung keiritan atau torsi yang diperkuat, biasanya secara power akan terjadi penurunan.. entah besar atau kecil.. Apalagi jika merupakan downgrade dari CBR, rasanya akan menurun dari 13,1 kW..

Secara implisit, strategi perombakan mesin ini akan baik untuk calon konsumen yang ingin torsi lebih, namun disisi lain ada celah untuk Yamaha menyamai atau melebihi powernya, meski hanya bermesin SOHC.

Coba lirik ae tabel nduwur iku..
Memang pak Eko Prabowo, dari YIMM telah mengkonvirmasi tak tertarik mendatangkan R15 ke tanah air, tapi nggak berarti mesin jagoan Yamaha India bertenaga 12,5 kW itu tak mungkin dicomot untuk next Vixion. Jika memang demikian, maka power Vixion nantinya tentu bakal naik signifikan. Meski masih downgrade lagi, bisa saja masih dikisaran 12kW. imho

Bila transmisi 6 speednya tak ketinggalan dipasang di new Vixion, maka semakin lengkaplah update mesin sang raja sport tanah air ini.. wikkkzz

Soal fairing? alahhh kurang penting.. Baju mah bisa dipasang sendiri kalo jual terpisah. Malah dengan bodi naked, Vixion terlihat bagus deltaboxnya, juga secara total massa jelas lebih ringan. Imbasnya PTWR(power to weight ratio) New vixion yang telanjang akan meningkat.

Dipasang ban gambot pun nggak masalah kalau sudah powernya naik, tambah macho malahan. Yang nggak suka ban besar, ganti sendiri aja pake ban biasa..  beres

Jadi bisa dikatakan bahwa dengan turunnya power calon Teralis Honda, sekaligus kans untuk New Vixion meningkatkan tenaga untuk menyalipnya. biarpun DOHC vs SOHC, kalau power bagusan kem tunggal apa mungkin?

Mungkin wae.. opo sing nggak mungkin, mas bro… Biar konsumen makin bayak diferensiasi tentunya dan pada akhirnya, time will tell laahh..
monggo disharing pendapatnya (gianluigimario).

Vixion (lama) kemungkinan akan tumbang..

Agenda yamaha memang belum ada deadline, keluarnya jagoan baru honda aja belum. Jangankan brojol, bocoranya aja masih minim. Wujudnya masih sulit dibayangkan.

Mungkin hanya mesinnya sajAa yang pasti beraura CBR yaitu dohc. Kemudian sasis honda tersebut dikabarkan mencomot pagar teralis. sisanya? tidak ada kejelasan yg pasti. Apapun itu, bukan rahasia lagi kalo motor honda ini penuh ambisi menumbangkan Vixion, dan jelas dibekali senjata sakti yang gak sembarangan. Gambot ala tigerrevo? jelas tidak. Kental nuansa India kayak New megapro? rasanya gak akan. Bahkan kalau terelis memang disematkan, aroma motor  naked kekar layaknya ducati bakal tersaji.

Mesin yang diusung, meski ada wacana dowgrade CBR tetap saja menggemparkan. tentu strategi mencomot mentah-mentah bakal jadi nilai lebih luar biasa, namun pemilik CBR tentu akan mencak-mencak kecewa dan pasarnya CBR mungkin lebih jarang dilirik. Dengan demikian, dapat diperkirakan bahwa benag merah mesin teralis yaitu melebihi spek NMP namun masih dibawah/didiferensiasi dari CBR, seperti halnya kasus Vario 125 dan PCX.

Harga? nyaris pasti head-to head dg Vixion. selisih bisa saja, namun akan terasa riskan sebab kelas ini sensitif dengan pricing. Beda lagi dg CBR, mau kasih harga berapapun ya silahkan pasarnya memang begitu. Kalo nggak laris bisa beralasan “segmentasi yg berbeda”. Tapi teralis kasusnya lain, harus laris harus memikat konsumen maka stretegi pricing mutlak diperhatikan.

Jika motor ini keluar sekitar semester dua, saya rasa Vixion hampir pasti tumbang.. dg harga, fitur, dan desain yg fresh beraliran ala ducati monster, animo konsumen rasanya susah terbendung hanya dg Vixion lama. Belum lagi dampak serangan p200ns di PRJ nanti..

Normal saja, karena siapa yang tak berubah dia akan terlibas oleh perubahan. New Vixion kudu cukup sensasional untuk merebut kembali. Bukan begitu? silahkan dikritisi.. (gianluigimario)

New Vixion vs Teralis : SOHC lawan DOHC, sebuah komparasi..

Perhatikan tabel berikut ini :

Jika kita perhatikan warna hijau dan kuning tabel tersebut, maka akan dapat diambil beberapa poin kecil berikut :
– Karakter mesin cbr adalah tipe bore, R15 itu long stroke (cenderung square)
– teknologi mesin keduanya nyaris sama, hanya beda dohc vs sohc
– transmisi sama-sama 6 speed
– CBR unggul power (0,8PS), R15 unggul torsi (2.3Nm)
– rangka dan berat total hampir sama

Dari poin tersebut, maka bila Honda mengambil basis mesin CBR, maka meski di downgrade barangkali si teralis takkan jauh dari spek tersebut.. Karakter power maupun torsi telah diketahui, demikian pula estimasi speed yg kabarnya 150km/jam. Ini lumrah karena tipikal dohc kitiran atasnya lebih ganas, apalagi cbr mencapai puncak performa di rpm 10500. cukup tinggi..

Nah bila teralis merupakan downgrade dari CBR, bagaimana kalau vixion ambil R15?

Jauh lebih mudah!!! apalagi ada sebuah bocoran kalau R15 mmg didatangkan hanya saja belum jelas rupa atau namanya. Jika memang demikian, maka basis rangka maupun mesin Vixion sekarang akan sangat mudah mengadaptasinya. Tinggal ganti gear set gearbox/ratio dan  set ECU New Vixion (kalau itu namanya nanti) yg merupakan turunan R15 bakal cukup mampu mengatasi si teralis reinkarnasi CBR itu.

Walaupun didowngrade, mungkin karakter utama mesin tersebut takkan berubah total. Disini nantinya teralis akan mengandalkan speed yg mungkin dicapai kala touring luar kota, sedangkan New Vixion adalah motor torsi yg cocok untuk perkotaan mantap untuk stop and go di trek pendek, hehe

teralis dan new Vixion sama punyai nilai jual dan kelebihan yang bagus, hanya tinggal desain barangkali (seperti di artikel sebelumnya). Jika salah satu lebih menarik, itu akan menjadi nilai lebih buat konsumen menjatuhkan pilihan dg catatan harganya head-to-head.

Tidak sulit untuk yamaha  mencaplok mesin torsi si R15, dan tampaknya pertarungan ini bakal tetap berlangsung antara DOHC lawan SOHC. Lumayan berimbang dan ada diferensiasi. Ketimbang YIMM kembangkan DOHC yg jelas perlu waktu  😀

Piye pendapat sampean? menang mana?
monggo disharing (gianluigimario)

Seandainya si teralis top speednya 140 km/jam.. New Vixion berapa?140 pun bisa.

Kemarin saya bersama sahabat melakukan’ turing’ Gresik-Lamongan. hehe turing kecil maksudnya, meski cuman 180km pp dlm waktu 10 jam-an, beberapa tujuan telah tercapai. Di mulai dari Pantai pasir putih Delegan (Gresik) kemudian Wisata bahari lamongan, Paciran nan eksotis, Sunan Drajad, Kota Lamongan, dan berakhir di alun-alun kota gresik. berangkat 10pagi, berakhir jam 8 malam.

Lha hubungannya apa sama si Teralis? wekeke.

Perjalanan yg lumayan mengesankan itu di jalur Lamongan-Gresik, jalannya lumayan lengang dan cocok buat speedfreak amatiran kayak saya. Dengan estimasi berat Vixion+ pengendara boncengan sekitar 230kg, motor Vixion saya masih tembus 120km/jam lebih. Itupun gas belum mentok tapi jalanan lurus telah habis oleh lintasan kereta api.. (230kg = Vixion 125kg+saya 45kg+teman 65kg)*estimasi

Bisa dibayangkan kalau pake si teralis yg bisa 140km/jam!! ediyan juga dg harga yg sama (nantinya) tapi topspeed jauh lebih tinggi. Busyet, jalur Lamongan-Gresik lintasan lurusnya panjang sekali bahkan bejek gas 100km/jam pun masih terlihat cupu disalipi pengendara lain.. 😈

Kabarnya CBR 150 bisa 150km/jam, haduww apalagi Ninja series ya??? Tapi pendapat saya pribadi biarpun mesin CBR didowngrade ke teralis dan cuma bisa 140km/jam kata mas IWB, itu sudah lumayan buat saya. saya apresiasi tuh taktik AHM.

Vixion new pun rasanya bisa mendekati itu, katakanlah motor Vixion saya(taun 2009 akhir) kalau baru bisa sekitar 130km/jam, nah dg tambahan transmisi 6 speed, modif mekanisme dalaman mesin, mapping ecu, dsb saya pikir 140km/jam tak sulit meski sohc.. imho.

Last, secepat apapun kita mau geber topspeed, hati-hati mas bro.. Lihat kondisi jalan apa memungkinkan dan pandangan fokus siapa tahu didepan ada truk berhenti atau dari arah berlawanan ada motor lain potong jalan..

Keep safety, apapun motor anda cbr, teralis, ataupun new vixion.. monggo (gianluigimario)

Seperti apa nasib CBR150 kalau mesinnya dipake si Teralis yg ekonomis?

” New bike will use CBR150′s engine..” ujarnya tersenyum sambil menepuk bahu IWB.

Begitu kira-kira headline blogger otomotif (dimulai dari mas iwb) hari ini, memastikan berita mas taufik yang telebih dulu bilang “kem kembar”. Pertanyaannya barangkali adalah gimana nasib CBR150 nantinya, kalau mesinnya murni diambil si Teralis?

Mari menganalisa kasar-kasaran saja, khas gubuk kecil ini. wekeke :mrgreen:

Kalau  betul engine CBR150 langsung dicaplok tanpa down grade, wuihh susah dilukiskan revolusionernya strategi AHM ini. Bagaimana tidak, mesin itu diakui performanya sebagai salah satu yg paling baik, kalau bukan yg terbaik di kelas 4tak 150cc. Mesin mana coba yg diatasnya? Kalaupun ada mesti sedikit sekali (diindonesia).. Bila oleh banyak kalangan si Cibie dinilai overprice, padahal segmennya memang untuk orang berduit tebal (sebut : premium), maka di balut rangka teralis dan harga dibawah 25 juta, apalagi kekurangannya? sungguh susah dicari.. nyaris tanpa cela.

Rasanya si Vixion tak bisa berleha-leha lagi duduk manis di podium pertama. Bakal lahir sang calon serius yg akan menggulingkan warung tahtanya. Ini sekedar prediksi saja, kecuali YIMM juga mengambil strategi yg tak kalah fenomenal untuk Next Vixion, rasanya kelengserannya hanya menghitung bulan.. ckckckc

Bisa jadi sedikit cela untuk strategi AHM tersebut hanyalah, gimana nasib CBR150 nantinya???  Mungkin saya punya beberapa perkiraan kecil:
– AHM yakin CBR punya segmen sendiri yg tak terganggu.
– AHM mau menggantikan CBR150 dg CBR250 saja.
– AHM mau fokus ke kelas paling gemuk di sport 150cc.
– dsb (maaf, nggak ahli ekonomi/marketing :mrgreen: )

Pertama sekali, apa memang CBR bakal tetap punya basis yg loyal? jawabnya pasti: ya!
Di kelas premium, harga nomer dua, spek mungkin nomer tiga, tapi PRESTISE lah yg nomer wahid..cmiiw. Kalaupun si teralis laris manis bak kacang goreng sekalipun, orang yg pilih prestise takkan berpaling. Dg fairing yg berkelas mewah, desain bodi lux, dashboard wah, dsb di padu dg ke-eksklusifan-nya (sebut saja : nggak pasaran), maka harga berapapun ya tetap lirik CBR hehehe.

Namun kalau yang fans CBR berbasis mesin, rasanya akan tersedot ke siteralis, lha secara value lebih bagus cmiiw. Pendukung CBR pasti tetap ada, namun jelas akan berkurang kepada si adiknya.. mungkin ini sudah diantisipasi AHM.

Kedua. Bisa jadi tren motor premium beralih ke kelas seperempat liter, maka AHM lebih tertarik kesana.. CBR250 abs amaupun std mendapat sambutan yang lumayan baik dan perlahan tapi pasti menyaingi Ninja 250 yg terlebih dulu mengaspal. Akan kemana nasib si adik 150cc? rasanya nggak akan mati, hanya saja fokusnya yang ditinggalkan berganti ke kubilasi 250cc yg lebih prospektif. imho

Tiga, Honda betul2 all-out menggempur Vixion dan Yamaha. Bisa dibayangkan, sampai engine kelas premium pun perlu turun gunung untuk memastikan kemenangan di kelas ini. Mesin yg biasanya eksklusif dan berada pada LEVEL yang berbeda pun dicaplok ke jagoan baru.. Serangan yg betul-betul agresif dan dahsyat. Lalu CBR150 yeapa? rasanya boleh jadi AHM merasa yakin si CBR150 bakal tetap bertahan dg fans loyalnya, atau diikhlasin kalau memang tren meninggalkannya, kemudian fokus ke 250cc. hehe

Beda lagi kalau engine CBR sedikit di downgrade, mungkin keduanya (teralis dan cbr) bisa berjalan beriringan . Tapi meski sama persis sekalipun, CBR150 tetap punya nilai eksklusif dan bercita rasa premium. seperti halnya PCX dengan Vario 125.

Saya pribadi mah berharap CBR150 tetap eksis, karena sudah melegenda.. hehe

kalaupun si teralis adalah “most wanted bike”, harapan saya CBR tetep “most dreamy bike” (motor impian nan eksklusif) :mrgreen:

Nah bagaimana penilaian/analisis sampean, monggo.. (gianluigimario)

Si teralis dan New Vixion : belum muncul sudah rame..

Setelah sebelumnya dibocorkan mengenai 2 motor sport Honda termasuk si teralis, maka hari ini rame tentang spyshoot yamaha New-Vixion. Kalau benar keluarnya versi update Piksyen itu  sekitar november, untuk apa Spyshot tersebut ditampilkan?

Katakan saja si teralis munculnya sekitar agustus, kemudian Piksyen baru empat bulan kemudian, lha kok spyshot sudah muncul maret.. alah nggak tahulah apa artinya gak pingin ikut-ikutan menebak nebak 😀 lebih menyenangkan rasanya kalau mengira-ngira rupa keduanya hehe

Siteralis itu kan yg hampir pasti cuman sasisnya, mesinnya yg jadi senjata utama masih simpang siur, meski saya cenderung mengira lebih mungkin SOHC upgrade nya CS1. Teknologi likuid cooled mesin turunan sonic tersebut pas buat head to head sama Piksyen. Yg jadi pertanyaan apa sudah injeksi? nggak tahu bro.. tapi saya pribadi lebih prefer itu ketimbang karbu kalau harganya 11-12 :mrgreen:

Update Piksyen yg di spyshot masak sudah final? hehe lagi-lagi saya nggak bisa jawab. Yang pasti kalau sudah RDB lumayanlah.. tinggal digital spido sama transmisi 6speed ala R15. Masak bebek (MX) aja sudah 5percepatan trus sportnya juga serupa.. waduw naik kelas donk! ehehe. Apakah dengan tambah satu gigi bakal menambah power si Piksyen? mudah-mudahan saja begitu. Kalau tidak, saya mengharapkan update power mesinnya diprioritaskan ketimbang cuman bodinya.. 😀

Mesin dan sasis sudah dibandingkan, trus desainnya piye? yah kalo siteralis jelas sudah cakep dengan sasisnya yg rasa VTR250 nah tinggal jagoan yamaha mau meladeni seperti apa.. paling gampang ya ambil aja bodi R15 v2.0 tanpa bajunya. sudah lumayan. Meski cita rasa penampakannya sedikit berbeda, paling ttidak keduanya harus fresh karena penantang lain yaitu p200ns juga tak kalah macho 🙂

Singkatnya ya kita harapkan ramainya peperangan dua kesatria ini tidak cuman peslif aja namun kudu fresh dan performanya meyakinkan. Kalau hanya ganti baju thok trus mesin loyo bisa-bisa dimakan P200ns.. hehehe

Bukan begitu mas bro? (gianluigimario)